Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

Hadir dengan model, bentuk, warna, dan tekstur yang beragam, vibrator menjadi salah satu pilihan mainan sensual yang sangat menarik bagi banyak orang. Ada yang senang menggunakannya sendirian, ada juga yang melibatkan pasangan untuk memainkannya bersama demi menambah sensasi. Bagi yang baru ingin mulai mencoba memakai vibrator, berikut 5 tips yang bisa membantu.

  • Periksa terlebih dahulu baterai vibrator beberapa jam sebelumnya
    Sebagian besar vibrator menggunakan baterai. Ada yang harus diganti, ada yang bisa dicas. Agar tidak frustrasi karena vibrator mati di tengah jalan atau justru tak bisa hidup sama sekali ketika akan dipakai, pastikan baterai berada dalam kondisi optimal sebelum menggunakan vibrator.
    5 Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

  • Cek bahwa vibrator berada dalam keadaan bersih dan steril sebelum digunakan
    Agar vibrator tak jadi tempat perkembangbiakan bakteri, cuci vibrator dengan air bersih dan sabun yang lembut sebelum menggunakannya. Selain itu, hindari bertukar vibrator dengan orang lain, khususnya bila vibrator tidak dibersihkan terlebih dahulu dan tidak dilapis dengan kondom. Kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan penyebaran human papillomavirus (HPV), bacterial vaginosis (BV), infeksi jamur candida, dan infeksi saluran kemih (Wood, Cran, Cunningham, et al., 2017).
    5 Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

  • Gunakan pelumas bersama dengan vibrator
    Untuk mencegah lecet di area vulva dan vagina, lumuri vibrator dengan pelumas. Akan tetapi, sebelumnya pastikan dulu bahwa bahan dasar pelumas tidak akan merusak vibrator. Sebagian besar vibrator terbuat dari bahan silikon. Pelumas berbahan dasar silikon tidak boleh digunakan pada vibrator yang berbahan dasar silikon juga (Dweck & Westen, 2017). Agar lebih aman, gunakan pelumas berbahan dasar air seperti Lubricant Fiesta Natural, Lubricant Sutra, dan Lubricant Fiesta Strawberry. Selain itu, bisa juga menggunakan pelumas berbahan dasar lidah buaya seperti Lubricant Fiesta Aloe Vera.
    5 Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

  • Eksplor vibrator di beberapa bagian tubuh yang berbeda
    Beberapa bagian tubuh lebih peka terhadap rangsangan seksual dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Bagian-bagian ini sering disebut dengan erogenous zone. Setiap orang memiliki erogenous zone yang berbeda. Cara terbaik untuk mengetahui erogenous zone masing-masing adalah dengan bereksperimen dan bereksplorasi.
    5 Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

  • Manfaatkan variasi kecepatan dan mode getaran yang berbeda
    Terkadang tak hanya lokasi rangsangan seksual yang menjadi penentu, namun juga bagaimana rangsangan seksual tersebut diberikan (Westheimer & Lehu, 2019). Lembut, kasar, mulus, menggelikan, respon tubuh bisa berbeda-beda. Cari tahu sensasi yang paling cocok untuk diri sendiri atau pasangan, sebab vibrator seringkali memiliki banyak variasi kecepatan dan mode getaran yang bisa dipilih.
    5 Tips Menggunakan Vibrator untuk Pemula

Baca juga: Kondom Terbalik Saat Mau Dipakai, Bolehkah Digunakan Ulang?

Itulah 5 tips menggunakan vibrator untuk pemula. Selain itu, jika kamu ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Ternyata Ini Alasan Kamala Harris Mengadvokasikan Kontrasepsi

Meski topik kontrasepsi kerap dianggap tabu serta ‘tak pantas dibahas’ oleh perempuan di ranah umum, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris justru telah lama mengadvokasikannya secara blak-blakan. Posisinya sebagai salah satu figur publik paling influensial sama sekali tidak menghalanginya untuk menyuarakan pendapat mengenai hal-hal yang ia anggap penting. Tentunya, ada sejumlah alasan yang kuat di baliknya. Berikut 3 alasan mengapa Kamala Harris sangat mengadvokasikan kontrasepsi.

  • Keyakinan bahwa perempuan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik
    Kamala Harris dibesarkan dalam keluarga yang sangat peduli terhadap kesehatan perempuan. Berdasarkan unggahan pada akun Twitter pribadinya di bulan Mei 2020 lalu, ia menyebutkan bahwa neneknya telah berkelana ke berbagai penjuru India untuk mengedukasi perempuan mengenai akses terhadap kontrasepsi. Oleh karena itu, ia pun ingin berjuang untuk menyediakan layanan kesehatan yang sifatnya kritis bagi perempuan, termasuk kontrasepsi. “Women deserve better,” ujarnya untuk mengakhiri cuitannya dalam jejaring sosial tersebut.
  • Komitmen untuk mengurangi angka kematian ibu
    Persoalan kematian ibu merupakan permasalahan yang menjadi salah satu fokus Kamala Harris. Di tahun 2019, Kamala Harris memperkenalkan Maternal CARE Act, suatu rancangan kebijakan untuk mengurangi angka kematian ibu di Amerika Serikat. WHO menyebutkan bahwa kehamilan di usia yang terlalu muda serta kehamilan yang terjadi secara berturut-turut tanpa jeda waktu yang cukup merupakan dua penyebab utama kematian ibu. Nah, mensosialisasikan kontrasepsi agar perempuan bisa menunda kehamilan serta mengatur jarak kelahiran merupakan tindakan yang sejalan dengan komitmen tersebut.
  • Prinsip bahwa setiap orang punya otoritas atas tubuhnya sendiri
    Kamala Harris meyakini bahwa setiap orang berhak memiliki otoritas dan membuat keputusan atas tubuh mereka sendiri, termasuk perempuan. Salah satu wujudnya, perempuan berhak membuat keputusan untuk hamil atau tidak hamil. Dalam sebuah cuplikan sidang yang sempat menjadi viral, Kamala Harris pernah memberikan sindiran telak pada lawan bicaranya, Brett Kavanaugh, “Bisakah Anda menyebutkan satu saja peraturan di mana pemerintah diperbolehkan untuk mengatur tubuh laki-laki?”

Baca juga: Ini Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Tak hanya kontrasepsi, Kamala Harris juga banyak memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi dan isu kesetaraan gender lainnya. Tak mengherankan bila pada akhirnya banyak yang menjadikannya seorang role model. Bagaimana dengan kamu sendiri? Seperti apa pandanganmu mengenai kontrasepsi? Adakah kebutuhan kontrasepsi teman, keluarga, atau diri sendiri yang belum terpenuhi? Yuk, berkonsultasi dengan HaloDKT! Hubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Metode KB Terbaik untuk Orang dengan HIV

Positif HIV bukan berarti tak bisa memiliki kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan. Dengan cara yang tepat dan perencanaan yang matang, banyak yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan memilih metode KB yang sesuai.

Apa saja metode KB yang bisa digunakan oleh orang dengan HIV (ODHIV)? Jika dulu alat kontrasepsi yang direkomendasikan untuk orang dengan HIV cukup terbatas, kini menurut diagram Kinerja Kelayakan Medis dalam Penggunaan Kontrasepsi WHO terbaru dari tahun 2019, segala jenis kontrasepsi hormonal sudah boleh digunakan oleh orang dengan HIV. Tak hanya pil KB, namun juga suntik KB, KB implan, dan IUD.

Bila ingin menggunakan salah satu kontrasepsi hormonal tadi, orang dengan HIV harus menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara teratur. Terapi ARV tidak bisa menyembuhkan secara permanen, namun bisa menurunkan kadar virus di dalam darah serta mencegah HIV berubah menjadi AIDS. Bila kadar virus dalam darah sudah sangat rendah hingga tidak terdeteksi lagi, HIV tidak bisa menyebar. Untuk mengetahui kadar virus tersebut, lakukanlah tes viral load secara rutin.

Meskipun begitu, WHO tetap menekankan pentingnya penggunaan kondom. Soalnya, hingga saat ini kondom masih merupakan satu-satunya metode KB yang bisa mencegah penyebaran HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Demi perlindungan ganda bagi pasangan, tetap gunakan kondom walaupun sudah menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Lagipula, kondom juga dapat menambah sensasi ketika sedang berhubungan seks. Kondom beraroma dapat membantu membangkitkan gairah, kondom bertekstur menambah rangsangan ekstra pada vagina, dan kondom berpelumas khusus bisa menunda klimaks. 

Lalu, adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk melindungi pasangan? Ada. Kalau kamu positif HIV, pasanganmu yang berstatus negatif HIV sebaiknya mengonsumsi pil Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). Menurut penelitian, PrEP memiliki efektivitas hingga 86% untuk mencegah HIV (McCormack, Dunn, Desai, et al., 2015), sehingga PrEP sangat disarankan untuk orang-orang yang rentan terhadap HIV.

Baca juga: Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?

Jadi, kesimpulannya, manakah metode KB terbaik bagi orang dengan HIV? Metode KB terbaik adalah yang memberi perlindungan ganda. Apapun kontrasepsi yang dipilih, jika memungkinkan, pakailah secara bersamaan dengan kondom. Dengan begitu, risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan penyebaran HIV serta infeksi menular seksual (IMS) lainnya bisa diminimalisir. Selain itu, jika kamu masih bingung, punya pertanyaan, atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

Setiap ibu pasti sudah tahu, ASI memiliki banyak sekali manfaat bagi si Kecil. Dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula, bayi yang mengonsumsi ASI lebih jarang mengalami gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, obesitas, dan alergi (Regan, 2019). Para ibu seringkali khawatir bahwa penggunaan kontrasepsi bisa mengurangi produksi ASI dan menurunkan kualitasnya. Akibatnya, mereka batal berkontrasepsi. Padahal, selain pemberian ASI, mengatur jarak kelahiran antara seorang anak dengan anak berikutnya juga tak kalah penting. Jarak kelahiran minimal 24 bulan bisa mengurangi risiko kelahiran prematur, berat badan rendah, dan gangguan kesehatan lainnya bagi bayi dan ibunya (Bryant, Bauer, Muddana, et al., 2019). Inilah alasan mengapa penggunaan kontrasepsi untuk ibu menyusui justru sangat dianjurkan.

Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

Salah satu alternatif metode KB yang dapat digunakan Ibu menyusui.

Kontrasepsi untuk ibu menyusui ada banyak jenisnya, mulai dari pil KB Andalan laktasi, suntikan KB 3 bulanan, KB implan, IUD tembaga, dan kondom. Meskipun wujudnya bervariasi, semuanya memiliki sebuah persamaan. Biasanya, alat kontrasepsi hormonal untuk ibu menyusui tidak mengandung hormon estrogen. Kalaupun ada yang mengandung hormon, hanya berupa hormon progesteron saja. Menurut penelitian, kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron aman bagi ibu menyusui, tidak mengurangi jumlah serta kualitas ASI, serta tidak memicu gangguan kesehatan maupun hambatan perkembangan apapun bagi bayi (Phillips, Tepper, Kapp, et al., 2016). Beberapa jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang populer di Indonesia misalnya: pil KB Andalan Laktasi, Suntikan KB Andalan 3 Bulan, dan Andalan Implan.

Di samping menggunakan kontrasepsi untuk ibu menyusui, ada beberapa cara lain untuk menjaga volume dan kualitas ASI, misalnya:

  • Lebih sering membiarkan kulit ibu bersentuhan secara langsung dengan kulit bayi. Caranya, bayi dibaringkan telungkup di dada ibu dengan kepala menghadap ke samping agar menempel di kulit ibu. Metode ini tak hanya mengurangi tingkat stres ibu, namun juga terbukti dapat meningkatkan produksi ASI (Coşkun, & Günay, 2020).
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Memijat payudara (Rahayuningsih, Mudigdo & Murti, 2016). Pijatan bisa membuat ibu merasa tenang dan merangsang keluarnya hormon oksitosin alami dari dalam tubuh. Hal ini bisa mempercepat keluarnya ASI.
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi (Golan & Assaraf, 2020). Asupan nutrisi ibu bisa memengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu, bila menginginkan bayi yang sehat, ibu juga harus mengonsumsi menu makanan sehari-hari yang sehat.
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Mengonsumsi suplemen yang dapat mendukung produksi ASI, seperti suplemen daun katuk (Rahmanisa & Aulianova, 2016). Salah satu yang amat direkomendasikan adalah Lactaboost yang mengandung 250 mg ekstrak daun katuk dalam setiap tabletnya.

Baca juga: 5 Solusi Mudah Memperlancar ASI Demi Keceriaan Si Buah Hati

Dengan mengkombinasikan keempat cara tadi dengan penggunaan kontrasepsi untuk ibu menyusui, mudah-mudahan kualitas ASI bisa tetap terjaga dengan baik. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

Menstruasi datang lebih awal atau malah terlambat? Durasinya jadi lebih panjang atau lebih singkat? Meskipun sekilas bisa membuat cemas, menstruasi tidak teratur adalah sesuatu yang normal ketika traveling. Bahkan, terkadang menstruasi bisa sepenuhnya absen.

Perubahan zona waktu, kebiasaan, dan stres yang bisa muncul saat traveling dapat memengaruhi siklus menstruasi perempuan. Menurut Dr. Alyssa Dweck, seorang spesialis ginekologi dan penulis buku populer mengenai kesehatan vagina di Amerika Serikat, pola menstruasi bisa berubah ketika seseorang sedang traveling. Soalnya, meskipun traveling itu menyenangkan, traveling juga bisa menyebabkan stres. Misalnya, ketika harus mengurus segala perintilan mengenai keberangkatan dan kepulangan, membiasakan diri dengan lingkungan yang berbeda di tempat baru, mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak biasa, serta beradaptasi dengan jam tidur yang sangat kontras dengan jam tidur dari kota asal. Stres dapat memengaruhi ovulasi dan naik-turunnya kadar hormon, sehingga siklus menstruasi ikut berubah. Oleh karena itu, tak mengherankan bila mereka yang berprofesi sebagai pramugari lebih rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi (Heidecker, Spencer, Hayes, et al., 2017).

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi.

  • Siapkan pembalut, tampon, celana dalam menstruasi, atau menstrual cup, produk menstruasi manapun yang biasanya kamu gunakan, untuk berjaga-jaga bila jadwal menstruasi berubah. Dengan begitu, kegiatan jalan-jalan di kota yang baru tak akan terganggu akibat ‘bocor’ mendadak. Bagi yang biasanya mengalami nyeri menstruasi, pertimbangkan juga untuk membawa botol kompres yang bisa diisi dengan air panas serta obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Pastikan bahwa asupan gizi tetap optimal dan sesuaikanlah jadwal makan dengan jadwal di kota tujuan. Tubuh lebih rentan penyakit ketika traveling dan beberapa jenis penyakit bisa memengaruhi hormon sehingga menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kalau perlu, bawalah stok vitamin dan suplemen yang bisa mendukung kesehatanmu.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Kurang tidur bisa membuat menstruasi tidak teratur (Nam, Han & Lee, 2017). Oleh karena itu, usahakan untuk memperoleh jam tidur yang cukup. Kalaupun zona waktu dari tempat asal dan tempat tujuan berbeda jauh, cobalah menyesuaikan diri dengan jam tidur di tempat tujuan secara bertahap beberapa hari sebelum berangkat traveling.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Bila kamu terbiasa menggunakan metode kalender kesuburan sebagai kontrasepsi alami, pertimbangkan untuk beralih ke kontrasepsi modern di masa traveling. Soalnya, dengan siklus menstruasi tidak teratur, perhitunganmu mengenai masa subur dan masa tidak subur akan sangat mudah meleset. Kondom merupakan solusi praktis yang baik untuk digunakan dan bisa dibeli lagi dengan mudah di mana saja bila stok yang dibawa sudah habis.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

Baca juga: Bercinta Tanpa Kontrasepsi Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?

Jadi, tak perlu khawatir soal siklus menstruasi tidak teratur yang terjadi di masa traveling, sebab hal ini merupakan sesuatu yang normal. Yang penting, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat traveling. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Keputihan Tanda Hamil, Seperti Apa Ciri-cirinya?

Keputihan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang buruk dan kotor, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Adanya keputihan juga bisa menandakan hal lain. Misalnya, keputihan bisa muncul saat seorang perempuan sedang hamil. Keputihan tanda hamil ini merupakan sesuatu yang normal dan berbeda dengan keputihan gejala penyakit (Бакшеєв, Кузьміна, & Машир, 2019).

Pada trimester pertama, kulit di sekitar vulva akan menjadi semakin gelap dan keputihan yang keluar dari vagina menjadi semakin banyak (Regan, 2019). Fungsi keputihan ini adalah sebagai bentuk benteng pertahanan untuk mencegah masuknya bakteri di leher rahim (Hill, 2019). Biasanya, keputihan tanda hamil bertekstur lengket dan warnanya cenderung bening atau putih. Cairan ini bisa menjadi noda di celana dalam, namun seharusnya tidak akan menyebabkan ketidak-nyamanan apapun.

Meskipun begitu, keputihan juga bisa menandakan adanya gangguan penyakit, seperti bacterial vaginosis, trichomoniasis dan beberapa jenis infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut apabila keputihan berubah warna menjadi kuning, berbau tidak sedap, serta menyebabkan rasa gatal atau sakit (Regan, 2019). Jangan ragu atau malu untuk berkonsultasi, sebab infeksi yang tidak tertangani bisa berdampak buruk pada calon bayi.

Berikut beberapa tips mudah untuk mencegah terjadinya infeksi di sekitar organ reproduksi saat sedang hamil:

  • Memilih pakaian dalam yang ukurannya tidak terlalu sempit dan memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya pakaian dalam berbahan katun. Banyak, kok, pakaian dalam katun khusus ibu hamil yang desainnya bagus nyaman. Gantilah pakaian dalam secara teratur.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Membasuh vulva dengan handuk hingga betul-betul kering sehabis mandi, buang air kecil, atau berolahraga. Perhatikan juga kebersihan handuk. Jemur handuk sehabis pakai di tempat yang terkena sinar matahari agar tidak lembab. Apabila perlu, memakai sabun kewanitaan yang lembut dan mengandung prebiotik seperti Andalan Feminine Care. Namun ingat, hanya area vulva saja yang dapat dibersihkan.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Cebok dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Soalnya, cebok dari arah belakang ke depan bisa membawa bakteri dari anus ke dalam vagina. Hindari juga mengulangi gerakan cebok dengan menggunakan tisu yang sama lebih dari sekali, sebab percuma sudah cebok dengan arah yang benar bila tisu tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Menghindari perilaku seksual berisiko. Selalu jaga kebersihan dan gunakan kondom apabila berhubungan seks. Bila menggunakan sex toys, pastikan bahwa sex toys juga selalu dalam keadaan bersih dan steril sebelum dipakai. Kalau perlu, lapisi juga sex toys tersebut dengan kondom.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Baca juga: Keputihan Sedang Muncul, Bolehkah Berhubungan Seks?

Dengan cara-cara tadi, mudah-mudahan organ reproduksi akan tetap terlindungi dan keputihan yang keluar juga tetap normal dan sehat. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai keputihan tanda hamil, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

Bulan Februari memang merupakan bulan yang romantis. Dengan banyaknya promosi makan malam untuk berdua hingga kado-kado spesial bagi pasangan terkasih, gairah untuk bercinta pun semakin menggebu-gebu. Penasaran mengenai kondom yang enak untuk digunakan di bulan kasih sayang khusus buat pasutri? Berikut beberapa pilihan terbaiknya.

  • Kondom yang enak dengan tekstur aduhai
    Bagi pecinta kondom bertekstur, ada beberapa produk kondom yang layak dicoba. Kondom Andalan memiliki tekstur yang berulir, sehingga bisa menambah stimulasi ketika memadu kasih di atas kasur. Kondom Sutra Gerigi juga tak kalah dahsyat, dengan bintil-bintil halus pada teksturnya untuk kenikmatan yang lebih maksimal. Untuk yang berjiwa muda, ada juga kondom Fiesta Max Dotted dengan bintil cinta yang lebih besar demi sensasi yang luar biasa. Tak puas hanya dengan tekstur ulir atau tekstur bintil saja? Kondom Supreme Sensation mengkombinasikan keduanya.
    Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

  • Kondom yang enak dan membuat tahan lama
    Bangun momen berkualitas yang lebih intim dengan kondom berpelumas khusus agar penis bisa ereksi lebih lama. Kondom Sutra OK, kondom Fiesta Delay, dan kondom Supreme Performax bisa menjadi solusi yang tepat. Tak perlu khawatir soal keamanan cairan penunda klimaksnya, sebab ketiga kondom ini telah lulus uji elektronis dan sesuai dengan standar mutu internasional.
    Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

  • Kondom yang enak aromanya
    Tak butuh tekstur, namun butuh aroma menyegarkan yang menggoda? Lini produk kondom Fiesta menyediakan berbagai varian aroma. Fiesta Strawberry merupakan yang paling populer. Selain itu, ada juga Fiesta Grape, Fiesta Banana, dan Fiesta Durian. Tak hanya aroma buah-buahan, aroma permen karet pun tersedia. Fiesta Bubble Gum tentunya cocok sekali bila dipadukan dengan kado permen atau cokelat berbentuk hati serta bunga mawar berwarna pink.
    Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

  • Kondom yang enak dan tidak terasa ketebalannya
    Malas menggunakan kondom karena ketebalann lateks yang mengurangi kedekatan intim? Coba deh, berpikir ulang, sebab risiko infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak direncanakan sejujurnya tak sebanding dengan kenikmatan sesaat dari berhubungan seks tanpa pengaman. Lagipula, ada solusi khusus yang bisa digunakan bagi pecinta seks dengan rasa alami, yaitu kondom Fiesta Ultra Thin. Tipis, namun tetap aman. Kurang enak apa lagi?
    Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

Baca juga: ‘Kebablasan’ Akibat Terbawa Suasana Valentine? Ini Kontrasepsi Darurat yang Bisa Digunakan!

Itulah beberapa pilihan kondom yang enak untuk digunakan di bulan Februari yang penuh kasih sayang ini. Kalau bingung memilih, libatkan pasanganmu dalam prosesnya, siapa tahu pengalaman memilih kondom bersama justru bisa memberi informasi baru mengenai hal-hal yang disukai oleh pasangan di ranjang. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Dari sekian banyaknya hal yang bisa memengaruhi faktor kesuburan laki-laki, infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu yang paling umum. Sebagai contoh, HIV yang tidak tertangani bisa merusak testis dan dalam jangka panjang menyebabkan kemandulan. Sebagian besar IMS sebenarnya bisa disembuhkan bila dideteksi sejak dini. Masalahnya, banyak kasus IMS yang tidak bergejala, khususnya pada laki-laki, sehingga seringkali kasus-kasus ini baru diketahui ketika situasinya sudah lebih kompleks. Apalagi, dibandingkan dengan perempuan, laki-laki lebih jarang melakukan tes IMS (Cuffe, Newton-Levinson, et al., 2016).

Cek IMS secara berkala sebaiknya dilakukan untuk menjaga faktor kesuburan laki-laki, khususnya bagi laki-laki yang aktif secara seksual. Beberapa jenis IMS yang bisa diperiksa statusnya misalnya: HIV, klamidia, gonorrhea, dan hepatitis B. Untuk memeriksakan diri, tinggal mendaftar di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya yang menawarkan jasa pemeriksaan IMS. Salah satu hal yang sering menjadi sumber kekhawatiran laki-laki terkait dengan pemeriksaan IMS adalah privasi. Meskipun begitu, tak perlu khawatir, sebab fasilitas kesehatan biasanya memiliki kebijakan khusus untuk menjaga kerahasiaan hasil tes. Oleh karena itu, privasi pun dijamin.

Cek IMS secara berkala memiliki sejumlah manfaat, yaitu:

  • Lebih mengetahui status kesehatan pribadi
    Meskipun sekilas terdengar menyeramkan, yakinlah bahwa mengetahui jauh lebih baik daripada tidak mengetahui. Bila tidak ada apa-apa, tinggal melanjutkan upaya pencegahan IMS saja. Lanjutkan penggunaan kondom dan hindari perilaku seksual berisiko. Jadi, tak perlu menduga-duga dan membayangkan segala macam hal yang mengerikan hanya karena ada dua-tiga buah jerawat pada penis. Nah, kalau ternyata ada IMS yang terdeteksi, ini juga bukan akhir dunia, sebab penanganan yang tepat bisa segera dicari. Apapun hasil tesnya, pada akhirnya memeriksa status IMS tetap bisa membantu menjaga faktor kesuburan laki-laki.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Lebih mampu membuat perencanaan
    Tergantung dari status IMS, perencanaan yang diperlukan mungkin berbeda. Sebagai contoh, bila seorang laki-laki ternyata memiliki klamidia, ia perlu mencari pengobatan, memberitahu orang yang terakhir berhubungan seks dengannya agar bisa memeriksakan diri ke dokter, serta merencanakan penggunaan kondom yang lebih konsisten ke depannya. Kalau statusnya dan pasangannya sama-sama positif HIV, ada serangkaian prosedur yang perlu dijalani jika ingin punya anak dengan status negatif HIV. Akan lebih mudah untuk menyusun berbagai perencanaan setelah mendapatkan kejelasan dari status IMS.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Bila memiliki pasangan, dapat melindungi pasangan dari risiko IMS, khususnya bila tes IMS dilakukan sebelum memutuskan untuk berhubungan seks
    Ini terutama sangat penting untuk laki-laki yang berniat melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Misalnya, jika sedang ada rencana untuk menikah. Kalau kamu memeriksakan status IMS terlebih dahulu, kamu bisa melindungi pasanganmu. IMS yang bisa diobati dapat segera diobati, sedangkan IMS yang tidak bisa disembuhkan secara permanen bisa dikontrol agar dampaknya tidak terlalu mengganggu serta risiko penyebarannya menurun. Jangan lupa, selalu gunakan kondom untuk mencegah IMS.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Baca juga: Sehabis Pasang KB Susuk Tak Boleh Kerja Berat, Betulkah?

Itulah sekilas informasi mengenai cek IMS berkala sebagai salah satu cara untuk menjaga faktor kesuburan laki-laki. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

Jakarta,18 Februari 2021.Pandemi menyebabkan kualitas hubungan antar pasangan menjadi semakin challenging. Peningkatan aktivitas selama di rumah serta kejenuhan yang meningkat semakin memicu konflik antar pasangan, terlebih lagi bagi pasangan yang sudah menikah. Tak jarang, gairah seksual juga semakin menurun karena aktivitas yang monoton. Hal tersebut menginspirasi Kondom Sutra meluncurkan kampanye #MakinMantapMakinMesra (Mmmm…) untuk mengajak pasutri di Indonesia kembali mesra dengan pasangan dan kembali meningkatkan gairah asmara seperti layaknya pertama kali berpacaran.

David Dwi Santoso, Brand Manager Kondom Sutra mengungkapkan “Kondom Sutra mengajak pasutri di Indonesia untuk kembali mesra dan lebih dekat dengan pasangan. Masing-masing pasutri memiliki daya pikat satu sama lain, sehingga Sutra mengajak pasutri untuk kembali ke masa awal pernikahan dan membumbui kehidupan ranjang menjadi semakin seksi, romantis dan bergairah”.

“Apalagi, pada masa pandemi saat ini, kebutuhan akan hubungan intim antar pasangan cenderung meningkat, akibat aktivitas yang lebih lama di rumah. Selain itu, kelelahan dan stress akibat tekanan kondisi saat ini membutuhkan sentuhan kreativitas serta eksplorasi dalam hubungan intim, sehingga menggunakan berbagai variasi Kondom Sutra dapat membuat hubungan semakin Mmmm… #MakinMantapMakinMesra” Ujar David menjelaskan.

Pada iklan terbarunya, Sutra mengusung model Kiki Syarah sebagai salah satu vokalis dari Duo Biduan. “Pemilihan Kiki Syarah sebagai model iklan #MakinMantapMakinMesra bertujuan untuk menjangkau seluruh masyarakat melalui pendekatan musik dangdut. Seperti diketahui bahwa dangdut merupakan musik universal yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia” Ujar David menjelaskan.

Kiki Syarah selaku seniman dangdut dan model kampanye iklan Sutra terbaru mengungkapkan “Saya merasa bangga dapat diberi kesempatan untuk terlibat dalam iklan ini. Saya harap iklan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan menjadikan inspirasi bagi pasutri untuk kembali mesra dengan pasangan sekaligus terlibat dalam program KB”.

Di sisi lain, Clinical Sexologist, Zoya Amirin, M.Psi., FIAS memberikan tips supaya hubungan antar pasangan lebih mesra selama masa pandemi yang berkaitan dengan keintiman dan kesehatan seksual, antara lain:

  1. Lakukan hubungan seksual yang reguler & terencana
    Masa pandemi merupakan masa ketidak-pastian, jadi sangat disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang reguler dan terencana. Pada masa ketidak-pastian, sebaiknya tidak disarankan untuk melakukan seks spontan supaya lebih mudah melakukan kontrol terhadap hal yang akan terjadi nantinya. Dan gunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pada masa pandemi.
  2. Luangkan me time bagi diri sendiri
    Memberikan pasangan atau diri sendiri untuk menikmati waktu me time sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi stress selama pandemi. Me time harus dijadwalkan sesuai dengan kesepakatan bersama.
  3. Jadwalkan waktu untuk komunikasi dengan keluarga
    Ciptakan sesuatu yang baru misalnya dengan membuat permainan yang lebih mendekatkan keluarga, seperti main monopoli bersama, dll.
  4. Setiap pasangan harus bisa berkeluh-kesah tanpa komplain
    Tanyakan kepada pasangan apa ketakutan terbesar pasangan, berikan waktu kepada pasangan untuk menyatakan ketakutannya dan untuk mencurahkan isi hati, dan hentikan toxic positivity misalnya: “kamu harusnya bersyukur, jangan kaya gak punya Tuhan”, setiap pasangan yang mampu berbagi ketakutan terbesarnya, akan semakin menambah mesra dan menguatkan  hubungan.

Selain itu, Kondom Sutra juga menghadirkan Sutra Econo Pack, sebuah kemasan baru kondom yang juga diluncurkan pada Februari 2021 ini dan didistribusikan ke seluruh Indonesia, guna mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. Sutra Econo Pack juga diluncurkan untuk memperingati 25 tahun kondom Sutra di Indonesia yang berhasil menjadi merek kondom terpopuler di Indonesia.

Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

“Dengan hadirnya Sutra Econo Pack ini, kami juga berharap dapat mendorong penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi sebagai upaya meningkatkan partisipasi laki-laki dalam menyukseskan program Keluarga Berencana. Seperti diketahui, meski kondom bukan sesuatu yang baru, tetapi masih dianggap sebagai sebuah hal yang tabu di masyarakat kita, meskipun bagi pasangan menikah. Data SDKI 2017 menunjukkan bahwa pengguna kondom sebagai alat kontrasepsi masih sangat rendah, yaitu hanya sebesar 3% dari jumlah pasangan usia subur peserta aktif KB. Sedangkan tingkat putus pakai kondom juga tinggi, yaitu sebesar 27%, terbesar ketiga setelah metode kontrasepsi lainnya” Ujar Brand Manager Kondom Sutra menambahkan.

Selain itu, di tahun 2021 ini  Kondom Sutra dan DKT Indonesia bekerja-sama dengan Kementerian Agama Kanwil DKT Jakarta beserta Yayasan Pelita Ilmu mengadakan ‘Program Samawa”, penyuluhan pernikahan untuk calon pengantin di wilayah DKI Jakarta yang menargetkan 24 ribu pasangan pengantin. Program Samawa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga salah satunya memperkenalkan macam-macam kontrasepsi sebagai metode perencaan keluarga dan mengajak pasangan muda berpartisipasi dalam ber-KB.

“Peran laki-laki pada keberhasilan KB sangatlah besar, namun saat ini hanya 8% laki-laki yang berpartisipasi dalam program KB di Indonesia. Kami berharap dengan hadirnya Sutra Econo Pack dan juga kampanye baru #MakinMantapMakinMesra di tahun 2021 ini dapat semakin menjadi motivasi bagi laki-laki di Indonesia untuk turut serta dalam kesuksesan program KB di Indonesia” ujar Brand Manager Kondom Sutra menutup.

Simak TVC terbaru #MantapMantapMakinMesra pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=7ANO20jVVCM

————————————————————————————

Tentang Sutra
Sutra adalah Merek Kondom no. 1 di Indonesia dan merupakan brand yang berfokus pada kesehatan seksual reproduksi pria. Sutra telah hadir sejak tahun 1996 untuk meningkatkan kualitas hidup pria di Indonesia. Selain mencegah kehamilan, kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang memiliki perlindungan ganda untuk mencegah infeksi menular seksual serta HIV-AIDS. Kondom Sutra memiliki kualitas impor dengan Standard Mutu International Tertinggi – ISO 4074.

Selain kondom, Sutra juga menyediakan Sutra Lubricant sebagai pelumas impor berkualitas yang lembut serta aman. Saat ini Kondom Sutra memiliki tiga varian produk utama: Sutra Klasik, Sutra Ok, Sutra Gerigi dan juga Sutra Plus (new). Produk Kondom Sutra telah berhasil meraih penghargaan “Top Brand Awards” sejak tahun 2015 sebagai brand kondom  yang paling digemari oleh kalangan laki-laki maupun perempuan di Indonesia. Dan pada tahun 2016, Sutra juga meraih beberapa penghargaan seperti “WOW Brand Awards” dan “Youth Brand Awards”.

Sutra Website: http://www.kondomsutra.net/
Facebook: Kondom Sutra Indo
Twitter: @kondomsutra
Instagram: @kondomsutra

Untuk keterangan media, silahkan hubungi:
Nurul Jannati R.
PR Manager DKT Indonesia
nurul@dktindonesia.org

Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur

Cara menghitung masa subur dengan menandai siklus menstruasi di kalender sudah banyak digunakan orang. Mengetahui masa subur pada dasarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu menghitung mundur 14 hari dari prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan untuk menemukan tanggal ovulasi di bulan ini. Misalnya, jika bulan depan kamu diprediksi akan menstruasi pada tanggal 29 Maret, maka tanggal ovulasimu adalah tanggal 15 Maret. Nah, masa subur dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelahnya (Jensen & Stewart, 2015). Jika kamu dan pasanganmu ingin mendapatkan keturunan, ini adalah masa paling tepat untuk bercinta. Bila ingin mencegah kehamilan, hindari hubungan seks tanpa kontrasepsi khususnya di 6 hari ini.

Masalahnya, tidak semua orang cocok menggunakan cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika dipaksakan, justru penanggalannya bisa meleset. Berikut beberapa ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender menurut Hannah Witton dalam bukunya, The Hormone Diaries (Witton, 2019).

  • Memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
    Cara menghitung masa subur dengan metode kalender hanya bisa digunakan bila siklus menstruasimu terjadi secara teratur. Misalnya, jika siklusmu terjadi setiap 28 hari sekali, 34 hari sekali, ataupun durasi lain yang lebih pendek atau lebih panjang namun terjadi secara konsisten hingga ada polanya. Kalau siklus menstruasimu tidak teratur, kemungkinan besar perhitungan yang dilakukan dengan metode ini akan meleset.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Memiliki penyakit bawaan tertentu.
    Ada banyak sekali penyakit yang bila kambuh bisa memengaruhi siklus menstruasi. Misalnya, polycystic ovarian syndrome (PCOS), endometriosis, gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, dan sejenisnya. Bila kamu memiliki salah satu kondisi tadi, akan sangat sulit bagimu untuk mengandalkan cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Sering bepergian melewati zona waktu yang berbeda.
    Traveling melintasi zona waktu yang berbeda bisa memicu perubahan hormonal dalam tubuhmu. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menstruasi lebih awal daripada jadwal, terlambat menstruasi, durasi menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang, volume menstruasi yang lebih banyak atau lebih sedikit, hingga absennya menstruasi. Siklusmu bisa menjadi berantakan karena menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, ritme tidur, dan ritme aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, bila kamu sering melancong, hindari cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Betul-betul sedang tidak ingin punya anak.
    Terakhir, karena cara menghitung masa subur dengan metode kalender bisa meleset akibat berbagai faktor, kamu sebaiknya tidak menggunakannya bila kamu dan pasanganmu betul-betul sedang tidak ingin punya anak. Tanyakan dulu secara blak-blakan pada dirimu sendiri dan pada pasanganmu, separah apa dampaknya bila perhitunganmu meleset dan terjadi kehamilan? Bila kamu ketakutan membayangkannya, coba deh, beralih ke metode kontrasepsi modern saja. Ada banyak pilihan yang lebih bisa diandalkan, seperti kondom, pil KB, suntikan KB, implan KB, dan IUD.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

Baca juga : 7 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Ketika Menghitung Masa Subur

Itulah 4 ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.