Ubah Hidup Lo dengan ‘TTM’

Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya virus HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya membuat Sutra mengusung Ubah Hidup Lo (#UbahHidupLo) sebagai kampanye sosial di tahun 2017. Seperti diketahui bahwa penyebaran HIV serta IMS lainnya di Indonesia semakin meningkat pada masyarakat umum, tidak terkecuali pada kalangan Ibu Rumah Tangga. Salah satu hal yang memicu fenomena tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat, serta minimnya akses untuk mendapatkan pengetahuan mengenai bahaya penyebaran sekaligus pencegahan virus HIV dan IMS di Indonesia.

“Kalau biasanya kita mengenal istilah ABC (Abstinence, Be Faithful, Use a Condom), kali ini Kami mengemas langkah pencegahan tersebut dengan pendekatan yang berbeda agar lebih mudah di mengerti dan dengan menggunakan slogan yang sudah dikenal di masyarakat yaitu TTM: Tahan Diri dengan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah; selanjutnya Tetap Setia dengan pasangan Anda; dan yang terakhir, Main Aman atau selalu menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual berisiko” Ungkap Daniel Tirta, Brand Manager Kondom Sutra.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan “Kampanye #UbahHidupLo bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. #UbahHidupLo pertama kali diluncurkan pada Januari lalu di media digital melalui sebuah video infografik, dan berhasil menempati trending topic twitter nomor 1 di Indonesia. Selain itu, saat ini kami juga melakukan kegiatan sosialisasi #UbahHidupLo di beberapa daerah di Indonesia dengan bekerja-sama bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aparat setempat. Diharapkan, semua unsur yang terlibat dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk memutus mata rantai penularan virus HIV dan IMS”.

“Sesuai dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2030), Kementerian Kesehatan RI telah menargetkan untuk menurunkan angka infeksi baru HIV pada tahun 2030, menurunkan angka kematian terkait HIV, serta menghapus stigma terkait dengan HIV-AIDS di Indonesia. Untuk itu, Sutra perlu untuk mendukung pemerintah dalam menyukseskan tujuan global tersebut melalui kampanye #UbahHidupLo ini” ungkap Daniel menjelaskan.

Kegiatan sosialisasi #UbahHidupLo rencananya akan dilakukan di berbagai daerah di Indonesia di sepanjang tahun 2017. Pada bulan Maret hingga April 2017 ini, Sutra telah menyasar populasi berisiko yang berada di pelabuhan pulau Jawa di antaranya: Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Cirebon, serta Pelabuhan Merak. Sedangkan pada bulan Juli hingga Oktober 2017  mendatang, program ini juga akan dilaksanakan di pelabuhan di pulau Sumatra, Sulawesi, Bali, NTT, dan Kalimantan. Kegiatan sosialisasi tersebut dikemas dengan pendekatan edutainment agar mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu Kondom Sutra juga membagikan materi edukasi berupa komik dan brosur mengenai bahaya dan pencegahan virus HIV dan IMS lainnya.

Sebagai brand terdepan di Indonesia yang selalu peduli terhadap isu pencegahan HIV, Kondom Sutra selalu berupaya melakukan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS serta IMS di kalangan masyarakat umum, seperti capacity building terhadap upaya penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia kepada seluruh stakeholder baik LSM, Pemerintah, maupun Aparat; Mendorong pengetahuan tentang bahaya HIV dan IMS melalui media massa; serta memberikan kemudahan keterjangkauan kondom untuk kalangan menengah ke bawah.

“Melalui #UbahHidupLo, Kami berharap dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk dapat mengubah perilaku menjadi lebih sehat” tutup Daniel.

Tonton infografik #UbahHidupLo pada link berikut: http://bit.ly/UbahHidupLo

The Significance of Postpartum IUD Insertion

Five million births take place annually in Indonesia. However, only less than 30 percent of mothers immediately decide for Family Planning. Meanwhile, the Postpartum Family Planning have a significant effect to decrease the Mother Mortality Rate (MMR), increase a long-term contraceptive users figure. Therefore, Andalan Contraceptives and JNPK-KR held Training for Medical Trainers, i.e. “Provincial Postpartum IUD TOT”in March 2017. The training is aimed to improve the competence of medical personnel (physicians and midwives) on postpartum IUD insertion. It was held in Semarang, Serang, Makassar, Jakarta, and Medan and supported by the Health Ministry of the Republic of Indonesia, BKKBN, POGI, and IBI. Medical trainers from the regency level and trainers of Pusat Pelatihan Klinis Sekunder (P2KS), as the network of JNPK-KR, joined this training.

Basuki Dwi Harjanto, Family Planning & Reproductive Health Deputy GM of DKT Indonesia, who also heads Andalan Contraceptives, revealed that “Many Indonesian women lack in understanding the significance of Postpartum birth control. IUD is one of the best birth control methods which can be used postpartum, due to its effectiveness, safety, and comfort. Thus, Andalan introduces the IUD insertion method using an inserter, i.e. a more practical, easier, and more sterile method.”

“This Provincial Postpartum IUD TOT continues the National TOT and is aimed to create reliable, knowledgeable and skillful trainers, especially on the postpartum IUD insertion. In the future, these trainers are expected to have an action plan in order to socialize this new method to providers on their respective place,” explained Basuki.

Such event taught trainers a technique to insert the IUD Andalan Tcu 380A Postpartum using a special inserter. This inserter eliminates the need for a forceps in inserting IUD. Therefore, it makes the Postpartum IUD insertion easier and results on a safer and more sterile final result. By a correct inserter method, the IUD expulsion figure can decrease for the postpartum birth control participants.

“Along this time, a conventional IUD inserter does not have any sufficient length to reach the post-partum fundus uteri. So, we need other instrument to assist in inserting the IUD into the uterus. Moreover, a convention IUD string is too short to be seen following the postpartum IUD insertion. This IUD Andalan Tcu 380A Postpartum can answer such problem,” added Basuki.

“Pilihanku” (My Choice) Programme, have a mission to improve the Indonesian people’s knowledge on choices of contraceptive tools, medicines, and methods, including post-partum Family Planning. The “Pilihanku” Programme is also aimed to improve the long-term IUD and Implant use in Indonesia.

“In developing countries, such Indonesia, many people do not know that they have various available contraceptives in an affordable price. Meanwhile, the use of contraceptives is a significant factor to plan a happy and prosperous family,” concluded Basuki.