4 Strategi Mudah Menjaga Kebersihan Vulva di Toilet Umum

Menggunakan toilet umum seringkali menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Soalnya, toilet umum yang kebersihannya relatif terjaga sangat sedikit, khususnya di Indonesia. Menurut Edward D’Silva, pimpinan Public Health Council di Singapura yang merupakan salah satu negara paling bersih di dunia, memang betul bahwa pemilik bangunan fasilitas umum harus memastikan bahwa toilet-toilet yang tersedia selalu bersih, meskipun begitu, masyarakat juga harus membangun kebiasaan pemakaian toilet higienis (Public Hygiene Council of Singapore, 2020). Bagi perempuan, hal ini khususnya perlu diperhatikan, sebab kebiasaan buruk di toilet bisa berdampak negatif terhadap kesehatan organ reproduksi, baik bagian luar (vulva), maupun bagian dalam (vagina). Berikut beberapa strategi mudah untuk menjaga kebersihan vulva di toilet umum.

  • Menyemprot dudukan toilet dengan sanitizer
    Bila memungkinkan, gunakan pelapis alas duduk toilet (disposable toilet seat cover). Kalau Anda tidak memilikinya, semprotlah dudukan toilet dengan sanitizer terlebih dahulu untuk membunuh bakteri dan virus yang menempel. Soalnya, penelitian menemukan bahwa ada 77.000 jenis bakteri dan virus yang berbeda di toilet umum (Gibbons, Schwartz, et al., 2015), dengan jumlah yang didominasi oleh bakteri-bakteri feses, influenza, streptococcus, E. coli, hepatitis, staphylococcus aureus, salmonella, shigella, dan novovirus.
  • Membersihkan vulva dari depan ke belakang
    Memang lebih mudah untuk membersihkan vulva dari belakang ke depan, karena Anda tidak perlu terlalu membungkuk. Meskipun begitu, ini adalah cara yang salah. Menurut Dokter Luke Powles, seorang pakar kesehatan dari Inggris, akan lebih aman bila Anda membersihkan vulva dari depan ke belakang, soalnya ini bisa mencegah bakteri dari anus untuk terdorong masuk ke dalam saluran kencing (uretra) yang posisinya berdekatan. Ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).  
  • Menggunakan pembersih khusus
    Saat membersihkan diri, bersihkan bagian luar / vulva saja, hindari membersihkan hingga ke dalam vagina, sebab tindakan ini bisa menyebabkan iritasi dan ketidakseimbangan ekosistem bakteri. Akibatnya, Anda akan lebih rentan terkena penyakit. Bila ingin menggunakan pembersih, jangan membelinya sembarangan, sebab tidak semua tisu pembersih boleh digunakan di area vulva. Pilihlah tisu basah yang lembut, memiliki tingkat pH (keasaman) yang cocok, dan telah teruji secara dermatologis. Misalnya, Andalan Fresh Intimate Wipes yang telah diformulasikan dengan kombinasi lactic acid dan bahan-bahan alami, seperti kandungan aloe vera yang melembabkan, ekstrak sirih sebagai anti-bacterial alami, serta ekstrak chamomile dan peppermint yang kaya akan antioksidan. Selain praktis digunakan, Andalan Fresh Intimate Wipes aman bagi siapapun, mulai dari remaja, ibu hamil, hingga yang sudah menopause.
  • Menutup toilet sebelum menekan tombol flush
    Setelah melakukan ketiga langkah di atas, pastikan bahwa Anda menutup toilet sebelum menekan tombol flush. Soalnya, bakteri dan virus biasanya akan terciprat keluar akibat tekanan air saat penyiraman tinja atau feses (Knowlton, Boles, et al., 2018). Bila ini terjadi, langkah-langkah lain yang sudah Anda terapkan untuk menjaga kebersihan vulva tadi akan sia-sia.

Baca juga : Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona

Itulah beberapa strategi mudah yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kebersihan vulva di toilet umum. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.