Ini Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Menurut data terakhir WHO, sebanyak 422 juta orang di dunia hidup dengan diabetes pada tahun 2014. Jumlah tersebut terus diprediksi akan terus meningkat. Diabetes tidak bisa disembuhkan secara permanen, namun bisa dikontrol, khususnya jika dideteksi sejak dini. Beberapa hal yang harus dikontrol ketika hidup dengan diabetes misalnya pola makan, olahraga, dan pengobatan. Selain itu, pemilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi diabetes juga penting.

Dalam diagram kriteria kelayakan medis dalam penggunaan kontrasepsi yang diadaptasi dari WHO, dijelaskan mengenai kecocokan masing-masing jenis alat kontrasepsi dengan tiap-tiap kondisi medis. Bagi yang menderita diabetes, pilihan paling aman merupakan IUD tembaga. Metode kontrasepsi yang satu ini dapat digunakan oleh penderita diabetes dalam setiap keadaan.

Ini Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Diabetes

IUD tembaga berukuran mungil, berbentuk seperti huruf T, dan dipasang di dalam rahim oleh tenaga medis terlatih. Tergantung dari jenisnya, IUD tembaga bisa mencegah kehamilan selama 10 tahun (Dweck & Westen, 2017). IUD tembaga tidak mengandung hormon. Cara kerjanya adalah dengan melepas ion-ion tembaga yang bersifat toksik bagi sperma.  Beberapa jenis IUD tembaga berkualitas yang layak dipertimbangkan misalnya IUD Andalan TCu 380A, IUD Andalan Cu 375 Sleek, dan IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag.
Selain IUD tembaga, menurut diagram kriteria kelayakan medis WHO dalam penggunaan kontrasepsi, penderita diabetes juga secara umum bisa menggunakan alat-alat kontrasepsi berikut:

  • Pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja (pil mini)
    Pil KB progesteron bekerja dengan melepas hormon untuk mengurangi ketebalan dinding rahim, menebalkan lendir leher rahim, dan menghambat proses pelepasan sel telur dari indungnya (Hill, 2019). Untuk menggunakannya, pil KB jenis ini harus dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama. Contohnya seperti Pil KB Andalan Laktasi yang mengandung 0,5 mg Linestrenol (hormon progesteron) dalam setiap tabletnya. 

  • KB implan
    Serupa dengan pil KB progesteron, KB implan juga melepas hormon yang sama. Bedanya, implan di pasang di bawah permukaan kulit di bagian lengan atas oleh tenaga medis terlatih. Ukurannya seperti korek api. Tergantung jenisnya, implan bisa melindungi pemakainya dari kehamilan hingga 4 tahun lamanya. Salah satu produk implan populer di Indonesia misalnya Andalan Implan berbatang dua dengan 75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron) di setiap batangnya.

  • IUD hormonal
    Seperti IUD tembaga, IUD hormonal juga berbentuk seperti huruf T, berukuran mungil, dan ditempatkan di dalam rahim oleh dokter atau bidan. Bedanya, IUD hormonal tidak mengeluarkan ion-ion tembaga, melainkan mengeluarkan hormon progesteron. IUD hormonal bisa efektif selama 3-5 tahun. Cara kerjanya adalah dengan menipiskan lapisan dinding rahim dan menebalkan lendir rahim (Dweck & Westen, 2017).

Bagaimana dengan pil KB kombinasi, suntik KB 1 bulanan, dan suntik KB 3 bulanan? Ketiganya secara umum dapat digunakan, namun ada syaratnya. Pertama, tidak boleh ada komplikasi pada kondisi diabetes. Kedua, belum menderita diabetes lebih dari 20 tahun. Kalau kedua syarat tadi tidak terpenuhi, maka pil KB kombinasi, suntik KB 1 bulanan, dan suntik KB 3 bulanan tidak dapat digunakan.

Baca juga: Ingin Suntik KB Namun Takut Disuntik? Ini 6 Strategi untuk Mengalahkan Ketakutan Anda

Itulah sekilas informasi mengenai pilihan kontrasepsi yang aman untuk penderita diabetes. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Lebih Deras dengan IUD Tembaga, Apakah Normal?

Baru bulan pertama menggunakan IUD tembaga, menstruasi tiba-tiba menjadi semakin deras. Bagi yang belum mengenal IUD, wajar saja jika muncul rasa panik akibat perubahan pola siklus bulanan yang mendadak ini. Akan tetapi, hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar dan sama sekali tidak berbahaya. Berikut sekilas penjelasannya.

IUD merupakan alat kontrasepsi mungil dari bahan plastik yang berbentuk seperti huruf T dan dipasang di dalam rahim (Dweck & Westen, 2017). Ada dua macam IUD, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. IUD hormonal melepas hormon-hormon untuk membantu tubuh mencegah kehamilan, sedangkan IUD tembaga melepaskan ion-ion yang bersifat toksik bagi sperma.

Bagi yang ingin mencegah kehamilan untuk jangka waktu panjang, IUD sangat berguna. Tergantung dari jenisnya, masa perlindungannya bisa mencapai beberapa tahun. Sebagai contoh, IUD Andalan TCu 380A bisa melindungi penggunanya selama 10 tahun untuk sekali pakai, IUD Andalan TCu 375 melindungi pemakainya hingga 5 tahun, dan IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag efektif hingga 3 tahun. Bila pemakai IUD sudah ingin merencanakan kehamilan sebelum masa perlindungan IUD selesai, IUD juga bisa dilepas lagi dengan mudah oleh tenaga medis tanpa konsekuensi apapun terhadap kesuburan. Karena sifatnya yang sangat praktis, efektif, tahan lama, dan non-permanen, tidak mengherankan jika banyak yang memilih untuk menggunakan IUD.

Salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran ketika menggunakan IUD adalah volume menstruasi. Pasalnya, ketika memakai IUD hormonal, menstruasi bisa menjadi kurang teratur, sering disertai dengan spotting, bahkan kadang tidak terjadi sama sekali (amenorrhea). Sedangkan ketika menggunakan IUD tembaga, volume menstruasi bisa bertambah berat dan semakin panjang durasinya. Perubahan pola menstruasi seperti menstruasi yang tidak teratur, lebih deras, lebih lama, disertai dengan bercak-bercak, atau justru absen sering ditakutkan bisa mengurangi kesuburan, sebab menstruasi sering dipersepsikan sebagai simbol alami dari femininitas. Padahal, perubahan-perubahan pola menstruasi merupakan hal yang normal ketika perempuan menggunakan alat kontrasepsi modern dan tidak akan mengganggu kesehatan (Rademacher, Sergison, et al., 2018). Tenaga kesehatan biasanya sangat disarankan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai perubahan pola menstruasi yang akan terjadi dengan pemakaian tiap jenis kontrasepsi, bukan untuk menakut-nakuti, namun justru agar kamu sebagai calon pengguna kontrasepsi bisa lebih mempersiapkan diri dan tetap santai ketika mengalaminya.

Jadi, meskipun bisa mengubah volume menstruasi, IUD tetap aman bagi kesehatan. Pertanyaan yang tak kalah penting, apakah volume menstruasi yang lebih deras ketika memakai IUD tembaga membuat pemakainya jadi nggak nyaman? Dari sebuah penelitian jangka panjang yang dilakukan terhadap 918 pengguna IUD tembaga, ditemukan bahwa baik mereka yang volume menstruasinya berat maupun ringan tetap melanjutkan pemakaian IUD setelah setahun (Hobby, Zhao & Peipert, 2018). Hal ini menunjukkan bahwa volume menstruasi yang deras bukanlah suatu masalah yang membuat orang jadi enggan melanjutkan pemakaian IUD.

Baca juga: Sehabis Pasang KB Susuk Tak Boleh Kerja Berat, Betulkah?

Mudah-mudahan dengan penjelasan singkat tadi, kamu jadi lebih tenang dan bisa memilih jenis IUD tembaga yang cocok untuk kebutuhanmu dengan lebih percaya diri. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Tahun Baru, Sensasi Baru dengan Kondom Bertekstur Luar Biasa

Memasuki tahun 2021, setiap orang mempunyai resolusi baru. Meski resolusi pribadi bisa berbeda-beda, pengalaman bercinta yang lebih dahsyat tentunya ada di dalam bucketlist tahun baru hampir setiap pasangan. Tak perlu jauh-jauh mencari inspirasi, kondom Fiesta Max Dotted  hadir sebagai solusi sensasi baru dengan teksturnya yang luar biasa.
Menggunakan kondom mungkin bukan merupakan hal pertama yang terpikirkan ketika sedang merencanakan strategi untuk menghilangkan rasa jenuh dan kebosanan dalam berasmara. Kondom seringkali dianggap sebatas alat pelindung dari risiko kehamilan saja. Padahal, selain bisa mengurangi risiko kehamilan dan menurunkan risiko terkena infeksi menular seksual hingga 80% (WHO), kondom juga bisa menjadi alternatif penambah sensasi.

Rahasianya adalah dengan menggunakan kondom untuk memberikan rangsangan ekstra ketika menggesekkan penis pada vagina dan klitoris. Klitoris memiliki sekitar 8.000 ujung saraf yang terkemas dengan padat, struktur biologis yang menjadikannya satu-satunya organ yang fungsinya hanya untuk memberikan kepuasan seksual. Hanya 18% perempuan yang bisa mencapai orgasme melalui penetrasi vagina saja, sisanya membutuhkan stimulasi tambahan pada klitoris (Hill, 2019).

Untuk menerapkan strategi ini, tak bisa menggunakan sembarang kondom, sebab tak semua kondom memiliki tekstur yang tepat. Semakin kompleks teksturnya, semakin dahsyat efek rangsangan yang dihasilkan dari tiap gesekan. Oleh karena itu, pilihlah kondom dengan kombinasi beberapa tekstur sekaligus. Kondom Fiesta Max Dotted telah didesain sedemikian rupa dengan berbentuk roket dan memiliki bintil-bintil cinta yang 80% lebih lebar serta 200% lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya (Fiesta Dotted).

Tahun Baru, Sensasi Baru dengan Kondom Bertekstur Luar Biasa

Dengan bintil-bintil yang lebih lebar dan besar, tentunya area sensitive perempuan  akan merasakan sensasi yang luar biasa serta lebih puas. Konturnya dijamin memberikan kenyamanan dan kesempurnaan saat digunakan.

Tak hanya bisa digunakan pada penis, kondom bertekstur juga bisa digunakan untuk melapisi sex toys. Misalnya, dengan memasang kondom pada vibrator, dildo, atau plug. Baik petualangan solo ataupun berdua, manfaatnya tetap terasa dengan kondom bertekstur luar biasa.

Bagi pasangan yang menginginkan rangsangan ekstra namun punya organ seksual yang sensitif, bisa juga menggunakan pelumas bersamaan dengan kondom yang bertekstur. Pilihlah pelumas berbahan dasar air, sebab kebanyakan kondom terbuat dari bahan lateks dan pelumas berbahan dasar minyak bisa merusak kondom lateks. Beberapa contoh produk pelumas yang bisa digunakan secara aman bersama dengan kondom lateks misalnya seperti Sutra Lubricant, Lubricant Fiesta Natural, Lubricant Fiesta Aloe Vera, dan Lubricant Fiesta Strawberry.

Baca juga: Kembalikan Momen New Normal Bersama Pasangan dengan Karna Sutra Games

Jadi, tunggu apa lagi? Wujudkan resolusi tahun barumu dan rasakan sensasi baru dengan kondom Fiesta Max Dotted. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

Menginginkan variasi dalam kehidupan seksual merupakan sesuatu yang wajar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan agar seks tak terasa monoton, seperti menggunakan kostum erotis, bercinta di luar kamar tidur, atau mencoba posisi seksual baru. Salah satu yang juga sering ditanyakan adalah mengenai seks anal. Bisakah seks anal dilakukan dengan aman?

Seks anal merupakan seks yang dilakukan dengan memasukkan penis, dildo, atau vibrator ke dalam anus pasangan. Anus memiliki banyak ujung-ujung saraf yang sensitif, sehingga seks anal bisa memberikan kepuasan seksual, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun tak bisa menyebabkan kehamilan, seks anal dianggap sebagai seks yang berisiko tinggi. Berikut beberapa alasannya (Westheimer & Lehu, 2019).

  • Bakteri dari feses banyak berada di sekitar anus.
  • Bagian dalam anus memiliki banyak lipatan, sehingga sulit untuk benar-benar bersih, meskipun menggunakan enema.
  • Anus tidak sefleksibel vagina, sehingga kemungkinan kulit di sekitar anus luka atau robek saat berhubungan seks lebih tinggi. Bila anus terluka, risiko terkena infeksi menular seksual (IMS) lebih besar.

Bagaimanapun caranya, seks anal tidak akan bisa dilakukan dengan 100% aman. Risikonya bagi kesehatan akan selalu ada. Meskipun demikian, ada strategi-strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko dari seks anal. Sebelum melakukan seks anal, lakukan hal-hal berikut ini.

  • Berdiskusi dulu mengenai kenyamanan pribadi dan kenyamanan pasangan.
    Tidak semua orang nyaman dengan seks anal, jadi pastikan terlebih dahulu bahwa kamu dan pasanganmu memang sama-sama mau. Jangan sampai salah satu pihak hanya melakukannya karena merasa terdesak atas keinginan yang lain. Jika dilakukan dengan terpaksa, otot-otot di sekitar anus akan semakin menegang, seks akan terasa sakit, dan pengalaman seks anal bisa menjadi sebuah momen traumatis.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Membersihkan anus.
    Membersihkan dengan tisu basah saja tidak cukup, cucilah anus dengan benar sebelum penetrasi (Westheimer & Lehu, 2019). Kalau perlu, gunakan enema. Pada akhirnya, anus tidak akan bisa betul-betul bersih dan bebas bakteri, namun lebih baik membersihkannya daripada tidak sama sekali bila memang kamu akan melakukan seks anal.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Memakai kondom.
    Untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri dan infeksi menular seksual (IMS), pakailah kondom sebelum berhubungan seks anal (Siegler, Rosenthal, et al., 2019). Bila kamu melakukan seks vaginal setelah seks anal, jangan menggunakan kondom yang sama. Gantilah dengan kondom baru, agar bakteri dari anus tidak menyebar. Kalau bisa, cucilah penis atau sex toys terlebih dahulu sebelum berpindah dari anus ke vagina.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Menggunakan pelumas.
    Berbeda dengan vagina, anus tidak bisa memproduksi cairan pelumas alaminya sendiri. Oleh karena itu, disarankan menggunakan pelumas saat melakukan seks anal (Perez, 2019). Hindari menggunakan lotion sembarangan untuk menggantikan pelumas, sebab ini bisa merusak kondom. Gunakanlah pelumas yang mengandung bahan dasar air yang aman digunakan di area sensitif dan tidak menyebabkan iritasi. Kamu bisa  memilih lubrikan yang sudah sesuai dengan standar mutu internasional, misalnya seperti Sutra Lubricant, Lubricant Fiesta Natural, Lubricant Fiesta Aloe Vera, dan Lubricant Fiesta Strawberry.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

Baca juga: Tips Berdiskusi dengan Pasangan Soal Kebutuhan Memakai Pelumas

Itulah paparan singkat mengenai seks anal, risikonya, dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risikonya. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Pil KB Mengurangi Rambut-rambut Halus di Wajah, Dada, dan Punggung Perempuan, Betulkah?

Sekitar 5-10% perempuan usia subur mengalami hirsutisme, suatu kondisi yang membuat rambut-rambut halus tumbuh di area wajah, dada, dan punggung, bagian-bagian tubuh yang biasanya hanya berbulu pada laki-laki (Mihailidis, Dermesropian, Taxel, et al., 2017). Bagi perempuan yang mengalaminya, pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan ini sering menyebabkan ketidak-nyamanan secara psikologis dan secara emosional. Apalagi, dengan standar kecantikan di masyarakat yang menuntut perempuan untuk berkulit mulus.

Hirsutisme disebabkan oleh ketidak-seimbangan hormon, tepatnya hormon androgen yang berlebihan (Yilmaz & Yildiz, 2019). Oleh karena itu, banyak perempuan dengan gangguan hormonal juga mengalami hirsutisme. Salah satunya adalah pada kasus polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Bila gejala hirsutisme tergolong ringan hingga sedang, sebenarnya kondisi ini tidak membutuhkan intervensi apapun. Yang menentukan butuh atau tidaknya treatment adalah pasien itu sendiri (Mihailidis, Dermesropian, Taxel, et al., 2017). Jadi, kalau kamu mengalami hirsutisme dan merasa tidak terganggu, dokter tidak akan memberikan penanganan, namun jika kondisi hirsutisme membuat kamu tidak percaya diri, stres, malu, atau depresi, maka kamu akan diberikan penanganan.

Beberapa bentuk penanganan hirsutisme adalah dengan teknologi kosmetik, minum pil KB dan terapi antiandrogen, serta mengubah pola hidup (Barrionuevo, Nabhan, Altayar, et al., 2017). Dari ketiga cara tersebut, teknologi kosmetik seperti laser bisa membantu menghilangkan rambut-rambut halus, namun tak bisa mengatasi penyebab hormonal dari hirsutisme itu sendiri. Treatment laser untuk hirsutisme populer karena efek sampingnya yang lebih minim dibandingkan dengan mencukur atau waxing, waktu pengerjaannya lebih singkat, serta hasilnya bertahan lebih lama sebelum rambut tumbuh kembali (Bhat, Bashir, et al., 2020). Akan tetapi, solusi ini hanya bersifat sementara dan tidak menargetkan akar masalahnya.

Bagaimana dengan pil KB dan terapi antiandrogen? Berbeda dengan penanganan kosmetik, penanganan dengan pil KB dan terapi antiandrogen berfokus pada upaya untuk menyeimbangkan kembali kadar hormon di dalam tubuh. Dengan demikian, pertumbuhan rambut dibatasi dari dalam. Tingkat kesuksesannya sangat baik. Menurut sebuah penelitian jangka panjang, pil KB kombinasi hormon estrogen dan progesteron serta terapi antiandrogen efektif dalam penanganan hirsutisme (Ezeh, Huang, et al., 2017). Untuk bisa sukses menangani hirsutisme dengan gabungan pil kombinasi dan terapi antiandrogen, dibutuhkan waktu setidaknya 6-9 bulan (Hammerstein, Meckies, et al., 1975; Ezeh, Huang et al., 2017). Semakin lama durasi terapi, semakin tinggi juga kepuasan pasien. Memang dibutuhkan proses, tetapi hasilnya memuaskan.

Pil KB Mengurangi Rambut-rambut Halus di Wajah, Dada, dan Punggung Perempuan, Betulkah?

Salah satu pilihan Pil KB yang bisa bantu kamu untuk mengurangi gejala hirsutisme adalah Pil KB Elzsa. Dengan kombinasi cyproterone acetate (hormon progesteron) dan ethinylestradiol (hormon estrogen), Elzsa bisa membantu menjaga kestabilan hormon. Cyproterone acetate menghambat produksi androgen dari ovarium, sedangkan ethinylestradiol meningkatkan produksi sex hormone binding globulin (SHBG) yang mengurangi sirkulasi androgen yang sudah ada (Franks, Layton & Glasier, 2007). Elzsa telah teruji secara klinis dan disesuaikan dengan kebutuhanmu, sehingga minim efek samping, tidak menyebabkan kenaikan berat badan maupun gangguan kesuburan.

Baca juga: Tampil Cantik, Glowing, dan Terlindungi dengan Elzsa

Itulah sekilas informasi mengenai manfaat pil KB dalam mengatasi gejala hirsutisme. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Begini Cara Kerja Test Pack dalam Mendeteksi Kehamilan

Cara paling mudah untuk mendeteksi kehamilan adalah dengan menggunakan test pack. Dijual secara bebas, test pack bisa dibeli tanpa resep dan digunakan di rumah. Menginter-pretasikan hasilnya pun bisa dilakukan sendiri tanpa butuh bantuan dokter atau bidan.

Test pack bekerja dengan mendeteksi kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam urin. Setelah sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma mulai menempel di dinding rahim, sel tersebut biasanya akan mengeluarkan hormon hCG. Di awal masa kehamilan, kadar hCG bisa meningkat secara drastis dan berlipat ganda setiap 2-3 hari sekali (Jensen & Stewart, 2015).

HCG mulai bisa dideteksi oleh test pack dengan kepekaan yang tinggi paling cepat 7 hari setelah pembuahan (Regan, 2019). Hasil test pack bisa saja negatif apabila digunakan terlalu dini atau jika kadar hCG di dalam urin masih terlalu rendah. Jadi, biasanya test pack disarankan untuk digunakan beberapa hari setelah lewatnya jadwal menstruasi.

Begini Cara Kerja Test Pack dalam Mendeteksi Kehamilan

Salah satu brand test pack populer berkualitas tinggi di Indonesia adalah Andalan Pregnancy Test.    Test pack berbentuk strip yang satu ini memiliki tingkat kepekaan hingga 25ml hCG/ml urin. Keakuratannya pun mencapai 99%.

Untuk menggunakan test pack, caranya sangat mudah.

  • Carilah sebuah wadah yang bersih dan kering untuk menampung urin.
  • Bila memungkinkan, usahakan untuk buang air kecil pertama kali di pagi hari, sebab kadar hCG saat bangun tidur biasanya paling tinggi.
  • Buka kemasan aluminium dan keluarkan strip untuk menguji.
  • Selama setengah menit, celupkan strip ke dalam sampel urin hingga bagian bawah garis biru terendam.
  • Angkat kembali strip yang baru dicelupkan dan tunggulah 1-3 menit.
  • Periksalah hasil tes yang muncul.

Bagaimana caranya tahu bila hasilnya positif? Ketika hCG bersentuhan dengan urin, warna pada stripnya akan berubah. Pertama, satu buah garis biru akan muncul untuk menandakan bahwa alat tesnya berfungsi. Beberapa menit kemudian, akan muncul garis biru kedua untuk menandakan adanya kehamilan (Regan, 2019). Ada baiknya menggunakan test pack lagi untuk yang kedua kalinya sekitar seminggu setelah penggunaan test pack yang pertama. Soalnya, sel telur yang sudah dibuahi masih bisa gagal menempel di dinding rahim dan menyebabkan hasil tes yang sebelumnya sudah positif disusul dengan hasil negatif. Kalau hal ini terjadi, beberapa hari setelahnya tubuh akan mengalami menstruasi.

Baca juga: Tampil Cantik, Glowing, dan Terlindungi dengan Elzsa

Begitulah penjelasan singkat mengenai cara kerja test pack dalam mendeteksi kehamilan. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Ternyata Ini Perbedaan Antara Vulva dan Vagina

Sering disamakan, vulva dan vagina ternyata merupakan dua istilah yang merujuk pada bagian yang berbeda dari organ reproduksi perempuan. Sayangnya, tak banyak yang mengetahuinya. Padahal, mengetahui perbedaan antara vulva dan vagina sangat penting untuk bisa menjaga kesehatan reproduksi.

Vulva adalah bagian luar dari organ reproduksi perempuan yang tampak. Jika seorang perempuan sedang melihat alat kelaminnya sendiri, maka yang akan terlihat adalah vulva, bukan vagina. Bagian lemak yang agak kenyal di bawah pusar disebut dengan mons pubis, lipatan yang besar disebut dengan labia majora, dan lipatan yang kecil disebut dengan labia minora (Westheimer & Lehu, 2019). Tak seperti di film-film pornografi, labia minora tidak selalu ‘rapi’ terlipat ke dalam ataupun lebih pendek dari labia majora. Terkadang, kedua lipatan labia minora bisa menyembul keluar. Panjang, pendek, pink, beige, maupun cokelat, semuanya merupakan variasi labia yang normal (Nagoski, 2015). Tepat di bawah mons pubis, ada sebuah tonjolan kulit yang ditutupi oleh lapisan luar yang menyerupai tudung. Bagian tersebut dikenal sebagai klitoris. Klitoris merupakan satu-satunya bagian dari organ reproduksi perempuan yang fungsinya semata-mata hanya untuk memberikan kepuasan seksual (Hill, 2019). 

Ternyata Ini Perbedaan Antara Vulva dan Vagina

Lantas bagian mana yang disebut dengan vagina? Vagina merupakan sebuah saluran berotot di bagian dalam organ reproduksi perempuan yang memanjang dari lubang masuknya hingga ke leher rahim alias serviks (Westheimer & Lehu, 2019). Di area selangkangan perempuan terdapat 3 buah lubang: uretra alias saluran kencing, vagina, dan anus. Vagina terletak di antara kedua lubang lainnya. Kamu bisa melihat lubang masuk vagina dalam posisi duduk mengangkang dengan cermin kecil yang dipegang di tangan, namun Kamu tidak akan bisa melihatnya ketika sedang berdiri di depan cermin.

Mengingat bahwa vagina terletak di bagian dalam, Kamu salah jika pernah menggunakan kata-kata seperti ‘vagina kurang mulus’, ‘vagina berbulu’, atau ‘vagina lebih putih’. Vagina tidak mungkin mulus, karena ototnya bergerigi. Vagina tidak mungkin berbulu, sebab rambut-rambut halus hanya bisa tumbuh di bagian luar, yaitu vulva. Kamu tidak mungkin mengetahui jika vaginamu berubah warna, kecuali jika Kamu mengunjungi dokter kandungan yang memeriksa lubang vagina dengan menggunakan spekulum. Oleh karena itu, jika menggunakan kata-kata untuk mendeskripsikan bentuk, tekstur, dan warna organ reproduksi perempuan di bagian luar, gunakanlah kata ‘vulva’.

Memahami perbedaan istilah ‘vulva’ dan ‘vagina’ sangat penting, agar Kamu mengetahui cara yang benar untuk merawat keduanya. Vulva boleh dibersihkan memakai pembersih khusus, misalnya dengan sabun Andalan Feminine Care atau tisu basah dengan derajat keasaman yang seimbang seperti Andalan Fresh Intimate Wipes. Sebaliknya, vagina tidak boleh dibersihkan, sebab vagina memiliki ekosistem bakteri baiknya sendiri yang membantu menjaga kesehatannya. Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina adalah dengan menggunakan kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan seks. Dengan begitu, vagina terlindungi dari infeksi menular seksual (IMS).

Itulah sekilas perbedaan antara vulva dan vagina. Mudah-mudahan Kamu jadi lebih memahaminya. Jika Kamu ingin berkonsultasi, Kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

Obesitas merupakan masalah yang sudah sangat mendunia dan kemungkinan besar akan semakin memburuk seiring dengan perubahan gaya hidup dalam tahun-tahun mendatang (Jaffar, Ahmad & Cheruveetil, 2018). Dengan perkembangan teknologi yang luar biasa, berbagai aktivitas sehari-hari kini lebih mudah. Sebagai contoh, untuk membeli makan siang, Kamu tinggal memencet beberapa tombol melalui aplikasi di balik layar HP. Butuh hiburan? Berbagai pilihan tayangan menarik hadir di televisi pintar yang terhubung ke internet dalam sepersekian detik. 

Sebenarnya tak ada yang salah dengan hidup serba mudah. Akan tetapi, bila tidak dibarengi dengan usaha untuk tetap aktif dan sehat, Kamu sendirilah yang akan menanggung dampaknya di kemudian hari. Secara global, jumlah laki-laki yang hidup dengan obesitas saat ini jauh lebih banyak daripada perempuan (Kim & Shin, 2020). Berbagai penelitian telah mendokumentasikan dampak obesitas terhadap faktor kesuburan laki-laki. Berikut beberapa di antaranya.

  • Ketidak-seimbangan hormon
    Faktanya, laki-laki yang mengalami obesitas cenderung memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah (Bekaert, Nieuwenhove, Calders, et al., 2015). Hal ini berpotensi menyebabkan masalah, sebab testosteron sangat penting bagi perkembangan organ-organ seksual. Ketidak-seimbangan hormon bisa berdampak buruk terhadap faktor kesuburan laki-laki.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

  • Kualitas sperma menurun
    Demi terjadi kehamilan, tak cukup hanya sekadar bisa mengeluarkan sperma saja. Kamu membutuhkan sperma dalam jumlah yang besar, bentuk yang normal, dan kemampuan ‘berenang’ yang unggul. Masalahnya, laki-laki dengan obesitas cenderung memiliki volume cairan semen yang lebih sedikit, jumlah sperma yang lebih rendah, abnormalitas bentuk sperma yang lebih tinggi, serta kemampuan pergerakan sperma yang lebih buruk (Ramaraju, Teppala, Prathigudupu, et al., 2017). Padahal, sperma berkualitas merupakan salah satu kunci faktor kesuburan laki-laki.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

  • Disfungsi ereksi
    Sebanyak 76% dari laki-laki yang melaporkan adanya penurunan libido dan disfungsi ereksi di klinik kesuburan merupakan laki-laki dengan berat badan berlebih dan obesitas (Jaffar, Ahmad & Cheruveetil, 2018). Artinya, laki-laki yang hidup dengan obesitas lebih sering mengalami kesulitan untuk mempertahankan penis yang tegang. Selain bisa mengurangi performa di ranjang, kondisi ini juga bisa menurunkan kesempatanmu untuk melanjutkan keturunan.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

Baca juga : Sildenafil Citrate atau Pil Biru, Bisakah Jadi Solusi Faktor Kesuburan Laki-laki?

Lalu, bagaimana caranya untuk mencegah obesitas atau mengembalikan berat badan ke normal? Segalanya butuh proses, namun tentunya Kamu membutuhkan komitmen. Kuncinya adalah membangun dan mempertahankan pola makan yang sehat, berolahraga, dan memastikan adanya istirahat yang cukup. Cobalah pelan-pelan mengurangi porsi camilanmu, mengganti menu makanan dengan yang lebih bergizi seimbang, dan lebih banyak meluangkan waktu untuk aktivitas atau hobi outdoor, sekalian berolahraga. Dengan demikian, mudah-mudahan berat badan bisa perlahan menurun dan menjadi semakin stabil.

Selain itu, jika Kamu masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai faktor kesuburan laki-laki, Kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Tips Merespon Komentar Nyinyir atas Keputusan Kamu Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

“Ngapain KB? Banyak anak banyak rezeki…”
“Suami pasti pingin anak, kok ditahan-tahan?”
“Nggak kasian sama orangtua? Nanti mereka nggak sempat ngerasain punya cucu loh.”
“Sudah kodratnya perempuan jadi ibu, buat apa ngejar pendidikan dan karir tinggi-tinggi?”

Sebagai orang yang memilih untuk berkontrasepsi, Kamu mungkin sering mendengar cibiran-cibiran pedas tadi. Rasanya semua orang ingin ikut campur dalam pembuatan keputusan Kamu. Padahal, Kamulah yang menjalani hidup dan paling paham akan kebutuhan dan kemampuan sendiri. Tak perlu pusing dalam merespon, berikut beberapa tips yang bisa Kamu gunakan untuk menanggapi komentar-komentar nyinyir atas keputusan Kamu ikut program Keluarga Berencana (KB).

  • Jelaskan alasan Kamu mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
    Setiap orang punya alasan masing-masing atas keputusan yang mereka ambil. Lawan bicara Kamu mungkin kurang paham bahwa Kamu punya prioritas lain yang saat ini lebih penting daripada membangun keluarga. Contoh penjelasan yang bisa Kamu gunakan:
    “Harus nabung dulu nih, biar nanti lebih siap untuk punya momongan, hehe…”
    “Waduh, masih banyak kegiatan. Kalau punya anak sekarang, nanti nggak ada yang ngurus…”
    “Iya nih, pengen nambah anak lagi, tapi kata dokter sebaiknya dikasih jarak dulu beberapa tahun, biar lebih siap untuk hamil lagi dan si Kakak lebih siap punya adik…”
    Tips Merespon Komentar Nyinyir atas Keputusan Kamu Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

  • Respon dengan humor
    Kalau Kamu tak ingin memberi penjelasan panjang lebar, Kamu bisa mencoba merespon dengan menggunakan humor. Faktanya, menggunakan humor ketika sedang ada perselisihan pendapat bisa membuat orang lain cenderung lebih setuju dengan Kamu dan lebih mau berkompromi (Nir & Halperin, 2018). Beberapa contoh respon humoris yang bisa Kamu gunakan misalnya:   
    “Kalau bayar biaya persalinan dan beli susu anak bisa pake daun, dijamin deh aku udah ngegendong bayi sekarang.”
    “Duh, suami ngorok aja udah bikin aku kurang tidur, apalagi kalo ada bayi yang nangis-nangis, hahaha… Pasti bakal telat ngantor.”
    “Kalian yang pingin anak bikin bayi duluan deh, nanti aku jadi tim hore buat gendong-gendong aja. Urusan ganti popok dan yang rempong-rempong orang lain, ya! Hahaha…”
    Tips Merespon Komentar Nyinyir atas Keputusan Kamu Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

  • Sampaikan bahwa komentar mereka membuat Kamu tidak nyaman
    Terkadang, orang yang memberi komentar soal keputusan Kamu ikut program Keluarga Berencana (KB) sebenarnya mungkin punya maksud yang baik. Akan tetapi, cara yang mereka gunakan untuk menunjukkan kepedulian salah. Terus terang saja bahwa Kamu tidak nyaman dengan komentar mereka. Mudah-mudahan mereka bisa mengerti. Bila lawan bicara tetap bersikap keras kepala, akhiri percakapan tersebut, sebab tak ada gunanya terus berdebat dengan seseorang yang tidak menghargai Kamu.
    Tips Merespon Komentar Nyinyir atas Keputusan Kamu Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Baca Juga: Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Suami Bila Istri Ingin Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Demikianlah beberapa tips untuk merespon komentar nyinyir atas keputusan Kamu ikut program Keluarga Berencana (KB). Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.