Seks Tahan Lama dengan Lidah Buaya, Ini Penjelasannya

Meskipun baru populer di industri kecantikan dalam beberapa tahun terakhir ini, lidah buaya atau yang lebih dikenal sebagai aloe vera sebenarnya telah digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia sejak puluhan tahun yang lalu. Tanaman yang bentuknya unik ini memang kaya akan khasiat. Dalam ranah seksual pun, aloe vera memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satunya adalah sebagai kandungan pelumas agar seks tahan lama.

Mengapa sih perlu menggunakan pelumas? Bukankah vagina dan penis sudah mengeluarkan cairan pelumas alaminya sendiri? Meskipun hal ini benar, kenyataannya ada banyak faktor yang bisa membuat tubuh kekurangan cairan pelumas alami. Misalnya, sekitar dua bulan setelah melahirkan vagina seringkali kekurangan pelumas alaminya akibat perubahan hormon, sehingga penggunaan pelumas sangat disarankan untuk ibu menyusui. Vagina juga bisa kekurangan pelumas karena beragam faktor lain seperti kurangnya foreplay, rendahnya kadar estrogen dalam tubuh, penggunaan obat-obatan, serta kondisi medis seperti diabetes dan penyakit jantung (Dweck & Westen, 2017).

Apabila tubuh tidak kekurangan pelumas alaminya pun, masih ada manfaat lain dari penggunaan pelumas, yaitu membuat seks tahan lama. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah. Penelitian yang dilakukan terhadap 1874 laki-laki menemukan bahwa mereka yang menaruh pelumas tambahan pada kondom yang digunakan cenderung tahan lebih lama ketika berhubungan seks (Reece, Mark, Herbenick, 2012). Pada intinya, ada banyak sekali manfaat dari menggunakan pelumas tambahan dalam hubungan seks. Anda tinggal memilih jenis pelumasnya saja.

Jika Anda bingung memilih pelumas, tidak ada salahnya mencoba menggunakan pelumas dengan bahan dasar aloe vera. Ampuh menyembuhkan luka, lendir yang dihasilkan dari tanaman aloe vera diyakini bisa mengurangi rasa sakit dan membantu proses pemulihan kulit dari inflamasi (Rajeswari, Umadevi, et al., 2012). Hal ini juga berlaku apabila aloe vera digunakan pada kulit di area tubuh yang sensitif. Ketika dipakai sebagai pelumas dalam aktivitas seksual, aloe vera melindungi vagina dan penis dari dampak gesekan yang terjadi saat penetrasi sehingga seks tetap aman dan nyaman. Aloe vera pun bisa membantu proses pemulihan apabila organ intim Anda lecet akibat hubungan seks yang terlalu bergairah.

Di Indonesia, pelumas berbahan dasar aloe vera yang sangat populer adalah Fiesta Intimate Lubricant with Aloe Vera & Vit E. Pelumas lembut yang hadir dalam kemasan 100 ml per botol ini bisa menjaga kelembaban vagina dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi vaginal. Bagi Anda yang kurang menyukai pelumas beraroma, tidak perlu khawatir, sebab pelumas yang satu ini tidak berbau. Teksturnya juga tidak lengket, sehingga tidak akan mengganggu kenikmatan Anda dan pasangan di ranjang. Agar seks tahan lama, oleskan pelumas ini pada permukaan penis dan vagina. Anda pun bisa menikmati momen romansa dengan lebih maksimal.

Baca juga : Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Begitulah rahasia seks tahan lama dengan lidah buaya. Selain itu, jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

Meski Nikmat Sesaat, Sering Selingkuh Ternyata Bisa Mengancam Kesehatan Reproduksi

Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki kemungkinan untuk berselingkuh. Apapun yang mendasari keputusan seseorang untuk diam-diam menjalin hubungan dengan orang ketiga tanpa sepengetahuan pasangannya, selingkuh tetap bisa membawa banyak masalah. Selain masalah dalam hubungan dengan pasangan, masalah lain yang cukup serius dan bisa timbul adalah ancaman terhadap kesehatan reproduksi.

Semakin sering Anda berganti pasangan, semakin rentan Anda dan pasangan-pasangan Anda terhadap infeksi menular seksual (IMS). Bahkan dari sekadar berciuman pun, Anda bisa mengekspos diri Anda terhadap risiko terkena herpes (Mollaei, Monayari, et al., 2014). Belum lagi ketika perselingkuhan melibatkan tindakan seksual yang lebih intim. Melalui hubungan seks oral, vaginal, dan anal, seseorang bisa tertular klamidia dan gonorrhea tanpa menyadarinya (Dweck & Westen, 2017). Selain itu, masih ada sifilis, trikomoniasis, hepatitis B, dan HIVAIDS. Beberapa jenis IMS bisa berujung pada kemandulan, bahkan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani (WHO, 2019). Peliknya lagi, ketika Anda mencari pengobatan, pasangan dan selingkuhan Anda sama-sama membutuhkan penanganan medis juga. Menjelaskan kepada pasangan Anda mengapa ia terkena IMS tersebut dan harus dibawa berobat ke dokter pun menjadi tantangan yang tidak kalah sulit.

Seprai, selimut, handuk, dan pakaian pun bisa menjadi perantara gangguan kesehatan reproduksi ketika Anda berselingkuh dan tidak menyadari bahwa selingkuhan Anda ternyata memiliki masalah kutu kelamin. Kutu kelamin penyebab gatal-gatal di rambut-rambut halus yang melindungi penis serta vagina bisa menular dengan mudah melalui benda-benda mati. Ketika ini terjadi, repotnya luar biasa. Anda, pasangan, dan selingkuhan Anda sama-sama membutuhkan salep atau sampo khusus dari dokter, kemudian seluruh pakaian, selimut, seprai, serta handuk yang terekspos kutu kelamin harus segera dicuci dalam air panas dan dijemur di suhu yang tinggi hingga kutu mati semua (Dweck & Westen, 2017). Kalau tidak, kutu kelamin akan terus berkembang biak.

Baca juga : 5 Strategi Menjaga Kesehatan Reproduksi Sambil Mencegah Penularan Virus Corona

Semua kesulitan dan ancaman gangguan kesehatan reproduksi tadi dapat dicegah dengan tetap setia, menggunakan kondom, dan menghindari segala bentuk perilaku seksual berisiko. Jika memang Anda kurang puas dengan hubungan Anda, baik secara emosional maupun secara seksual, masih banyak jalan lain yang bisa diambil. Upayakan untuk berdiskusi secara terbuka dengan pasangan Anda dan bersama-sama mencari solusi. Apabila sulit dilakukan sendiri, Anda juga bisa menggunakan jasa konselor pernikahan dengan pasangan Anda atau berkonsultasi secara pribadi dengan psikolog. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan, Anda pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

7 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Ketika Menghitung Masa Subur

Menghitung masa subur sebenarnya mudah. Akan tetapi, jika kurang teliti, ada sejumlah kesalahan yang bisa terjadi. Kesalahan-kesalahan sederhana ini bisa berakibat fatal, baik ketika Anda sedang berusaha untuk punya anak atau justru ingin mencegah kehamilan. Berikut 7 kesalahan yang bisa terjadi ketika menghitung masa subur dan strategi untuk menghindarinya.

  • Tidak memulai hitungan dari hari pertama menstruasi
    Meskipun dinamakan metode kalender kesuburan, perhitungannya tidak dimulai dari masa subur, melainkan dari awal siklus, yaitu ketika menstruasi. Jadi, untuk mengetahui masa subur, Anda harus mulai menghitung dari hari pertama menstruasi (Dweck & Westen, 2017). Jika Anda mulai menghitung dari tanggal subur pertama, hasil perhitungan Anda justru akan meleset.
  • Menghitung maju untuk memprediksi tanggal ovulasi
    Ovulasi adalah pelepasan sel telur oleh ovarium. Masa subur perempuan dimulai dari 5 hari sebelum hingga 1 hari setelah ovulasi. Terlepas dari apakah siklus menstruasi seseorang panjang atau pendek, ovulasi selalu terjadi 14 hari setelah menstruasi (Griffey, 2010). Oleh karena itu, untuk mengetahui tanggal ovulasi, Anda harus menghitung mundur 14 hari sejak hari pertama prediksi menstruasi Anda di bulan depan, bukan menghitung maju.
  • Mengasumsikan bahwa tiap siklus selalu tepat 28 hari sekali
    Meski sudah menghitung mundur, prediksi bisa meleset apabila Anda tidak mengetahui panjang siklus menstruasi Anda. Untuk mengetahuinya, hitunglah jarak antara hari pertama menstruasi di bulan sebelumnya hingga hari pertama menstruasi di bulan ini. Misalnya, jika setelah dihitung jaraknya hanya 21 hari, maka siklus Anda terdiri dari 21 hari. 21-14 = 7. Artinya, Anda kemungkinan ovulasi di hari ke-7. Sebaliknya, jika jaraknya lebih panjang, misalnya 36 hari, 36-14=22, artinya Anda akan ovulasi di hari ke-22. Memang, secara teori siklus menstruasi perempuan terjadi setiap 28 hari sekali, namun kenyataannya hanya 12,4% perempuan yang siklusnya seperti ini. Sisanya memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih panjang (Hill, 2019).
  • Tertukar antara tanggal siklus dengan tanggal kalender
    Anda harus berhati-hati agar penanggalan siklus Anda tidak tertukar dengan penanggalan kalender tahunan. Kalau menstruasi dimulai di tanggal 5 Juni, misalnya, maka tanggal 5 Juni adalah hari pertama dalam siklus Anda. Jangan sampai karena ada angka 5, Anda mengasumsikan bahwa tanggal tersebut adalah hari ke-5 dalam siklus Anda dan jadi salah menghitung.
  • Tidak konsisten atau kurang disiplin
    Pencatatan kalender kesuburan harus konsisten. Jangan menunda pencatatan, kemudian memperkirakan secara kasar ketika Anda melupakan tanggal menstruasi bulan lalu. Ini bisa membuat perhitungan Anda jadi tidak akurat. Selain itu, ketika tanggalnya sudah diperoleh, Anda juga harus disiplin menyikapi hasilnya. Percuma repot-repot menghitung masa subur sebagai metode kontrasepsi kalau Anda masih tetap berhubungan seks tanpa kondom di masa subur.
  • Mengandalkan kalender kesuburan ketika siklus menstruasi tidak teratur
    ika siklus menstruasi Anda tidak teratur, jangan menggunakan metode kalender kesuburan. Gunakan cara lain yang lebih sesuai untuk Anda. Misalnya, dengan metode perhitungan suhu tubuh basal.

Baca juga : Menghitung Masa Subur Pakai Termometer, Memangnya Bisa?

Begitulah sekilas pembahasan mengenai 7 kesalahan yang bisa terjadi ketika menghitung masa subur. Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

‘Kepanasan’, Salah Satu Faktor yang Bisa Mengurangi Kesuburan Laki-laki, Benarkah?

Setiap orang tentunya menginginkan organ reproduksi yang sehat dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Dari banyaknya faktor kesuburan laki-laki, salah satu yang sering dibahas adalah panas. Benarkah hal ini? Berikut sekilas penjelasan ilmiah di baliknya.

Sperma diproduksi dalam testikel yang dilindungi oleh lapisan kulit tipis bernama skrotum. Skrotum beserta dengan testikel berperan untuk menjaga suhu tubuh laki-laki agar ideal untuk pembentukan sperma. Ketika suhu terlalu rendah, skrotum menyusut dan otot berkontraksi agar testis mendekat ke dalam rongga tubuh dan tetap hangat. Sebaliknya, ketika suhu terlalu tinggi, skrotum melebar dan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan testis. Suhu dalam skrotum 3.1 °C lebih rendah daripada suhu tubuh normal manusia (37 °C). Peningkatan suhu skrotum hingga 3 °C saja pun bisa mengakibatkan penurunan jumlah sperma yang sehat. Ini juga alasan mengapa testikel dan skrotum biasanya tumbuh keluar dari rongga tubuh sebelum seorang bayi laki-laki dilahirkan. Jika testikel gagal tumbuh keluar sebelum tiba saat pembentukan sperma, sperma akan rusak akibat suhu yang lebih tinggi di dalam rongga tubuh (Jones & Lopez, 2014).

Beberapa jenis kegiatan sehari-hari bisa meningkatkan panas tubuh di area skrotum dan memengaruhi faktor kesuburan laki-laki secara negatif. Di bawah ini terdapat aktivitas-aktivitas yang menurut penelitian bisa mengurangi kualitas sperma, khususnya apabila sering dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain:

  • Mandi air hangat (Jones & Lopez, 2014)
  • Duduk terlalu lama (Durairajanayagam, 2018)
  • Memakai pakaian dalam yang ketat (Minguez-Alarcon, Gaskins, et al., 2018; Jurewicz, Radwan, Sobala, et al., 2013)
  • Memangku laptop di paha (Mortazavi, Taeb, et al., 2016)
  • Menggunakan sauna (Jones & Lopez, 2014)
  • Menyetir mobil (Jayachandra & Srinivasa, 2011)
  • Bersepeda (Durairajanayagam, 2018)

Bukan berarti Anda atau pasangan Anda tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas di atas sama sekali, namun tidak ada salahnya mengurangi frekuensi serta durasinya, khususnya jika sedang merencanakan keluarga. Akan tetapi, bila hal ini tidak memungkinkan, misalnya karena tuntutan pekerjaan, maka Anda bisa menggunakan berbagai strategi kreatif untuk meminimalisir risiko. Contohnya, apabila profesi Anda mengharuskan Anda untuk menyetir mobil selama sekian jam dalam sehari, Anda bisa mengatur suhu AC di dalam mobil, memakai celana panjang dari bahan katun yang adem, serta menggunakan pakaian dalam bermodel boxer yang memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Contoh lainnya, kalau Anda biasanya duduk berjam-jam di kantor, Anda bisa berdiri, meregangkan badan, atau berjalan kaki sedikit setiap beberapa jam sekali. Poin pentingnya adalah Anda bisa mengatur kebiasaan Anda agar lebih mendukung kesehatan reproduksi.

Baca juga : Bukan Sekadar Desain Kemasan, Ini Pengaruh Merokok Terhadap Kesuburan Laki-laki

Demikianlah penjabaran singkat mengenai bagaimana panas tubuh bisa memengaruhi kesuburan laki-laki. Selain itu, jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi soal faktor kesuburan laki-laki, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

Ini dia Kondom Enak yang Bisa Mempermudah Orgasme Perempuan

Tahukah Anda? Hanya 18% perempuan mendapatkan orgasme dari penetrasi vagina (Hill, 2019). Sisanya membutuhkan stimulasi tambahan. Ada berbagai cara yang bisa diterapkan untuk mempermudah orgasme perempuan. Salah satunya adalah dengan mengkombinasikan kondom yang enak dengan pemberian rangsangan ekstra pada klitoris perempuan.

Jika penis merupakan organ yang paling kaya akan sel-sel saraf pada laki-laki, klitoris merupakan padanannya pada perempuan. Bahkan, jumlah sel-sel saraf di klitoris hampir dua kali lipat lebih banyak daripada pada penis. Tonjolan kecil yang Anda lihat menyembul sedikit dari bawah tudungnya di antara lipatan labia minora perempuan hanyalah sebagian kecil dari ukuran klitoris yang sebenarnya, yaitu bagian dalam klitoris yang tersembunyi di dalam tubuh perempuan. Bila penis memiliki 4 fungsi: penetrasi, ejakulasi, sensasi, dan sebagai saluran urin, klitoris hanya memiliki satu fungsi, yaitu sensasi (Nagoski, 2015). Beberapa pakar di bidang seks bahkan meyakini bahwa apa yang selama ini disebut sebagai orgasme vagina dan orgasme G-spot sebenarnya adalah orgasme klitoris, hanya saja kebetulan melibatkan bagian dari klitoris yang tersembunyi di dalam (Hill, 2019). Oleh karena itu, setiap rangsangan ekstra di sekitar organ seks yang luar biasa ini berpotensi mempermudah orgasme perempuan, termasuk tekstur kondom yang enak.

Salah satu kondom bertekstur berkualitas yang bisa Anda gunakan adalah Kondom Sutra Gerigi. Tipis dan kuat, kondom transparan yang dilengkapi dengan bintil-bintil halus dan lembut ini didesain sedemikian rupa untuk memberikan kenikmatan maksimal ketika berhubungan seks. Teksturnya yang khas membantu menghasilkan sensasi yang lebih besar. Jika Anda memanfaatkannya dengan benar, kondom ini bisa membantu pasangan perempuan Anda mencapai orgasme. Misalnya, saat sedang foreplay, Anda bisa melakukan ‘pemanasan’ sekaligus memberikan stimulasi ekstra terlebih dahulu dengan menggesekkan bintil-bintil kondom di sekitar klitoris. Dengan demikian, Anda dapat membangun momentum dan membangkitkan gairah pasangan. Nantinya saat penetrasi, bintil-bintil tersebut akan membantu merangsang sel-sel saraf dari dalam. Nikmati waktu Anda, fokuskan perhatian Anda pada pasangan, dan tetap percaya diri, maka orgasme perempuan pun akan jauh lebih mudah dicapai.

Baca juga : Mengulik Rahasia Stroberi, Afrodisiak yang Sering Muncul dalam Aroma Kondom yang Enak

Tekstur kondom yang enak merupakan inovasi sederhana, namun ketika dikombinasikan dengan teknik serta skill bisa memberikan efek yang luar biasa terhadap kepuasan berhubungan seks. Yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkannya. Mudah-mudahan dengan informasi ini, Anda bisa mengembangkan kemampuan Anda memuaskan pasangan di tempat tidur. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin melakukan konsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Salah Satu Trik Mempertahankan Romansa Setelah Punya Anak

Sejak si kecil hadir, hidup Anda berubah. Jika dulu Anda bisa bekerja produktif 8 jam di pagi hingga siang hari, tidur 7-9 jam di malam hari, dan masih memiliki waktu serta energi yang cukup untuk menjalin romansa dengan pasangan di waktu luang, hal ini lebih sulit dilakukan di tengah kesibukan mengurus bayi. Tak perlu khawatir, sebab ada banyak cara agar asmara tetap bertahan di antara berbagai tantangan sebagai orangtua baru, mulai dari menggunakan kontrasepsi untuk ibu menyusui hingga mencari bantuan untuk mengurus si kecil agar Anda tetap bisa menikmati waktu berkualitas dengan pasangan. Berikut pembahasannya.

  • Menggunakan kontrasepsi
    Salah satu cara untuk mempertahankan romansa setelah punya anak adalah dengan berkontrasepsi. Dengan memberi jeda waktu antara anak pertama dengan anak berikutnya, Anda bisa mengalokasikan tenaga dan perhatian untuk kehidupan asmara. Jika Anda dan pasangan baru saja punya anak, ada beberapa jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang aman digunakan, misalnya pil KB Andalan Laktasi, suntikan KB 3 Bulan Andalan, dan Andalan Implan. Ketiganya hanya mengandung hormon progesteron saja, tanpa estrogen. Kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progesteron aman bagi ibu serta tidak memengaruhi kemampuan menyusui maupun kondisi kesehatan bayi (Phillips, Tepper, et al. 2016). Selain itu, ada juga alternatif lain yang bersifat non-hormonal, misalnya IUD Andalan TCu 380A Postpartum serta berbagai produk kondom seperti Fiesta, Andalan, dan Sutra.
  • Memanfaatkan jasa babysitter / anggota keluarga untuk membantu mengurus si keci
    Memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui merupakan langkah bijak untuk mencegah berkurangnya romansa akibat kehamilan berturut-turut, namun Anda juga tetap harus menentukan strategi agar si kecil yang sudah ada dalam timangan tidak memonopoli seluruh waktu Anda dan pasangan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mempekerjakan babysitter atau meminta bantuan anggota keluarga untuk mengurus si kecil beberapa kali seminggu. Dengan demikian, Anda punya lebih banyak waktu berkualitas untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan berdua saja dengan pasangan tanpa ada yang mengganggu.
  • Berbagi tugas dengan pasangan
    Faktanya, beban dari aktivitas sehari-hari bisa mengganggu kesehatan, baik dari segi fisik maupun psikologis, yang secara tidak langsung bisa mengurangi kepuasan dalam hubungan (Falconier, Nussbeck, et al., 2015). Oleh karena itu, upayakan untuk membagi tugas dengan pasangan. Jangan sampai tanggung jawab mengasuh anak dan seluruh urusan rumah tangga berat sebelah atau hanya dipikul oleh satu orang saja.
  • Menjadwalkan momen intim
    Kalau terus menunggu hingga waktu yang tepat muncul sendiri, bisa-bisa Anda dan pasangan tidak akan pernah menggunakan ranjang selain untuk tidur. Untuk menghindari hal ini, jadwalkan momen intim Anda seperti Anda menjadwalkan meeting di kantor, jadwal imunisasi si kecil, dan kegiatan-kegiatan penting lainnya. Misalnya, setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 20.00-20.30 adalah waktu untuk berdua. Tak usah mencemaskan apakah hubungan seks harus selalu terjadi, kalaupun ujung-ujungnya Anda sama-sama hanya ingin mengobrol, yang penting momen intim tersebut tetap ada. 

Baca juga : Ini Cara Kerja KB Susuk atau Implan, Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui yang Ampuh dan Aman

Dengan 4 trik tadi, romansa akan tetap hidup meskipun Anda sudah memiliki anak. Jika Anda punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi, hubungi layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459  pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang Anda sampaikan dijamin kerahasiaannya.

Keputihan? Jangan Sembarangan Membeli Jamu dan Obat Herbal

Keputihan, gatal-gatal, dan bau tidak sedap di sekitar vagina adalah 3 alasan paling umum yang mendorong perempuan untuk mencari pengobatan untuk organ reproduksinya (Ardestani, Aliahmadi, et al., 2018). Kalau Anda memasukkan kata kunci ‘keputihan’ di mesin pencari pada aplikasi toko-toko online, akan muncul puluhan ribu produk yang disebut-sebut bisa membantu mengatasinya. Sebagian besar merupakan jamu dan obat herbal yang diklaim memiliki khasiat yang luar biasa. Meskipun begitu, berikut 4 alasan mengapa Anda sebaiknya tidak sembarangan menggunakan produk-produk tersebut.

  • Tidak jelas kandungannya
    Dari sekian banyaknya jamu, obat herbal, serta batu kristal yang katanya bisa mengatasi keputihan, sedikit sekali yang mencantumkan kandungan dari produk-produk tersebut dengan rinci. Akibatnya, Anda tidak mengetahui apa yang Anda gunakan. Meskipun ulasannya bagus dan direkomendasikan orang lain, bisa saja kandungannya tidak cocok dengan tubuh dan kondisi kesehatan Anda.
  • Khasiat-khasiat yang diklaim kurang masuk akal
    Hati-hati dengan klaim yang sifatnya absolut pada produk herbal dan jamu, misalnya:
    “Terbuat dari 100% bahan alami, bisa mengobati semua gangguan kewanitaan”.
    Tanyakan semuanya secara kritis. Hanya karena suatu produk terbuat dari bahan alami, belum tentu aman dan ampuh. Apalagi jika mereka mengklaim belasan hingga puluhan khasiat yang berbeda di kemasan produknya. Hal ini tentunya meragukan.
  • Belum teruji secara ilmiah
    Sebelum digunakan konsumen, produk kesehatan yang baik harus melalui serangkaian tes dan penelitian ilmiah. Penelitian tersebut harus dilakukan oleh mereka yang memang memiliki izin, sudah ahli, dan terlatih di bidangnya. Itupun diikuti dengan aturan kontrol yang ketat. Subjeknya minimal sekian orang, harus dari latar belakang dan kelompok usia yang berbeda, dan sebagainya. Hasil penelitian tidak boleh dengan sengaja diarahkan agar sesuai dengan kemauan peneliti. Proses yang disusun sedemikian rupa ini dilakukan untuk menjamin bahwa produk yang dibuat memang aman, efektif, dan kalaupun memiliki efek samping, efek sampingnya masih bisa terkontrol dan tidak membahayakan. Obat-obat dokter dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit sudah melalui proses ini. Apakah Anda yakin bahwa obat herbal yang akan Anda beli sudah teruji dengan standar yang sama? Jika tidak, urungkan niat Anda.
  • Adanya keputihan tidak selalu menandakan masalah kesehatan dalam organ reproduksi
    Tidak semua keputihan itu berbahaya. Keputihan yang bening, tidak berbau, tidak menyebabkan gatal atau nyeri, serta volumenya tidak terlalu banyak adalah sesuatu yang normal (Sari, 2017; Hill, 2019). Vagina memang memiliki ekosistem bakterinya sendiri, namun tidak semua bakteri adalah bakteri buruk. Justru kalau Anda menggunakan produk yang membunuh semua bakteri, ini bisa mengganggu keseimbangan ekosistem vagina.

Baca juga : Keputihan Tanda Kehamilan vs Keputihan Biasa, Ini Bedanya

Demikianlah 4 alasan mengapa Anda sebaiknya tidak sembarangan membeli jamu dan obat herbal ketika keputihan. Kalau memang keputihan mengganggu Anda karena warnanya aneh, bercampur darah, baunya tidak sedap, serta menimbulkan rasa gatal atau sakit, langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter, agar dokter bisa memberikan penanganan yang memang sesuai bagi Anda. Selain itu, jika ingin berkonsultasi, Anda juga boleh menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

6 Alasan Krusial Mencegah Kehamilan di Tengah COVID-19

Di masa PSBB ini, banyak orang yang bekerja dari rumah. Salah satu efeknya, pasangan yang tinggal serumah punya lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama. Meskipun begitu, sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum berhubungan seks tanpa kontrasepsi. Soalnya, ini bukan momen yang tepat untuk punya anak. Selain karena ancaman virus corona itu sendiri, berikut 6 alasan krusial untuk mencegah kehamilan di tengah pandemik COVID-19:

  1. Kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan di masa kehamilan lebih sulit
    Karena tingginya kebutuhan akan tenaga medis di masa corona ini, banyak rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang hanya melayani pasien dengan kondisi serius. Akibatnya, pelayanan medis lainnya sangat terbatas. Padahal, agar kehamilan aman, dibutuhkan beberapa kali kunjungan pemeriksaan ke dokter atau bidan (Griffey, 2010).
  2. Fasilitas pendukung persiapan kehamilan banyak yang sedang tutup
    Kelas yoga untuk pasangan hamil, kelas edukasi untuk calon orangtua, dan layanan fotografi kehamilan banyak yang sedang tutup. Fasilitas-fasilitas pendukung seperti tadi memang bukan sesuatu yang wajib ada, namun tentunya bisa membuat proses kehamilan lebih lancar dan lebih dinikmati. Sebaliknya dengan ketiadaan fasilitas-fasilitas pendukung, kehamilan bisa menjadi suatu proses yang menegangkan.
  3. Risiko gangguan kesehatan ketika hamil di masa COVID-19 lebih tinggi
    COVID-19 memiliki risiko penularan yang tinggi. Oleh karena itu, perempuan hamil harus menjalani rapid test /swab test / PCR test terlebih dahulu sebelum dilayani dokter. Banyak rumah sakit juga mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan biaya yang dibebankan pada pasien. Akibatnya, banyak sekali biaya yang perlu dikeluarkan demi tetap bisa hamil dengan sehat.
  4. Bahan pangan dan vitamin langka serta semakin mahal harganya
    Sebagaimana diberitakan CNBC akhir April lalu (CNBC, 2020), saat harga masker kembali normal, harga vitamin justru semakin tinggi. Vitamin semakin susah didapatkan. Di samping itu, beberapa jenis bahan pangan juga mengalami kenaikan harga dan kelangkaan. Padahal, jika Anda dan pasangan sedang mempersiapkan kehamilan, Anda perlu memikirkan nutrisi serta vitamin untuk dikonsumsi agar calon bayi tumbuh sehat.
  5. Lebih rentan terhadap stres
    Di masa pandemik ini ada banyak sekali faktor penyebab stres. Beberapa di antaranya misalnya kecemasan terkait corona, kesulitan finansial, serta kejenuhan yang muncul karena harus di rumah terus. Perempuan hamil sebaiknya menghindari berbagai sumber stres, namun ini sangat sulit diterapkan di tengah krisis corona (Washington Post, 2020).
  6. Tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar ataupun membuat acara perayaan
    Saat hamil, Anda dan pasangan Anda mungkin ingin bersama keluarga besar untuk mendapatkan dukungan serta merayakan kehamilan dengan berbagai tradisi adat istiadat ataupun ritual agama. Akan tetapi, acara-acara seperti tadi tidak diperbolehkan di masa corona karena adanya kerumunan orang dikhawatirkan bisa menyebarkan virus. Oleh karena itu, jika ini penting bagi Anda, sebaiknya Anda dan pasangan mencegah kehamilan hingga wabah corona berlalu.

Baca juga : Mencegah Kehamilan Sambil Merawat Kulit dengan Pil KB, Lakukan … Hal Ini

Itulah 6 alasan krusial mencegah kehamilan di tengah COVID-19. Jika Anda ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Masih Ada Harapan, Ini Cara Bangkit dari Kekerasan Seksual dengan Kontrasepsi Darurat

Terdapat lebih dari 430.000 kasus kekerasan terhadap perempuan yang tercatat di Indonesia pada tahun lalu (CATAHU, 2019). Belum lagi jumlah kasus yang tidak dilaporkan. Banyak dari kekerasan terhadap perempuan merupakan kekerasan seksual. Karena hal ini masih tabu, tidak mengherankan jika korban seringkali kebingungan ketika berusaha mencari bantuan. Akan tetapi, jangan kehilangan harapan jika ini terjadi pada Anda. Proses bangkit dari kekerasan memang memakan waktu dan tidak selalu mudah, namun dengan melaluinya Anda bisa kembali memegang kendali atas kehidupan Anda dan memulai proses pemulihan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, mulai dari memilih kontrasepsi darurat, mengikuti konseling, hingga mencari bantuan hukum. Berikut pembahasannya.

  • Memilih alat kontrasepsi darurat
    Kalau Anda khawatir mengenai kemungkinan terjadinya kehamilan akibat pemerkosaan, langkah pertama yang bisa Anda ambil adalah menggunakan alat kontrasepsi darurat. Ada dua jenis alat kontrasepsi darurat, yaitu pil kontrasepsi darurat dan IUD tembaga. Pil kontrasepsi darurat, misalnya Andalan Postpil, bisa mencegah kehamilan hingga maksimal 120 jam (5 hari) setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman. Meskipun begitu, pil kontrasepsi darurat lebih efektif bila dikonsumsi sesegera mungkin.
    Selain itu, Anda juga bisa menggunakan IUD seperti IUD Andalan TCu 380A. IUD tembaga punya tingkat efektivitas 99,9% dalam mencegah kehamilan, namun juga harus dipasang oleh dokter atau bidan paling lambat 5 hari setelah terjadinya hubungan seks (Hill, 2019). Kalau pembuahan sel telur oleh sperma sudah terlanjur terjadi, baik Postpil maupun IUD tidak bisa menyebabkan keguguran ataupun membatalkan kehamilan. Dalam kasus ini, Anda sebaiknya mendiskusikan solusi lain dengan dukungan tenaga medis profesional.
  • Bercerita kepada orang yang Anda percaya atau memanfaatkan jasa konseling
    Walaupun sulit, cobalah bercerita pada seseorang yang Anda percaya. Bila Anda tidak memilikinya, gunakan jasa profesional seperti psikolog / konselor. Anda bisa mendapatkan layanan konseling di puskesmas, rumah sakit, praktek psikolog / psikiater, dan berbagai institusi yang bergerak di bidang advokasi hak-hak perempuan serta korban kekerasan seksual.
  • Mencari bantuan medis apabila memang diperlukan
    Dalam beberapa kasus, Anda mungkin membutuhkan dukungan medis. Kalau berat untuk pergi sendiri ke rumah sakit atau klinik, baik karena ragu, takut, atau malu, ajaklah orang yang Anda percaya untuk menemani Anda. Dengan demikian, Anda bisa segera mendapatkan penanganan. Upayakan untuk tidak mengabaikan luka, memar, dan cedera lainnya agar tidak terjadi pendarahan atau infeksi.
  • Gunakan bantuan untuk pemrosesan kasus secara hukum
    Jika Anda sudah siap, Anda bisa menempuh jalur hukum. Ada banyak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bisa memfasilitasi proses ini. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan keadilan. Akan tetapi, bila ini berat, Anda juga boleh memilih untuk tidak melakukannya. Semua pilihan Anda valid.

Baca juga : 6 Hoax yang Sering Anda Dengar Mengenai Kontrasepsi Darurat

Dengan mengetahui cara memilih kontrasepsi darurat dan tempat untuk mencari bantuan medis, psikologis, serta legal, Anda bisa bangkit dari kekerasan seksual. Untuk konsultasi lebih lanjut, Anda pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.