Trik Menjaga Kesehatan Reproduksi Pasangan Ketika Anda Punya Infeksi Menular Seksual

Terkena infeksi menular seksual (IMS) mungkin terdengar sangat menyeramkan, namun bukan akhir dunia. Anda tidak harus melajang seumur hidup hanya karena status kesehatan tersebut. Masih ada kesempatan bagi Anda untuk menjalani hubungan romantis. Yang terpenting adalah mengetahui cara yang tepat untuk melindungi kesehatan reproduksi pasangan Anda. Berikut beberapa di antaranya.

  • Mencari penanganan medis untuk diri sendiri
    Cara terbaik untuk melindungi pasangan Anda adalah dengan mendapatkan penanganan medis untuk kesehatan reproduksi Anda sendiri. Ingat bahwa sebagian besar IMS seperti gonorrhea, klamidia, sifilis, trikomonas dan kutu kelamin dapat disembuhkan, asalkan cepat dideteksi. Beberapa jenis IMS lainnya seperti herpes dan HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan secara permanen, namun bisa dikontrol agar dampaknya minim serta kemungkinan penularannya semakin rendah dengan menggunakan obat-obatan (Dweck & Westen, 2017).
  • Mengajak pasangan memeriksakan diri dan melakukan vaksinasi bila memungkinkan
    Seks yang lebih aman bukan hanya soal apa yang Anda lakukan bersama pasangan di ranjang, namun juga soal seberapa sering Anda dan pasangan memeriksakan diri. Tes IMS sebaiknya dilakukan minimal sekali setahun (Perez, 2019). Lakukan lebih rutin lagi jika banyak melakukan tindakan seksual berisiko. Khusus untuk HPV, tersedia juga vaksinasi (Dweck & Westen, 2017). Bila memungkinkan, upayakan agar pasangan Anda mendapatkan vaksinasi tersebut.
  • Mempraktekkan strategi-strategi seks yang lebih aman
    Selama Anda dan pasangan tetap berhubungan seks, risiko terkena IMS tidak bisa hilang sepenuhnya. Meskipun begitu, untuk mengurangi risiko tersebut secara signifikan, Anda bisa menggunakan kondom dengan benar dan konsisten setiap kali hubungan seks dilakukan. Kondom harus dipakai sejak awal, saat penis sudah mulai tegang, hingga sesaat setelah ejakulasi selesai, sebelum penis mengecil kembali. Pegang pangkal kondom ketika melepasnya agar sperma tidak merembes keluar (Westheimer & Lehu, 2019). Pastikan stok kondom selalu tersedia ketika diperlukan, tanggal kadaluarsa masih jauh, dan semua kondom tersimpan di tempat yang aman bebas dari benda-benda tajam, bahan kimia, dan paparan sinar matahari.
  • Menghindari aktivitas seksual hingga infeksi berakhir
    Dalam beberapa kasus IMS tertentu, dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk menghindari seks yang melibatkan segala bentuk penetrasi alias masuknya penis ke dalam mulut, vagina, atau anus selama beberapa waktu, khususnya saat infeksi masih ada. Meskipun begitu, Anda dan pasangan masih bisa melakukan berbagai aktivitas lainnya. Berpelukan, berciuman, berbaring sekasur, berenang bareng, ataupun menggunakan toilet yang sama tidak akan menularkan IMS, kecuali pada kasus herpes atau kutu kelamin (Witton, 2017).

Baca juga : Seks Oral Tanpa Kondom, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Reproduksi

Demikianlah beberapa tips menjaga kesehatan reproduksi pasangan ketika Anda punya infeksi menular seksual. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai topik ini, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang Anda sampaikan dijamin kerahasiaannya.