Cara Efektif Menghitung Masa Subur Agar Bisa Merencanakan Kehamilan

Tahukah Anda? Kehamilan ternyata bisa direncanakan dengan memanfaatkan kalender. Sistem yang disebut dengan metode kalender, rhythm method, atau juga dikenal sebagai fertility awareness method (FAM) ini diterapkan dengan menandai tanggal-tanggal subur di antara siklus menstruasi yang dianggap ideal untuk berhubungan seks.

Siklus Menstruasi
Secara teoritis, siklus menstruasi terdiri dari 28 hari. Meskipun begitu, kenyataannya siklus menstruasi perempuan bisa saja bervariasi dengan durasi mulai dari 26 hingga 35 hari (Mihm, Gangooly & MuttuKrishna, 2010). Siklus ini mencakup beberapa hari dengan masa subur yang tinggi, hari terjadinya ovulasi, menstruasi, dan kemudian disusul dengan masa subur yang rendah.

Menggunakan Metode Kalender untuk Memprediksi Masa Subur
Agar pasangan bisa segera hamil, hubungan seks sebaiknya terjadi di masa subur, yakni mulai dari 5 hari sebelum ovulasi, tepat di hari ovulasi, atau 12 hingga 24 jam pasca ovulasi. Masalahnya, tidak seperti menstruasi, ovulasi seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda yang bisa dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, salah satu cara untuk memprediksinya adalah dengan metode kalender.

Baca juga : Menghitung Masa Subur Pakai Termometer, Memangnya Bisa?

Metode kalender merupakan metode yang efektif untuk memprediksi masa subur (Scherwitzl, Hirschberg, dan Scherwitzl, 2015). Metode ini memanfaatkan pengetahuan mengenai lamanya siklus menstruasi tiap-tiap orang. Untuk menerapkannya, Anda bisa menggunakan kalender untuk melakukan pencatatan secara manual atau mengunduh salah satu dari berbagai jenis aplikasi kalender menstruasi yang bisa Anda akses melalui smartphone Anda.
Langkah-langkah Menggunakan Metode Kalender

  • Catat tanggal dan durasi menstruasi terakhir
    Misalnya, di bulan lalu Anda menstruasi dengan durasi selama 7 hari dari tanggal 14 hingga 20 Februari.
  • Catat tanggal prediksi ovulasi
    Ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sejak hari pertama menstruasi. Jadi, jika Anda mengalami menstruasi hari pertama pada tanggal 14 Februari, maka Anda seharusnya ovulasi pada tanggal 28 Februari.
  • Catat tanggal-tanggal subur yang ideal untuk berhubungan seks
    Dengan berbekal informasi mengenai tanggal prediksi ovulasi, yaitu 28 Februari, tandai 5 hari sebelumnya, yakni tanggal 23 hingga 27 Februari, dan satu hari setelahnya, yaitu tanggal 29 Februari. Inilah tanggal-tanggal subur Anda.

Sebaliknya, jika Anda ingin menggunakan metode kalender untuk mencegah kehamilan, hindari berhubungan seks tanpa kontrasepsi pada tanggal-tanggal subur tadi.

Hal-hal Lain yang Perlu Diperhatikan

  • Metode kalender membutuhkan disiplin dan pencatatan yang teliti
    Anda tidak bisa sekadar mengira-ngira, misalnya “Bulan lalu menstruasi berapa hari ya? Tulis 6 hari saja deh.” Ini bisa menyebabkan melesetnya prediksi untuk bulan-bulan berikutnya. Anda harus betul-betul mencatat dengan tekun dan konsisten setiap bulannya.
  • Metode kalender kurang bisa diandalkan jika siklus menstruasi tidak teratur
    Beberapa hal yang bisa menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur misalnya jika Anda baru saja melahirkan, sedang menyusui, sedang memasuki masa transisi menuju menopause, atau menggunakan jenis obat-obatan tertentu yang memengaruhi hormon (Hill, 2019). Selain kondisi-kondisi medis, kejadian dalam hidup Anda pun bisa memengaruhi siklus menstruasi hingga menjadi kurang teratur, misalnya jika Anda baru berduka, mengalami banyak tekanan di bidang karir atau rumah tangga, ataupun baru mengalami peristiwa traumatis.

Baca juga : Wah, Ternyata Ini 6 Hormon Menakjubkan di Balik Kesuburan Laki-laki dan Perempuan

Selain dengan metode kalender, masih ada banyak cara lainnya untuk menentukan masa subur, misalnya dengan mengukur suhu tubuh saat sedang beristirahat (basal body temperature) atau memperhatikan kekentalan cairan vagina (Hill, 2019). Jika Anda masih bingung, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter / bidan. Anda pun bisa curhat atau mengajukan pertanyaan ke HaloDKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Semua informasi yang Anda sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

4 Alasan Pentingnya Memahami Kesehatan Seksual Reproduksi di Era Modern

Kesehatan seksual dan reproduksi serta hak-hak yang menyertainya merupakan sesuatu yang sangat penting di era modern. Siapapun yang aktif secara seksual wajib memahaminya. Berikut beberapa alasan mengapa pengetahuan mengenai topik ini dibutuhkan di masa kini.

  1. Orang bisa mengakses informasi yang salah mengenai kesehatan reproduksi dari internet
    Dengan perkembangan internet, orang lebih mudah mendapatkan informasi untuk mengedukasi diri. Masalahnya, informasi dari internet sulit dijamin akurasinya. Misalnya, jika yang dijadikan sarana belajar kesehatan reproduksi adalah video porno. Orang awam yang menonton porno seringkali tidak mengetahui bahwa aktor dan aktris di balik layar harus memberikan persetujuan (consent), melakukan tes untuk memastikan bahwa mereka bebas infeksi menular seksual (IMS), dan memakai kontrasepsi terlebih dahulu. Hal ini bisa menyebabkan munculnya ekspektasi yang tidak realistis mengenai hubungan seksual, ketidaktahuan bahwa seks tanpa kontrasepsi bisa menyebabkan kehamilan yang tidak direncana (KTD), penyebaran IMS, serta normalisasi budaya pemerkosaan (rape culture).

  2. Kemajuan teknologi memperluas kemungkinan menjalin relasi seksual dengan siapa saja
    Dengan teknologi, batas-batas geografis seolah buyar. Sebagai contoh, sekarang Anda bisa mengencani siapapun di manapun hanya dengan menggunakan situs kencan online. Akan tetapi, bukan berarti pilihan ini bebas risiko. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 19 jejaring sosial dan situs kencan menemukan bahwa wilayah yang didominasi dengan pengguna beberapa situs kencan tertentu memiliki angka IMS yang lebih tinggi daripada yang lainnya (Enomoto, Noor, & Widner, 2017). Artinya, risiko penularan IMS tidak bergantung dari penggunaan situs kencan itu sendiri, namun dari seberapa bijak mereka memilih situs kencan. Setiap situs kencan punya target pasar yang berbeda. Ada yang menargetkan orang-orang yang mencari hubungan serius, ada yang tidak. Kalaupun Anda hanya ingin hubungan casual, pastikan dulu bahwa situs kencan yang Anda gunakan memang menarik orang-orang yang mempraktekkan seks aman, agar risiko terkena IMS seperti klamidia, gonorrhoea, dan HIV/AIDS lebih rendah.

  3. Modus pelecehan seksual semakin banyak dan bervariasi
    Di era modern, ada semakin banyak modus pelecehan seksual. Sebut saja revenge porn, yaitu tindakan menyebarkan foto/video porno mantan pacar tanpa izin setelah putus (McGlynn, Rackley & Houghton, 2017). Selain itu, pelecehan seksual online lainnya misalnya memaksa pasangan berpose mesum saat video call atau memberi komentar tidak senonoh di jejaring sosial. Untuk bisa mencegah dan menyikapi kasus-kasus ini, Anda butuh pengetahuan yang memadai mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi.

  4. Pemahaman mengenai apa yang dianggap sebagai hak sudah berkembang. Jika Anda melanggar hak orang lain, Anda bisa dikenakan tuntutan hukum.
    Jika dulu tindakan memanggil perempuan di pinggir jalan merupakan hal yang dianggap normal, sekarang Anda bisa dianggap melakukan catcalling, suatu bentuk pelecehan seksual. Kalau sebelumnya suami-istri saling memukul adalah percekcokan rumah tangga yang dianggap biasa, sekarang tindakan ini dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Mendesak dilakukannya hubungan seks adalah pemerkosaan, meskipun dilakukan di antara sesama pacar atau pasangan suami istri. Dari contoh-contoh tersebut, bisa dilihat bahwa kesadaran mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi sudah mulai menjadi norma. Oleh karena itu Anda pun perlu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada.

Baca juga : 5 Strategi Menjaga Kesehatan Reproduksi Sambil Mencegah Penularan Virus Corona

Dari keempat poin tadi, bisa disimpulkan bahwa pemahaman mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sangat diperlukan di era modern. Untuk itu, sudah saatnya Anda mempelajarinya dengan lebih lanjut. Jika Anda masih memiliki pertanyaan, hubungi layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Anda bisa berkonsultasi dengan bebas, sebab segala informasi yang disampaikan terjamin kerahasiaannya.

Ingin Seks Tahan Lama? Ini 5 Strategi yang Bisa Diterapkan

Untuk bisa ‘tahan lama’ di tempat tidur memang tidak selalu mudah. Bagi beberapa laki-laki, orgasme terkadang datang lebih dulu sebelum pasangan mencapainya. Jika ini terjadi pada Anda, tidak perlu panik, malu, ataupun merasa bersalah. Anda bisa menyiapkan diri agar ke depannya aktivitas seksual bisa bertahan lebih lama. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan, antara lain sebagai berikut.

  • Melatih pikiran
    Di bidang psikologi, terdapat sebuah teknik yang disebut dengan cognitive behavioural therapy (CBT). CBT berfokus pada kontrol pikiran. Ternyata selain bisa mengatasi masalah-masalah psikologis, CBT juga bisa membantu meningkatkan performa seksual (Abdo, 2013). Laki-laki yang mengalami ejakulasi dini seringkali kesulitan berfokus pada sensasi-sensasi yang mereka rasakan, fokus secara berlebihan pada tubuh dan reaksi fisiologis pasangan, kurang menyadari teknik-teknik manajemen tubuh, susah merilekskan badan, dan dihantui oleh kecemasan akan kegagalan. Terapi CBT bisa berfokus pada cara-cara mengarahkan pikiran untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
  • Menggunakan kondom dan/atau pelumas dengan climax delay lubricant
    Beberapa jenis kondom mengandung sejenis cairan yang bisa membantu laki-laki memaksimalkan performa dengan menunda ejakulasi. Di Indonesia, misalnya, sejumlah varian kondom yang menawarkan fitur ini antara lain: Kondom Sutra OK, Fiesta Delay, dan Supreme Performax.
  • Menyunat penis
    Menurut sebuah penelitian, praktik sunat atau memotong sebagian dari kulit kulup bisa membantu memaksimalkan performa seksual (Namavar & Robati, 2011). Akan tetapi, hal ini masih diperdebatkan, sebab beberapa penelitian lainnya menyatakan tidak ada perbedaan performa seksual antara laki-laki dengan penis yang disunat dengan yang penisnya tidak disunat (Tian Liu, Wang, et al., 2013; Yang, Wang, Bai & Han, 2017).
  • Berolah raga dan menjaga berat badan
    Menurut hasil penelitian, laki-laki dengan Body Mass Index (BMI) tubuh yang lebih tinggi cenderung bertahan lebih lama di tempat tidur daripada laki-laki dengan BMI yang lebih rendah. Akan tetapi ini bukan berarti bahwa Anda harus makan sebanyak-banyaknya, sebab kelebihan berat badan serta obesitas juga bisa menurunkan stamina dalam hubungan seks (Gökçe & Ekmekcioglu, 2010). Kuncinya adalah menjaga agar BMI tetap seimbang.
  • Menggunakan obat-obatan dari dokter
    Sejumlah obat-obatan seperti dapoxetine, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dan salep khusus diketahui bisa membantu gejala-gejala ejakulasi dini (McMahon, 2015). Akan tetapi, untuk menggunakannya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Membeli obat sembarangan di toko-toko ‘pil biru’ ilegal bisa berbahaya bagi Anda.

Baca juga : Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Selain mencari cara untuk menunda ejakulasi, Anda juga bisa meningkatkan kualitas kehidupan seksual Anda bersama pasangan dengan cara sebagai berikut.

  • Membantu pasangan dengan rangsangan seksual lainnya.
    Hanya karena Anda sudah terlanjur orgasme, bukan berarti aktivitas seksual harus berhenti secara mendadak. Anda masih bisa membantu pasangan melalui ciuman, sentuhan di area klitoris, stimulasi payudara, dan cara-cara lainnya. Ingat bahwa kenikmatan seksual tidak hanya dihasilkan dari penetrasi vagina oleh penis saja. Ada banyak sekali zona-zona erogenous yang bisa distimulasi.
  • Menggunakan sex toys untuk merangsang pasangan agar seks bisa tetap berlanjut.
    Memilih sex toys bersama pasangan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, sex toys pun bisa menambah variasi dan keseruan dalam hubungan seks. Mendukung pasangan untuk mengeksplor dirinya melalui masturbasi juga bisa menjadi pilihan.

Baca juga : Mencapai Orgasme dengan Kondom yang Enak, Ini Triknya!

Pada intinya, tidak perlu cemas mengenai ketahanan Anda di tempat tidur, sebab ada banyak jalan untuk memaksimalkan kepuasan seksual pasangan. Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa berkonsultasi ke Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Anda bisa curhat dengan bebas, sebab semua yang disampaikan terjamin kerahasiaannya.

Ini Aroma Kondom yang Enak untuk Meningkatkan Kualitas Hubungan Seks

Tahukah Anda? Kondom merupakan alat kontrasepsi yang memiliki banyak manfaat. Selain mencegah kehamilan, kondom juga efektif mencegah penyebaran infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV/AIDS. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penggunaan kondom sangat disarankan oleh berbagai lembaga advokasi kesehatan di dunia. Nah, agar semakin menarik, kondom hadir dalam berbagai bahan, ukuran, ketebalan, tekstur, warna, dan aroma. Kali ini, HaloDKT akan membahas mengenai aroma kondom yang enak.

Tentunya tidak ada yang salah jika Anda menyukai kondom klasik tanpa aroma. Meskipun begitu, tidak ada salahnya mencoba kondom beraroma untuk menambah variasi dalam kehidupan seksual Anda dan pasangan. Kondom beraroma pun memiliki keunggulan-keunggulannya sendiri.

Baca juga : Mencapai Orgasme dengan Kondom yang Enak, Ini Triknya!

Keunggulan-keunggulan Kondom Beraroma
Selain bisa melindungi pasangan dari kehamilan dan IMS, berikut 3 keunggulan lain dari kondom beraroma.

  • Menyamarkan bau lateks dari kondom
  • Menyamarkan bau-bauan tidak sedap dari tubuh
  • Meningkatkan gairah saat berhubungan seks

Fakta-fakta Unik Mengenai Kondom Beraroma
Aroma kondom yang enak ternyata menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi keinginan untuk berhubungan seks. Berikut beberapa fakta unik mengenai aroma kondom berdasarkan hasil penelitian di Afrika Selatan (Mbelle, Mabaso, Chauke et. Al, 2017).

  • Kondom beraroma cenderung lebih disukai
    Dibandingkan dengan kondom tanpa aroma, kondom beraroma lebih disukai, misalnya kondom beraroma anggur dan stroberi.
  • Pasangan menilai status sosial Anda berdasarkan aroma kondom yang enak
    Khususnya di kalangan muda, seseorang bisa dipersepsikan sebagai ‘kere’ apabila menggunakan kondom yang menyebarkan bau karet tidak sedap ke seluruh ruangan.
  • Pasangan bisa sampai menolak untuk berhubungan seks karena bau kondom
    Meskipun mungkin tidak ada masalah dari segi kualitasnya, kondom yang bau karetnya terlalu kuat terkadang dipersepsikan sebagai kondom murahan, sehingga pasangan menjadi tidak nyaman saat berhubungan seks karena takut bisa terjadi kebocoran kondom.

Aroma Kondom yang Dianggap Enak di Indonesia
Di Indonesia, kondom beraroma juga sangat digemari. Dalam lini produk kondom populer Fiesta, misalnya, varian kondom beraroma yang paling laris merupakan kondom Fiesta stroberi. Kondom stroberi ini sangat disukai karena beraroma manis dan menambah gairah. Aroma berikutnya yang juga diminati adalah bubblegum alias permen karet. Selain stroberi dan permen karet, ada juga aroma-aroma lain seperti anggur, pisang, bahkan durian.

Jadi, jika dulu banyak orang yang beralasan tidak mau menggunakan kondom karena bau karet yang menyengat, sekarang sudah banyak sekali variasi aroma kondom yang dipasarkan. Memilih aroma kondom yang enak bukan lagi menjadi masalah, namun menjadi aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan bersama pasangan.

Baca juga : Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Begitulah penjabaran singkat mengenai aroma kondom yang enak untuk meningkatkan kualitas hubungan seks. Jika anda masih memiliki pertanyaan mengenai topik ini atau topik lain terkait dengan kesehatan reproduksi, Anda bisa menghubungi HaloDKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Di layanan tersebut Anda dapat berkonsultasi secara aman bersama tenaga-tenaga medis profesional yang memang ahli di bidangnya. Jangan ragu untuk bercerita, sebab semua informasi yang Anda sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Jenis Pakaian Dalam, Salah Satu Faktor yang Ternyata Bisa Memengaruhi Kesuburan Laki-laki

Secara umum, kesuburan laki-laki dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu jumlah, pergerakan, dan kualitas sperma. Intinya, sperma harus sehat. Masalahnya, untuk mempertahankan kesehatan sperma seringkali dibutuhkan upaya dan perhatian ekstra.

Sperma diproduksi oleh testis pada suhu ideal sekitar 32-35°C, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh ideal yang terletak pada angka 36.9°C (Durairajanayagam, Sharma, et al., 2014). Sperma yang telah diproduksi disimpan di dalam skrotum. Skrotum berfungsi untuk menjaga suhu di sekitar sperma agar tetap optimal. Inilah alasan mengapa kondisi fisiologis skrotum sangat terdukung oleh lapisan kulit tipis tanpa lemak yang banyak, kelenjar keringat yang tidak terlalu padat, dan distribusi rambut-rambut halus yang cukup tersebar (Durairajanayagam, Agarwal, dan Ong, 2015). Pasalnya, jika suhu terlalu tinggi, kualitas sperma bisa memburuk, khususnya dalam hal jumlah dan kemampuan pergerakannya (sperm motility).

Baca juga : Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Lalu apa hubungannya dengan pakaian? Ketika seorang laki-laki menggunakan pakaian, biasanya suhu di sekitar skrotum akan meningkat 1,5-2°C jika dibandingkan dengan dalam keadaan telanjang (Durairajanayagam, Sharma, et al., 2014). Hal ini berlaku secara umum, namun beberapa jenis pakaian tertentu bisa menaikkan suhu tubuh lebih tinggi daripada jenis lainnya. Pakaian yang dengan sirkulasi udara yang baik biasanya membiarkan temperatur di sekitar skrotum mendekati suhu fisiologis tubuh. Artinya, tidak membuat gerah ataupun meningkatkan panas tubuh secara signifikan. Penelitian yang dilakukan terhadap laki-laki dengan pakaian tradisional Skotlandia yang menyerupai rok dan laki-laki Asia yang menggunakan sarung di waktu senggang menemukan bahwa tradisi-tradisi berpakaian seperti ini ternyata berdampak positif terhadap skrotum, khususnya karena 70% laki-laki tidak menggunakan pakaian dalam di bawah pakaian-pakaian tradisional tersebut (Kompanje, 2013).

Apakah ini berarti bahwa laki-laki sebaiknya tidak menggunakan pakaian dalam sama sekali? Tidak juga, asalkan sirkulasi udara di sekitar skrotum baik. Anda bisa saja tidak memakai pakaian dalam di rumah ketika sedang santai atau mau tidur jika Anda merasa nyaman. Kebiasaan ini bisa memberi manfaat dari segi kesuburan, serta menambah seru hubungan Anda dengan pasangan. Tidur dalam keadaan telanjang membantu menetralisir suhu, sebab suhu skrotum paling tinggi ketika posisi tubuh sedang tidur dibandingkan dengan posisi lainnya. Akan tetapi, jika Anda tidak nyaman dalam kondisi telanjang, tidak perlu dipaksakan, yang penting Anda tahu cara menjaga suhu skrotum. Hindari menempatkan apapun yang terlalu hangat di sekitar organ reproduksi Anda. Anda hanya akan memperburuk situasi jika Anda mandi air hangat sebelum tidur, menggunakan piyama, dan memakai selimut tebal atau selimut elektrik (Durairajanayagam, Sharma, et al., 2014). Untuk celana dalam sehari-hari, Anda bisa menggunakan celana dalam yang memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya celana dalam dengan model boxer. Penelitian menemukan bahwa laki-laki yang lebih sering menggunakan celana dalam bermodel boxer cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih baik (Minguez-Alarcon, Gaskins, et al., 2018), serta tingkat abnormalitas dan kerusakan DNA sperma yang lebih rendah (Jurewicz, Radwan, Sobala, et al., 2013). 

Baca juga : Wah, Ternyata Ini 6 Hormon Menakjubkan di Balik Kesuburan Laki-laki dan Perempuan

Begitulah penjelasan mengenai celana dalam sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan laki-laki. Perlu diingat bahwa masih banyak faktor lain yang juga berperan, misalnya seperti berat badan dan gaya hidup (Durairajanayagam, Agarwal, dan Ong, 2015; Jurewicz, Radwan, Sobala, et al., 2013). Oleh karena itu, jika Anda memiliki kekhawatiran terkait kesuburan atau kualitas sperma, tidak ada salahnya berkonsultasi langsung dengan dokter. Selain itu, Anda bisa bertanya ke HaloDKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. emua informasi yang Anda sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Aman Digunakan, Ini Pilihan Kontrasepsi Ramah ASI untuk Ibu Menyusui

Sesayang-sayangnya Anda dengan si buah hati, wajar saja jika Anda merasa tidak siap langsung segera punya anak lagi, apalagi jika Anda masih menyusui anak pertama. Selain itu, perencanaan kehamilan juga merupakan sesuatu yang baik dan sangat disarankan di bidang kesehatan. Alasannya, mencegah kehamilan berisiko, membatasi jumlah anak, dan / atau mengatur jarak kelahiran antar anak bisa memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut (WHO, 2018).

  • Mengurangi risiko angka kematian dan gangguan kesehatan ibu dan bayi
  • Mengurangi kemungkinan anak yang berikutnya lahir prematur, lahir dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, atau lahir dengan berat badan rendah
  • Memberikan orangtua kemungkinan untuk berinvestasi lebih besar pada anaknya

Baca juga : Singkat dan Praktis, Begini Proses Suntik KB 3 Bulanan yang Ramah Ibu Menyusui

Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan mengenai serangkaian pilihan kontrasepsi ramah ASI yang bisa digunakan untuk para ibu. Apa saja sih kontrasepsi yang bisa digunakan ketika sedang menyusui? Berikut beberapa di antaranya.

  • Kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progesteron, tanpa estrogen
    Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progesteron aman bagi ibu serta tidak memengaruhi kemampuannya dalam menyusui maupun kondisi kesehatan bayinya (Phillips, Tepper, et al. 2016). Contohnya adalah pil Andalan Laktasi, KB Suntik Andalan 3 bulan, dan implan progesteron.
    Pil Andalan Laktasi dapat mencegah pelepasan sel telur dan mengentalkan lendir leher rahim untuk mempersulit masuknya sperma. Isinya 28 butir pil yang masing-masing mengandung 0,5 mg Linestrenol (hormon progesteron).  Agar efektif, pil harus diminum secara disiplin setiap hari pada jam yang sama. Terlambat atau lupa minum pil akan menambah risiko terjadinya kehamilan.
    Seperti pil laktasi, suntikan KB progesteron juga mencegah kehamilan dengan cara serupa. Bedanya, hormon dimasukkan melalui jarum suntik. Suntik KB progesteron biasanya dilakukan setiap 3 bulan sekali. Contoh suntikan KB progesteron misalnya Andalan Medroxyprogesterone 50 mg / 1 mL.
    Selain itu, masih ada KB implan atau KB susuk. Masa perlindungan implan ialah hingga 4 tahun. Contoh implan yang digunakan di Indonesia misalnya implan Andalan berbatang dua yang mengandung 75 mg Levonorgestrel / batang.

  • Kontrasepsi Non-Hormonal
    Selain pil, suntikan, dan implan progesteron, alat-alat kontrasepsi non-hormonal juga bisa digunakan dengan aman oleh ibu menyusui (Holder & Lynne, 2015). Contoh alat kontrasepsi non-hormonal misalnya kondom dan IUD tembaga. Kondom berfungsi dengan mencegah pertemuan sperma dengan sel telur, sementara IUD tembaga melepas ion-ion untuk mengganggu sperma. IUD bisa memberikan perlindungan selama 3 hingga 10 tahun, tergantung pada jenisnya. Kondom hanya bisa digunakan untuk sekali pakai. Berbeda dengan kondom yang bisa dibeli dengan bebas, untuk memasang IUD Anda harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.

  • Memberi ASI secara eksklusif selama 6 bulan
    Aktivitas menyusui sendiri merupakan sejenis kontrasepsi alami dari dalam tubuh perempuan. Akan tetapi, agar bisa efektif menjadi metode kontrasepsi, kegiatan menyusui harus memenuhi kriteria berikut, yaitu: (1) ASI diberikan secara eksklusif minimal setiap 4 jam di pagi hingga sore hari dan setiap 6 jam di malam hari serta bayi tidak mengonsumsi apapun selain ASI. (2) Bayi berusia di bawah 6 bulan. (3) Belum terjadi menstruasi (Marcin, 2017; Healthline.com). Apabila salah satu dari ketiga kriteria ini tidak terpenuhi, Anda harus menggunakan alat kontrasepsi modern.

Demikianlah penjabaran mengenai kontrasepsi yang ramah ibu menyusui. Mudah-mudahan Anda bisa lebih bijak mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi HaloDKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.   Segala hal yang Anda sampaikan dijamin kerahasiannya.

Trik Membedakan Keputihan yang Normal dan Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal biasanya menandakan gangguan kesehatan di dalam tubuh. Sayangnya, kesadaran mengenai keputihan tidak normal di kalangan masyarakat masih rendah (Zaher, Khedr & Elmashad, 2017). Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai keputihan dan cara membedakan keputihan yang mencurigakan dari keputihan yang masih aman.

Apa itu keputihan?
Keputihan merupakan keluarnya sekresi (cairan) dari dalam vagina. Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Keluarnya keputihan merupakan salah satu cara vagina untuk membersihkan diri dari jamur, bakteri, parasit, dan ancaman-ancaman lainnya yang berpotensi mengganggu kesehatan organ reproduksi. Keputihan juga bisa muncul saat organ reproduksi sudah terjangkit penyakit, misalnya bacterial vaginosis, trikomoniasis, infeksi jamur candida, serta beberapa jenis infeksi menular seksual (IMS) (Hill, 2019).

Baca juga : Trik Membedakan Keputihan yang Normal dan Tidak Normal

Selain mengeluarkan cairan untuk mencegah penyakit, vagina mengeluarkan lendir ketika sedang ovulasi, sebelum dan setelah menstruasi, saat menerima rangsangan seksual, dan semasa hamil (Sari, 2017). Ini merupakan sesuatu yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Untuk membantu Anda membedakan keputihan yang perlu diwaspadai dengan keputihan biasa, berikut ciri-ciri keputihan yang normal dan yang tidak normal (Sari, 2017; Hill, 2019).

Ciri-ciri keputihan yang normal

  • Lendir berwarna bening
  • Lendir tidak berbau
  • Volume lendir tidak terlalu banyak
  • Tidak menyebabkan rasa gatal atau nyeri

Ciri-ciri keputihan yang tidak normal

  • Lendir terlihat keruh
  • Lendir terlihat seperti susu basi, berwarna kekuningan, kehijauan, atau keabuan
  • Lendir bercampur darah
  • Lendir berbau tidak sedap
  • Volume lendir yang keluar banyak
  • Keluarnya lendir diikuti dengan rasa gatal atau nyeri

Strategi mencegah keputihan tidak normal
Faktanya, keputihan yang mengganggu bisa menurunkan kepercayaan diri sebagian perempuan (Komariyah, Sucipto, & Izah, 2016). Oleh karena itu, agar tetap bisa bebas beraktivitas tanpa terganggu dengan keputihan, dibutuhkan sejumlah strategi khusus. Berikut beberapa hal yang bisa Anda praktekkan (Fahami, 2013; Rice, ElWerdany, et al., 2016; Zaher, Khedr & Elmashad, 2017).

  • Menjaga kebersihan vulva
    Bersihkan vulva dengan air bersih agar tidak ada smegma yang menumpuk. Usahakan tidak membersihkan bagian dalam (lubang vagina), agar derajat keasaman vagina tidak terganggu. Keringkan vulva dari depan ke belakang dengan tisu / handuk bersih setiap selesai mandi, buang air kecil, atau buang air besar. Jangan langsung menggunakan pakaian dalam sampai vulva benar-benar kering.
  • Cegah infeksi dengan mencuci tangan
    Cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh vulva dan / atau vagina.
  • Memastikan agar pakaian dalam senantiasa bersih.
    Pilihlah pakaian dalam yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik, misalnya pakaian dalam berbahan katun. Pastikan bahwa ukuran pakaian dalam tidak terlalu sempit. Ganti pakaian dalam secara rutin dan jangan membiarkannya menumpuk lama sebelum dicuci.
  • Menjaga kebersihan saat sedang menstruasi
    Ganti pembalut atau tampon secara rutin ketika sedang menstruasi.
  • Menggunakan kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan seks.
    Kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa mencegah infeksi menular seksual (IMS). Jika Anda menggunakan sex toys, pastikan bahwa sex toys selalu bersih dan steril sebelum dipakai. Kalau perlu, gunakan kondom untuk melapisi sex toys.
  • Tidak menaruh wewangian, lulur, ataupun rempah-rempah di area vagina
    Jangan menaruh apapun di dalam vagina sebelum berkonsultasi dengan dokter. Apabila vagina mengeluarkan bau tidak sedap, jadwalkanlah sesi konsultasi dengan bidan atau dokter.

Baca juga : Mengenal Bacterial Vaginosis, Dalang Penyebab Keputihan yang Bau

Demikianlah sekilas mengenai keputihan serta cara mencegah keputihan abnormal. Semoga dengan informasi ini Anda bisa lebih bijak menjaga kesehatan organ reproduksi. Jika masih punya pertanyaan, hubungi layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459  pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang Anda sampaikan akan dijaga kerahasiaannya.

Bebas Panik dengan Kontrasepsi Darurat, Begini Pemakaiannya

Ketika berbicara mengenai pencegahan kehamilan, ada saja hal-hal yang bisa terjadi di luar rencana. Situasi-situasi darurat membutuhkan penanganan khusus, sebab apabila tidak segera ditangani bisa berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Organisasi kesehatan dunia, WHO (2018), mendeskripsikan beberapa contoh situasi darurat, seperti:

  • Ketika kontrasepsi tidak digunakan atau terlupakan
  • Ketika terjadi pelecehan seksual pada perempuan dan korban tidak terlindungi oleh metode kontrasepsi
  • Ketika terdapat kekhawatiran mengenai adanya kegagalan kontrasepsi.

Baca juga : 6 Hoax yang Sering Anda Dengar Mengenai Kontrasepsi Darurat

Kekhawatiran mengenai potensi kegagalan kontrasepsi yang dimaksud mencakup situasi-situasi sebagai berikut:

  • Kondom tiba-tiba lepas, bocor, robek
  • Kondom digunakan dengan cara yang salah
  • Lupa minum pil KB kombinasi hingga 3 kali berturut-turut
  • Terlambat minum pil KB progesteron / pil mini selama >3 jam, hingga mengakibatkan jeda waktu 27 jam antara waktu meminum pil terakhir dengan pil yang baru diminum
  • Terlambat minum pil yang mengandung desogestrel (0,75 mg) selama >12 jam, hingga mengakibatkan jeda waktu 36 jam antara waktu meminum pil terakhir dengan pil yang baru diminum
  • Terlambat suntik KB progesteron norethisterone enanthate (NET-EN) selama >2 minggu
  • Terlambat suntik KB progesteron depot-medroxyprogesterone acetate (DMPA) selama >4 minggu
  • Terlambat suntik KB kombinasi selama >7 hari / 1 minggu
  • Diafragma yang digunakan pada mulut rahim bergeser, rusak, robek, atau dikeluarkan terlalu dini
  • Berusaha melakukan metode withdrawal (penis ejakulasi di luar vagina) namun gagal / terlanjur ejakulasi di dalam vagina
  • Kegagalan penggunaan spermisida
  • Salah menghitung hari kesuburan saat menggunakan metode kontrasepsi kalender
  • IUD terlepas keluar

Apabila salah satu situasi di atas terjadi pada Anda, maka Anda bisa menggunakan kontrasepsi darurat atau juga dikenal sebagai postpil / morning after pill untuk mencegah kehamilan. Postpil bekerja dengan mengeluarkan hormon progesteron untuk menunda pelepasan sel telur agar tidak terjadi pembuahan oleh sperma. Postpil dengan kandungan 0,75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron), misalnya seperti Andalan postpil, langsung diminum sebanyak dua butir sekaligus. Postpil harus dikonsumsi dalam kurun waktu maksimal 120 jam (5 hari) sejak berhubungan seks tanpa pengaman. Semakin cepat dikonsumsi, semakin efektif kinerja postpil.

Jangka Waktu Konsumsi Efektivitas Tingkat Kehamilan Sumber
72 jam setelah hubungan seks 87%-90% 0,8% Rodrigues, Grou, & Joly;2001
72-120 jam setelah hubungan seks 72%-87% 1,8%

Baca juga : Mencegah Kehamilan dengan Kontrasepsi: 6 Metode KB Modern dan Masa Perlindungannya

Meskipun demikian, perlu digaris-bawahi bahwa kontrasepsi darurat bukan merupakan pil aborsi. Jika kehamilan sudah terjadi terlebih dahulu, mengonsumsi postpil tidak akan bisa membatalkannya. Kalau Anda mencurigai terjadinya kehamilan, pastikan dengan membeli alat tes kehamilan atau dengan berkonsultasi ke dokter / bidan. Apabila memang terjadi kehamilan yang tidak direncanakan (KTD), konsultasikan mengenai tindakan yang sebaiknya diambil di klinik atau rumah sakit. Tetap tenang dan ingat bahwa Anda tidak sendiri. Ada banyak pihak yang bisa memberikan dukungan pada Anda.
Pada akhirnya yang terpenting adalah tetap berkepala dingin dalam menghadapi situasi-situasi yang tidak terprediksi. Kontrasepsi darurat memegang peranan besar dalam menjadi alternatif solusi, namun bukan satu-satunya jalan keluar. Jika Anda masih bingung atau ingin melalukan konsultasi mengenai permasalahan yang sedang dialami, Anda juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Mencegah Kehamilan dengan Kontrasepsi: 6 Metode KB Modern dan Masa Perlindungannya

Menurut data PBB tahun 2019, 1 dari 4 kehamilan di dunia merupakan kehamilan yang tidak direncanakan (KTD). Penyebab utamanya adalah tidak digunakannya kontrasepsi atau terlalu mengandalkan metode kontrasepsi tradisional yang kurang efektif dalam mencegah kehamilan. WHO (2019) menyebutkan bahwa maraknya KTD merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan dan banyak membawa dampak negatif, seperti:

  • Gangguan kesehatan hingga kematian ibu dan bayi
  • Meningkatnya angka aborsi yang tidak aman
  • Kekerasan terhadap anak
  • Anak tidak dapat bertumbuh kembang dengan maksimal karena ketidaksiapan orangtua
  • Jika pendapatan rendah, KTD berisiko menyebabkan tingkat pendidikan yang rendah, diikuti dengan masalah pekerjaan dan kemiskinan

Baca juga : Bebas Panik dengan Kontrasepsi Darurat, Begini Pemakaiannya

Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan mengenai metode Keluarga Berencana (KB) untuk mencegah KTD dan dampak-dampak buruknya. Metode KB secara garis besar terbagi 2, yaitu KB modern (kondom, pil KB, suntik KB, implan, dan kontrasepsi darurat) dan KB tradisional (metode withdrawal, kalender, dan pemberian ASI eksklusif). Pada umumnya KB modern lebih efektif daripada metode tradisional dalam mencegah kehamilan, sehingga lebih disarankan. Berikut perbandingan KB modern secara umum.
Metode-metode Keluarga Berencana (KB) Modern

Metode Jenis Cara Kerja Perlindungan Contoh Produk
Kondom
  • Kondom laki-laki, kondom perempuan (internal kondom).
  • Kondom berasa, kondom bertekstur, kondom beraroma.
  • Kondom berpelumas, kondom tanpa pelumas
  • Kondom lateks, kondom non-lateks
Mencegah pertemuan sperma dengan sel telur agar tidak terjadi pembuahan Efektif memberi perlindungan terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS) selama kondom digunakan dengan tepat. Satu kondom hanya bisa digunakan untuk satu kali berhubungan seks.
  • Andalan
  • Sutra
  • Fiesta
  • Supreme
Pil
  • Pil kombinasi estrogen dan progesteron
  • Pil progesteron (pil mini/pil laktasi)
Memanipulasi kadar hormon dalam tubuh untuk mencegah pelepasan sel telur, menebalkan dinding rahim, dan mengentalkan lendir leher rahim untuk menyulitkan masuknya sperma. Efektif melindungi dari kehamilan selama masa konsumsi pil KB, asalkan diminum secara tepat dan konsisten setiap hari pada jam yang sama
  • Andalan
  • Andalan FE
  • Andalan Laktasi
Suntikan
  • Suntikan KB kombinasi estrogen dan progesteron
  • Suntikan KB progesteron saja
Memanipulasi kadar hormon untuk mencegah kehamilan seperti pada pil KB. Suntikan KB efektif melindungi dari kehamilan selama:

  • 1 bulan
  • 3 bulan

(tergantung jenis yang dipilih)

  • Andalan 1 bulan
  • Andalan 3 bulan
  • Andalan Harmonis 1 bulan
IUD
  • IUD tembaga (Copper T)
  • IUD hormonal
IUD tembaga melepaskan ion yang  menyulitkan pergerakan sperma agar tidak  bertemu dengan sel telur.
IUD hormonal bekerja dengan cara yang kurang lebih serupa dengan pil dan suntik KB hormonal.
Efektif melindungi dari kehamilan selama:

  • 3 tahun
  • 5 tahun
  • 10 tahun

(tergantung jenis IUD yang digunakan)

  • Andalan TCu 380A,  Safe Load, dan Postpartum
  • Andalan Cu 375 Sleek
  • Andalan Silverline Cu 200 Ag & 380 Ag
Implan
  • Satu batang
  • Dua batang
Memanipulasi kadar hormon untuk mencegah kehamilan seperti pada pil KB. Efektif melindungi dari kehamilan selama:

  • 3 tahun
  • Andalan Implan
Kontrasepsi Darurat (kondar), postpil, atau morning after pill   Mengandung hormon progesteron berdosis tinggi, untuk cepat mencegah pelepasan sel telur dan  mengentalkan lendir leher rahim demi menyulitkan masuknya sperma. Efektif mencegah kehamilan jika diminum 2 butir sesegera mungkin maksimal <120 jam (5 hari) sejak terakhir berhubungan seks
  • Andalan Postpil

Baca juga : 6 Hoax yang Sering Anda Dengar Mengenai Kontrasepsi Darurat

Kesimpulannya, ada banyak metode kontrasepsi modern dengan masa perlindungan yang bervariasi. Untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa berkonsultasi ke bidan atau dokter. Selain itu, Anda juga bisa menghubungi HaloDKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Semua yang Anda sampaikan akan dijaga kerahasiaannya.

Ini 4 Alasan Mengikuti Program Keluarga Berencana Meskipun Belum Menikah

Jika dulu program Keluarga Berencana (KB) dikembangkan semata-mata untuk mengontrol populasi penduduk, sekarang KB digunakan untuk berbagai keperluan lainnya. Bagi mereka yang sudah menikah, metode KB digunakan untuk menentukan ukuran keluarga, mengatur jarak kelahiran anak agar lebih sehat dan sejahtera, serta mencegah kehamilan berisiko bagi para ibu yang mulai memasuki usia lebih lanjut namun belum mengalami menopause. Selain itu, ternyata program KB juga bisa menuai sejumlah manfaat bagi mereka yang belum menikah. Berikut 4 alasan mengikuti program KB bagi Anda yang masih berstatus lajang.

Baca juga : Trik Membedakan Keputihan yang Normal dan Tidak Normal

  • Menjaga kesehatan reproduksi
    Apapun status hubungan Anda, Anda tetap harus menjaga kesehatan reproduksi. Anda bisa menjadwalkan tes pemeriksaan kesehatan reproduksi secara teratur serta memanfaatkan beberapa keuntungan sampingan dari penggunaan metode KB. Sebagai contohnya, beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal bisa menjadi solusi untuk perempuan yang mengalami nyeri menstruasi/dysmenorrhea, nyeri pada pinggang, migrain yang diakibatkan oleh menstruasi, serta gangguan mood (Brant, Ye, et al., 2017). Oleh karena itu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk mencari tahu metode KB yang mungkin bisa mengatasi masalah kesehatan Anda.
  • Mencegah infeksi menular seksual (IMS)
    Khususnya bagi Anda yang aktif secara seksual, dibutuhkan kontrasepsi untuk mencegah penyebaran IMS. Sebagai contoh, risiko terkena HIV-AIDS bisa berkurang hingga 99,2% apabila kondom digunakan secara tepat dan konsisten pada saat berhubungan seks dan pasangan yang terinfeksi HIV-AIDS menggunakan obat-obatan retroviral (Patel, Borkowf, et. al., 2014). Selain itu, penggunaan kondom secara tepat dan konsisten juga bisa menurunkan resiko penyebaran klamidia, gonorrhoea, dan trikomonas (Crosby, Charnigo, et al., 2012).
  • Memaksimalkan kesempatan perempuan
    Program keluarga berencana dapat meningkatkan kesejahteraan, terutama bagi perempuan, sebab perempuan merupakan pihak yang paling sering terkena dampak negatif dari memiliki anak secara tiba-tiba. Dengan program KB, perempuan bisa lebih produktif tanpa harus mencemaskan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan (KTD). Perempuan bisa melanjutkan pendidikan, berkarir, dan lebih berperan melakukan berbagai aktivitas yang berfaedah di ranah publik (WHO, 2018).
  • Memahami hak-hak pribadi di bidang seksualitas dan kesehatan reproduksi
    Dengan program keluarga berencana, Anda bisa memaksimalkan pemahaman Anda mengenai hak-hak pribadi Anda. Anda bisa menentukan apa yang terjadi pada tubuh Anda sendiri. Pemaksaan kehamilan merupakan bentuk pemerkosaan, sekalipun jika dilakukan di antara sesama pacar atau suami-istri. KB hadir sebagai salah satu solusi untuk membantu memberdayakan Anda.

Baca juga : Mencegah Kehamilan dengan Kontrasepsi: 6 Metode KB Modern dan Masa Perlindungannya

Itulah tadi 4 alasan mengapa Anda sebaiknya mengikuti program keluarga berencana meskipun Anda belum menikah. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin curhat mengenai topik ini, Anda bisa mengajukan pertanyaan melalui layanan bebas pulsa Halo DKT di 0800-1-326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB atau via Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini. Apapun yang Anda sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.