Keputihan Tanda Kehamilan vs Keputihan Biasa, Ini Bedanya

Sebagian besar perempuan pernah mengalami keputihan. Keputihan bisa membawa beragam informasi mengenai kondisi tubuh, seperti menjadi pengingat kapan masuknya masa subur serta salah satu tanda dari kehamilan. Kira-kira apa ya yang membedakan keputihan biasa dengan keputihan tanda kehamilan? Ini dia pembahasannya.

Pada dasarnya, keputihan adalah cairan lendir yang diproduksi oleh sel-sel di leher rahim (Griffey, 2010). Wujud keputihan bisa berubah mengikuti siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena perubahan hormon di tubuh perempuan.
Seperti inilah ciri-ciri keputihan biasa (Hill, 2019):

  • Di masa tidak subur, tepatnya setelah menstruasi, keputihan akan cenderung kering. Kalaupun ada keputihan, volumenya hanya sedikit saja.
  • Beberapa hari setelahnya volume keputihan agak bertambah, keputihan agak menebal dan lengket seperti karet.
  • Menjelang masa subur, keputihan menjadi lebih lembab, seperti krim dengan warna keputih-putihan.
  • Di masa paling subur, yaitu saat indung telur melepas sel telur, keputihan menyerupai putih telur mentah dengan tekstur yang sangat licin dan lentur. Saking lenturnya, keputihan bisa melar hingga beberapa inci. Warnanya sendiri cenderung bening, meskipun terkadang spotting bisa terjadi sehingga mengakibatkan munculnya titik darah sedikit di tengah keputihan.

Baca juga : Mengenal Bacterial Vaginosis, Dalang Penyebab Keputihan yang Bau

Selain keputihan biasa, keputihan tanda kehamilan juga punya ciri-ciri khusus. Karakteristiknya adalah sebagai berikut (Chertoff, 2017, Healthline):

  • Setelah terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, sel telur yang telah dibuahi menempel ke dinding rahim, suatu proses yang dikenal sebagai implantasi. Pada masa implantasi, keputihan cenderung tebal, elastis seperti permen kenyal, dan terlihat bening.
  • Sekitar 6 hingga 12 hari setelah implantasi, beberapa perempuan akan mengalami spotting, muncul bercak darah bersama dengan keputihan. Spotting tanda implantasi harusnya berhenti dalam 1-2 hari saja.
  • Dalam beberapa minggu awal kehamilan, keputihan menjadi lebih lengket dengan warna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.

Untuk memudahkan Anda membedakan ciri-ciri keputihan biasa dengan keputihan tanda hamil, cara terbaik adalah dengan memperhatikan tekstur keputihan setiap hari dan mencatatnya. Yang perlu dicantumkan dalam catatan Anda adalah kapan Anda berhubungan seks, seperti apa wujud keputihan Anda, dan sedang hari keberapa dalam siklus menstruasi. Gunakan aplikasi kalender menstruasi dalam ponsel genggam jika Anda kurang memahami siklus menstruasi Anda. Ada banyak aplikasi yang sudah menyediakan fitur ini secara gratis. Biasanya Anda hanya akan diminta menginput data mengenai tanggal menstruasi ke dalam aplikasi. Dari catatan yang dibuat, Anda bisa menggunakan informasi di atas untuk membedakan keputihan biasa dengan keputihan tanda bahwa Anda sedang mengandung. Misalnya, jika Anda mengalami spotting di luar tanggal subur dan Anda baru berhubungan seks sekitar seminggu sebelumnya, bisa jadi Anda hamil.

Untuk memastikan apakah Anda benar-benar hamil, Anda tetap membutuhkan alat tes kehamilan. Soalnya, keputihan bisa berubah tergantung hormon. Jadi, tampilan keputihan boleh dijadikan informasi pendukung, namun patokan utama tetaplah alat tes kehamilan. Kalau Anda masih kurang yakin juga, nggak ada salahnya mengunjungi dokter atau bidan.

Baca juga : Trik Membedakan Keputihan yang Normal dan Tidak Normal

Seperti itulah perbedaan keputihan biasa dan keputihan tanda kehamilan. Mudah-mudahan penjelasan tadi bisa membantu Anda. Jika Anda masih ragu atau memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.