Family Planning, Earlier is Better

Setidaknya ada 80 juta wanita dunia yang mengalami kejadian kehamilan tidak diinginkan per tahun. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada sekitar 11,2 juta (14%) kejadian kehamilan yang tidak diinginkan setiap tahunnya. Faktanya, sekitar 41,8% dari kehamilan tidak diinginkan tersebut terjadi pada wanita muda berusia 17 tahun. Hal tersebut mengemuka dalam acara ‘Soirée with Andalan’ dengan tema ‘Family Planning, Earlier is Better’, yang diselenggarakan oleh Kontrasepsi Andalan di Suasana Restaurant, Jakarta.

Dalam acara yang juga ditujukan untuk menyambut perayaan Hari Keluarga Berencana Nasional dan Hari Populasi Sedunia ini, Aditya A. Putra, GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesiayang juga membawahi Kontrasepsi Andalan mengungkapkan, “Berbicara soal populasi dan KB, tidak bisa dilepaskan dengan pembahasan seputar perencanaan kehamilan. Setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang dikehendaki. Untuk itu, penting bagi wanita muda untuk mengetahui tentang kontrasepsi dan perencanaan kehamilan sebelum memutuskan untuk menikah”.

“Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, sehingga kehadirannya perlu dipersiapkan secara matang. Di sisi lain, merupakan hak setiap wanita untuk dapat meraih impian dan cita-citanya. Oleh karena itu, mendorong pengetahuan mengenai kontrasepsi dan perencanaan kehamilan bagi wanita muda merupakan salah satu cara untuk memenuhi hak tersebut,” ujar Aditya menambahkan.

Ditemui dalam kegiatan yang sama, dr. Uf Bagazi, SpOG Spesialis Kandungan Brawijaya Women & Children Hospital menjelaskan “Penggunaan kontrasepsi memberi kekuatan dan hak bagi wanita untuk menjalani hidupnya sesuai dengan mimpi dan cita-citanya. Wanita yang mempunyai pengetahuan yang baik terkait kontrasepsi, maka ia akan mampu untuk menjaga kesehatan reproduksinya, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, melakukan perencanaan keluarga dengan baik, dan mampu menghasilkan generasi berkualitas”.

Ketika wanita muda mengetahui pentingnya KB dan kontrasepsi sedari awal, banyak manfaat yang akan didapat di antaranya:

  • Terjaganya kesehatan reproduksi sehingga meminimalisir risiko penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi, seperti kanker payudara, kanker serviks dan lain sebagainya.
  • Mencegah terjadinya gangguan fisik dan psikologis akibat kehamilan yang tidak diinginkan,
  • Memiliki persiapan yang matang terkait dengan perencanaan kehamilan,
  • Dapat meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan mimpinya, karena mempunyai waktu yang cukup untuk dirinya sendiri.
  • Mempererat hubungan dengan pasangannya,
  • Mampu memiliki waktu untuk mendidik dan membesarkan anak secara maksimal.

Sebagai salah satu brand kontrasepsi yang turut mendukung dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program KB di Indonesia, Kontrasepsi Andalan hadir untuk menginspirasi wanita Indonesia akan pentingnya perencanaan kehamilan. Upaya tersebut telah dilakukan oleh Kontrasepsi Andalan di antaranya dengan menyediakan berbagai macam jenis dan pilihan metode kontrasepsi, antara lain IUD, implan, pil, KB suntik, dan juga kondom.

Saat ini, Kontrasepsi Andalan juga telah menghadirkan tundakehamilan.com sebagai website panduan dalam menentukan metode kontrasepsi modern yang tepat bagi Anda. Mengingat hingga saat ini, masih banyak pasangan yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan masih termakan mitos serta miskonsepsi seputar alat kontrasepsi, maka melalui web ini akan memberikan informasi yang benar dan tepat terkait dengan kontrasepsi.

Tundakehamilan.com merupakan one stop information website mengenai wawasan kontrasepsi yang cocok untuk dikunjungi bagi Anda yang sedang belajar mengenai perencanaan kehamilan, dan ingin merencanakan program KB dalam waktu dekat”, ujar Aditya menegaskan.

Wanita adalah pondasi utama untuk perencanaan keluarga yang bahagia, dan dengan berkontrasepsi dapat membantu mewujudkan hal tersebut.

Hari Populasi Sedunia 2017: Gunakan Kondom Sebagai Dual Proteksi

Perayaan hari populasi sedunia menjadi momentum untuk menilik balik keberhasilan program Keluarga Berencana di Indonesia. Berdasarkan laporan terakhir PBB tahun 2017, jumlah populasi masyarakat dunia akan mencapai 9,8 milyar pada tahun 2050. Sedangkan Indonesia diperkirakan akan menjadi negara terbesar ke sembilan penyumbang pertumbuhan populasi tersebut. Saat ini, penguatan kontrasepsi sedang menjadi salah satu perhatian oleh Pemerintah untuk mengatasi isu populasi. Salah satunya melalui program Kondom Dual Proteksi.

“Sebagai salah satu alat kontrasepsi yang terjangkau dan efektif untuk mencegah kehamilan, kondom dapat menjadi salah satu pilihan favorit bagi pasangan dalam berkontrasepsi. Bahkan jika Anda telah menggunakan alat kontrasepsi lainnya, kondom masih penting untuk digunakan guna menjaga diri dari Infeksi Menular Seksual maupun HIV” Ungkap Pierre Frederick, Deputy GM Consumer Healthcare Unit PT. DKT International.

Program Kondom Dual Proteksi yang dititik-beratkan pada pasangan usia subur dan pasangan yang telah terinfeksi HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) agar tidak menular ini, seharusnya lebih digalakkan lagi oleh masyarakat. Mengingat jumlah pengguna kondom di Indonesia saat ini masih belum meningkat secara signifikan, yaitu 3,16 persen dari jumlah pasangan usia subur peserta KB aktif.

Selain itu, Pierre yang juga membawahi Kondom Sutra dan Kondom Fiesta menambahkan “Lebih dari 80% orang yang terinfeksi HIV dan IMS disebabkan oleh aktivitas seksual yang berisiko. Untuk itu, sudah seharusnya menjadi perhatian bahwa promosi program Keluarga Berencana yang selama ini hanya menekankan pada pencegahan terhadap kehamilan, harus mulai lebih ditekankan dengan upaya untuk mencegah diri agar terhindar dari HIV dan IMS. Mengingat masyarakat Indonesia belum banyak memperoleh informasi akan pentingnya hal tersebut”.

Masyarakat yang masih menganggap tabu akan pendidikan seksual; Stigma terhadap orang yang membeli kondom; Hingga keengganan para lelaki memakai kondom merupakan beberapa kendala penyebab kurang berhasilnya program Kondom Dual Proteksi.

Selain itu, berikut beberapa keunggulan yang bisa didapat ketika masyarakat menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi:

  • 99 % efektif mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar
  • Aman, praktis dan sangat terjangkau
  • Tidak memiliki risiko hormonal, juga tidak mengganggu kesehatan
  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Tidak memerlukan resep dokter atau pemeriksaan khusus sebelum digunakan
  • Semua orang dapat memakainya, karena penggunaan lateks memiliki risiko minimal
  • Dapat mengurangi risiko infeksi HPV (Human Papillomavirus)
  • Memberikan dorongan kepada lelaki untuk ikut ber-KB
  • Dapat meningkatkan keharmonisan rumah tangga, karena saat ini kondom yang beredar dipasaran memiliki berbagai fitur dan fungsi yang inovatif untuk meningkatkan keintiman

DKT International terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan kondom di Indonesia melalui Sutra dan Fiesta. “Manfaat kondom sebagai metode kontrasepsi yang terjangkau, mudah digunakan, aman, dan tidak memiliki risiko hormonal menjadi alasan mengapa alat kontrasepsi ini dapat menjadi pilihan favorit bagi pasangan” Tutup Pierre.

Pada tahun 2017 ini, DKT International juga telah mengkampanyekan ‘Ubah Hidup Lo’ sebagai kampanye sosial untuk mendidik masyarakat Indonesia mengenai pentingnya langkah pencegahan diri terhadap HIV dengan TTM (Tahan Diri, Tetap Setia, Main Aman).