Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

Jakarta,18 Februari 2021.Pandemi menyebabkan kualitas hubungan antar pasangan menjadi semakin challenging. Peningkatan aktivitas selama di rumah serta kejenuhan yang meningkat semakin memicu konflik antar pasangan, terlebih lagi bagi pasangan yang sudah menikah. Tak jarang, gairah seksual juga semakin menurun karena aktivitas yang monoton. Hal tersebut menginspirasi Kondom Sutra meluncurkan kampanye #MakinMantapMakinMesra (Mmmm…) untuk mengajak pasutri di Indonesia kembali mesra dengan pasangan dan kembali meningkatkan gairah asmara seperti layaknya pertama kali berpacaran.

David Dwi Santoso, Brand Manager Kondom Sutra mengungkapkan “Kondom Sutra mengajak pasutri di Indonesia untuk kembali mesra dan lebih dekat dengan pasangan. Masing-masing pasutri memiliki daya pikat satu sama lain, sehingga Sutra mengajak pasutri untuk kembali ke masa awal pernikahan dan membumbui kehidupan ranjang menjadi semakin seksi, romantis dan bergairah”.

“Apalagi, pada masa pandemi saat ini, kebutuhan akan hubungan intim antar pasangan cenderung meningkat, akibat aktivitas yang lebih lama di rumah. Selain itu, kelelahan dan stress akibat tekanan kondisi saat ini membutuhkan sentuhan kreativitas serta eksplorasi dalam hubungan intim, sehingga menggunakan berbagai variasi Kondom Sutra dapat membuat hubungan semakin Mmmm… #MakinMantapMakinMesra” Ujar David menjelaskan.

Pada iklan terbarunya, Sutra mengusung model Kiki Syarah sebagai salah satu vokalis dari Duo Biduan. “Pemilihan Kiki Syarah sebagai model iklan #MakinMantapMakinMesra bertujuan untuk menjangkau seluruh masyarakat melalui pendekatan musik dangdut. Seperti diketahui bahwa dangdut merupakan musik universal yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia” Ujar David menjelaskan.

Kiki Syarah selaku seniman dangdut dan model kampanye iklan Sutra terbaru mengungkapkan “Saya merasa bangga dapat diberi kesempatan untuk terlibat dalam iklan ini. Saya harap iklan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan menjadikan inspirasi bagi pasutri untuk kembali mesra dengan pasangan sekaligus terlibat dalam program KB”.

Di sisi lain, Clinical Sexologist, Zoya Amirin, M.Psi., FIAS memberikan tips supaya hubungan antar pasangan lebih mesra selama masa pandemi yang berkaitan dengan keintiman dan kesehatan seksual, antara lain:

  1. Lakukan hubungan seksual yang reguler & terencana
    Masa pandemi merupakan masa ketidak-pastian, jadi sangat disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang reguler dan terencana. Pada masa ketidak-pastian, sebaiknya tidak disarankan untuk melakukan seks spontan supaya lebih mudah melakukan kontrol terhadap hal yang akan terjadi nantinya. Dan gunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pada masa pandemi.
  2. Luangkan me time bagi diri sendiri
    Memberikan pasangan atau diri sendiri untuk menikmati waktu me time sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi stress selama pandemi. Me time harus dijadwalkan sesuai dengan kesepakatan bersama.
  3. Jadwalkan waktu untuk komunikasi dengan keluarga
    Ciptakan sesuatu yang baru misalnya dengan membuat permainan yang lebih mendekatkan keluarga, seperti main monopoli bersama, dll.
  4. Setiap pasangan harus bisa berkeluh-kesah tanpa komplain
    Tanyakan kepada pasangan apa ketakutan terbesar pasangan, berikan waktu kepada pasangan untuk menyatakan ketakutannya dan untuk mencurahkan isi hati, dan hentikan toxic positivity misalnya: “kamu harusnya bersyukur, jangan kaya gak punya Tuhan”, setiap pasangan yang mampu berbagi ketakutan terbesarnya, akan semakin menambah mesra dan menguatkan  hubungan.

Selain itu, Kondom Sutra juga menghadirkan Sutra Econo Pack, sebuah kemasan baru kondom yang juga diluncurkan pada Februari 2021 ini dan didistribusikan ke seluruh Indonesia, guna mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. Sutra Econo Pack juga diluncurkan untuk memperingati 25 tahun kondom Sutra di Indonesia yang berhasil menjadi merek kondom terpopuler di Indonesia.

Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

“Dengan hadirnya Sutra Econo Pack ini, kami juga berharap dapat mendorong penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi sebagai upaya meningkatkan partisipasi laki-laki dalam menyukseskan program Keluarga Berencana. Seperti diketahui, meski kondom bukan sesuatu yang baru, tetapi masih dianggap sebagai sebuah hal yang tabu di masyarakat kita, meskipun bagi pasangan menikah. Data SDKI 2017 menunjukkan bahwa pengguna kondom sebagai alat kontrasepsi masih sangat rendah, yaitu hanya sebesar 3% dari jumlah pasangan usia subur peserta aktif KB. Sedangkan tingkat putus pakai kondom juga tinggi, yaitu sebesar 27%, terbesar ketiga setelah metode kontrasepsi lainnya” Ujar Brand Manager Kondom Sutra menambahkan.

Selain itu, di tahun 2021 ini  Kondom Sutra dan DKT Indonesia bekerja-sama dengan Kementerian Agama Kanwil DKT Jakarta beserta Yayasan Pelita Ilmu mengadakan ‘Program Samawa”, penyuluhan pernikahan untuk calon pengantin di wilayah DKI Jakarta yang menargetkan 24 ribu pasangan pengantin. Program Samawa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga salah satunya memperkenalkan macam-macam kontrasepsi sebagai metode perencaan keluarga dan mengajak pasangan muda berpartisipasi dalam ber-KB.

“Peran laki-laki pada keberhasilan KB sangatlah besar, namun saat ini hanya 8% laki-laki yang berpartisipasi dalam program KB di Indonesia. Kami berharap dengan hadirnya Sutra Econo Pack dan juga kampanye baru #MakinMantapMakinMesra di tahun 2021 ini dapat semakin menjadi motivasi bagi laki-laki di Indonesia untuk turut serta dalam kesuksesan program KB di Indonesia” ujar Brand Manager Kondom Sutra menutup.

Simak TVC terbaru #MantapMantapMakinMesra pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=7ANO20jVVCM

————————————————————————————

Tentang Sutra
Sutra adalah Merek Kondom no. 1 di Indonesia dan merupakan brand yang berfokus pada kesehatan seksual reproduksi pria. Sutra telah hadir sejak tahun 1996 untuk meningkatkan kualitas hidup pria di Indonesia. Selain mencegah kehamilan, kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang memiliki perlindungan ganda untuk mencegah infeksi menular seksual serta HIV-AIDS. Kondom Sutra memiliki kualitas impor dengan Standard Mutu International Tertinggi – ISO 4074.

Selain kondom, Sutra juga menyediakan Sutra Lubricant sebagai pelumas impor berkualitas yang lembut serta aman. Saat ini Kondom Sutra memiliki tiga varian produk utama: Sutra Klasik, Sutra Ok, Sutra Gerigi dan juga Sutra Plus (new). Produk Kondom Sutra telah berhasil meraih penghargaan “Top Brand Awards” sejak tahun 2015 sebagai brand kondom  yang paling digemari oleh kalangan laki-laki maupun perempuan di Indonesia. Dan pada tahun 2016, Sutra juga meraih beberapa penghargaan seperti “WOW Brand Awards” dan “Youth Brand Awards”.

Sutra Website: http://www.kondomsutra.net/
Facebook: Kondom Sutra Indo
Twitter: @kondomsutra
Instagram: @kondomsutra

Untuk keterangan media, silahkan hubungi:
Nurul Jannati R.
PR Manager DKT Indonesia
nurul@dktindonesia.org

Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur

Cara menghitung masa subur dengan menandai siklus menstruasi di kalender sudah banyak digunakan orang. Mengetahui masa subur pada dasarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu menghitung mundur 14 hari dari prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan untuk menemukan tanggal ovulasi di bulan ini. Misalnya, jika bulan depan kamu diprediksi akan menstruasi pada tanggal 29 Maret, maka tanggal ovulasimu adalah tanggal 15 Maret. Nah, masa subur dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelahnya (Jensen & Stewart, 2015). Jika kamu dan pasanganmu ingin mendapatkan keturunan, ini adalah masa paling tepat untuk bercinta. Bila ingin mencegah kehamilan, hindari hubungan seks tanpa kontrasepsi khususnya di 6 hari ini.

Masalahnya, tidak semua orang cocok menggunakan cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika dipaksakan, justru penanggalannya bisa meleset. Berikut beberapa ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender menurut Hannah Witton dalam bukunya, The Hormone Diaries (Witton, 2019).

  • Memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
    Cara menghitung masa subur dengan metode kalender hanya bisa digunakan bila siklus menstruasimu terjadi secara teratur. Misalnya, jika siklusmu terjadi setiap 28 hari sekali, 34 hari sekali, ataupun durasi lain yang lebih pendek atau lebih panjang namun terjadi secara konsisten hingga ada polanya. Kalau siklus menstruasimu tidak teratur, kemungkinan besar perhitungan yang dilakukan dengan metode ini akan meleset.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Memiliki penyakit bawaan tertentu.
    Ada banyak sekali penyakit yang bila kambuh bisa memengaruhi siklus menstruasi. Misalnya, polycystic ovarian syndrome (PCOS), endometriosis, gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, dan sejenisnya. Bila kamu memiliki salah satu kondisi tadi, akan sangat sulit bagimu untuk mengandalkan cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Sering bepergian melewati zona waktu yang berbeda.
    Traveling melintasi zona waktu yang berbeda bisa memicu perubahan hormonal dalam tubuhmu. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menstruasi lebih awal daripada jadwal, terlambat menstruasi, durasi menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang, volume menstruasi yang lebih banyak atau lebih sedikit, hingga absennya menstruasi. Siklusmu bisa menjadi berantakan karena menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, ritme tidur, dan ritme aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, bila kamu sering melancong, hindari cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Betul-betul sedang tidak ingin punya anak.
    Terakhir, karena cara menghitung masa subur dengan metode kalender bisa meleset akibat berbagai faktor, kamu sebaiknya tidak menggunakannya bila kamu dan pasanganmu betul-betul sedang tidak ingin punya anak. Tanyakan dulu secara blak-blakan pada dirimu sendiri dan pada pasanganmu, separah apa dampaknya bila perhitunganmu meleset dan terjadi kehamilan? Bila kamu ketakutan membayangkannya, coba deh, beralih ke metode kontrasepsi modern saja. Ada banyak pilihan yang lebih bisa diandalkan, seperti kondom, pil KB, suntikan KB, implan KB, dan IUD.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

Baca juga : 7 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Ketika Menghitung Masa Subur

Itulah 4 ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.