Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

Setiap ibu pasti sudah tahu, ASI memiliki banyak sekali manfaat bagi si Kecil. Dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula, bayi yang mengonsumsi ASI lebih jarang mengalami gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, obesitas, dan alergi (Regan, 2019). Para ibu seringkali khawatir bahwa penggunaan kontrasepsi bisa mengurangi produksi ASI dan menurunkan kualitasnya. Akibatnya, mereka batal berkontrasepsi. Padahal, selain pemberian ASI, mengatur jarak kelahiran antara seorang anak dengan anak berikutnya juga tak kalah penting. Jarak kelahiran minimal 24 bulan bisa mengurangi risiko kelahiran prematur, berat badan rendah, dan gangguan kesehatan lainnya bagi bayi dan ibunya (Bryant, Bauer, Muddana, et al., 2019). Inilah alasan mengapa penggunaan kontrasepsi untuk ibu menyusui justru sangat dianjurkan.

Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

Salah satu alternatif metode KB yang dapat digunakan Ibu menyusui.

Kontrasepsi untuk ibu menyusui ada banyak jenisnya, mulai dari pil KB Andalan laktasi, suntikan KB 3 bulanan, KB implan, IUD tembaga, dan kondom. Meskipun wujudnya bervariasi, semuanya memiliki sebuah persamaan. Biasanya, alat kontrasepsi hormonal untuk ibu menyusui tidak mengandung hormon estrogen. Kalaupun ada yang mengandung hormon, hanya berupa hormon progesteron saja. Menurut penelitian, kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron aman bagi ibu menyusui, tidak mengurangi jumlah serta kualitas ASI, serta tidak memicu gangguan kesehatan maupun hambatan perkembangan apapun bagi bayi (Phillips, Tepper, Kapp, et al., 2016). Beberapa jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang populer di Indonesia misalnya: pil KB Andalan Laktasi, Suntikan KB Andalan 3 Bulan, dan Andalan Implan.

Di samping menggunakan kontrasepsi untuk ibu menyusui, ada beberapa cara lain untuk menjaga volume dan kualitas ASI, misalnya:

  • Lebih sering membiarkan kulit ibu bersentuhan secara langsung dengan kulit bayi. Caranya, bayi dibaringkan telungkup di dada ibu dengan kepala menghadap ke samping agar menempel di kulit ibu. Metode ini tak hanya mengurangi tingkat stres ibu, namun juga terbukti dapat meningkatkan produksi ASI (Coşkun, & Günay, 2020).
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Memijat payudara (Rahayuningsih, Mudigdo & Murti, 2016). Pijatan bisa membuat ibu merasa tenang dan merangsang keluarnya hormon oksitosin alami dari dalam tubuh. Hal ini bisa mempercepat keluarnya ASI.
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi (Golan & Assaraf, 2020). Asupan nutrisi ibu bisa memengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu, bila menginginkan bayi yang sehat, ibu juga harus mengonsumsi menu makanan sehari-hari yang sehat.
    Menjaga Kualitas ASI dengan Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Begini Caranya

  • Mengonsumsi suplemen yang dapat mendukung produksi ASI, seperti suplemen daun katuk (Rahmanisa & Aulianova, 2016). Salah satu yang amat direkomendasikan adalah Lactaboost yang mengandung 250 mg ekstrak daun katuk dalam setiap tabletnya.

Baca juga: 5 Solusi Mudah Memperlancar ASI Demi Keceriaan Si Buah Hati

Dengan mengkombinasikan keempat cara tadi dengan penggunaan kontrasepsi untuk ibu menyusui, mudah-mudahan kualitas ASI bisa tetap terjaga dengan baik. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

Menstruasi datang lebih awal atau malah terlambat? Durasinya jadi lebih panjang atau lebih singkat? Meskipun sekilas bisa membuat cemas, menstruasi tidak teratur adalah sesuatu yang normal ketika traveling. Bahkan, terkadang menstruasi bisa sepenuhnya absen.

Perubahan zona waktu, kebiasaan, dan stres yang bisa muncul saat traveling dapat memengaruhi siklus menstruasi perempuan. Menurut Dr. Alyssa Dweck, seorang spesialis ginekologi dan penulis buku populer mengenai kesehatan vagina di Amerika Serikat, pola menstruasi bisa berubah ketika seseorang sedang traveling. Soalnya, meskipun traveling itu menyenangkan, traveling juga bisa menyebabkan stres. Misalnya, ketika harus mengurus segala perintilan mengenai keberangkatan dan kepulangan, membiasakan diri dengan lingkungan yang berbeda di tempat baru, mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak biasa, serta beradaptasi dengan jam tidur yang sangat kontras dengan jam tidur dari kota asal. Stres dapat memengaruhi ovulasi dan naik-turunnya kadar hormon, sehingga siklus menstruasi ikut berubah. Oleh karena itu, tak mengherankan bila mereka yang berprofesi sebagai pramugari lebih rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi (Heidecker, Spencer, Hayes, et al., 2017).

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi.

  • Siapkan pembalut, tampon, celana dalam menstruasi, atau menstrual cup, produk menstruasi manapun yang biasanya kamu gunakan, untuk berjaga-jaga bila jadwal menstruasi berubah. Dengan begitu, kegiatan jalan-jalan di kota yang baru tak akan terganggu akibat ‘bocor’ mendadak. Bagi yang biasanya mengalami nyeri menstruasi, pertimbangkan juga untuk membawa botol kompres yang bisa diisi dengan air panas serta obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Pastikan bahwa asupan gizi tetap optimal dan sesuaikanlah jadwal makan dengan jadwal di kota tujuan. Tubuh lebih rentan penyakit ketika traveling dan beberapa jenis penyakit bisa memengaruhi hormon sehingga menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kalau perlu, bawalah stok vitamin dan suplemen yang bisa mendukung kesehatanmu.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Kurang tidur bisa membuat menstruasi tidak teratur (Nam, Han & Lee, 2017). Oleh karena itu, usahakan untuk memperoleh jam tidur yang cukup. Kalaupun zona waktu dari tempat asal dan tempat tujuan berbeda jauh, cobalah menyesuaikan diri dengan jam tidur di tempat tujuan secara bertahap beberapa hari sebelum berangkat traveling.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

  • Bila kamu terbiasa menggunakan metode kalender kesuburan sebagai kontrasepsi alami, pertimbangkan untuk beralih ke kontrasepsi modern di masa traveling. Soalnya, dengan siklus menstruasi tidak teratur, perhitunganmu mengenai masa subur dan masa tidak subur akan sangat mudah meleset. Kondom merupakan solusi praktis yang baik untuk digunakan dan bisa dibeli lagi dengan mudah di mana saja bila stok yang dibawa sudah habis.
    Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

Baca juga: Bercinta Tanpa Kontrasepsi Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?

Jadi, tak perlu khawatir soal siklus menstruasi tidak teratur yang terjadi di masa traveling, sebab hal ini merupakan sesuatu yang normal. Yang penting, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat traveling. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.