Berduri, Alat Kontrasepsi Terbaik bagi Laki-laki Ini Paling Disukai oleh Perempuan

Menurut sebuah survei, rata-rata orang Amerika berhubungan seks 124 kali setahun. Orang India melakukannya 76 kali per tahun, sedangkan orang Jepang hanya memadu asmara 36 kali setiap tahunnya (Dweck & Westen, 2017). Kira-kira, apa yang menyebabkan pasangan lebih sering bercinta? Tentunya ada berbagai macam faktor yang bisa berperan, namun salah satu yang sepertinya tak kalah penting juga adalah seks yang tidak monoton.

Senantiasa mengeksplor hal-hal baru dalam kehidupan seksual merupakan komponen krusial untuk mencegah kejenuhan dan mempertahankan kepuasan hubungan, sayangnya elemen ini seringkali kurang diperhatikan (Matthews, Giulano, Rosa, et al., 2018). Padahal, ada banyak cara untuk keluar dari rutinitas yang itu-itu saja. Salah satunya adalah dengan memilih alat kontrasepsi terbaik yang tak hanya bisa mencegah kehamilan, namun juga menambah sensasi baru saat bercinta.

Kondom Fiesta Max Dotted hadir dengan duri-duri alias bintil cinta lembut berukuran besar untuk kepuasan yang lebih maksimal. Dengan teksturnya yang luar biasa, kondom ini menjadi salah satu kondom paling digemari di Indonesia. Kondom dengan tekstur berbintil memang bisa menjadi penambah sensasi dengan elemen gesekan yang akan membangkitkan gairah (Beksinska, Wong & Smit, 2020).

Terbuat dari bahan lateks berkualitas, kondom Fiesta Max Dotted juga bisa melindungi penggunanya dari risiko infeksi menular seksual (IMS) seperti gonorrhoea, chlamydia, syphilis, dan HIV. WHO pun merekomendasikan penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi terbaik untuk mencegah penyebaran IMS. Perlindungan ganda dari kehamilan yang tidak direncanakan serta IMS bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Untuk membuat permainan jadi tambah panas, gunakan kondom Fiesta Max Dotted sebagai bagian dari foreplay. Rangsang bagian klitoris yang penuh dengan saraf-saraf sensitif dengan penis yang sudah terlapisi duri-duri halus kondom Fiesta Max Dotted. Ketika penetrasi, variasikan juga tempo gerakan maju mundur yang dilakukan, sehingga gesekan bintil semakin terasa. Padukan dengan rayuan maut dan pasangan pun akan semakin ketagihan.

Baca juga: Ini Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Penasaran? Kamu bisa membuktikannya sendiri. Alat kontrasepsi terbaik bagi laki-laki yang paling disukai oleh perempuan ini bisa didapatkan dengan mudah di Official Store Sutra Fiesta di Tokopedia dan Shopee, atau dibeli secara langsung di supermarket, minimarket, serta apotek. Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya, termasuk identitas kamu.

Kondom Terbaik untuk Pasangan yang Mudah Panik Soal Risiko Kehamilan

“Sayang, kira-kira tadi bocor nggak, ya?”
“Nggak, santai aja…”
“Kalau bocor gimana???”

Bagi pasangan yang benar-benar belum siap atau sama sekali nggak ingin punya anak, kekhawatiran soal kondom bocor bisa menjadi suatu masalah yang serius. Kalau tidak segera dicari solusinya, pasangan bisa sampai enggan berhubungan intim karena takut hamil. Gairah yang sudah sempat terbangkitkan pun turun kembali. Waduh! Ada solusinya, kok. Ini dia kondom terbaik untuk pasangan yang mudah panik soal risiko kehamilan.

Kondom Fiesta Ultra Safe hadir dengan kemampuan untuk mencegah kehamilan yang optimal. Kualitasnya terjamin, sebab Fiesta Ultra Safe sudah 100% lulus uji elektronis dan telah sesuai dengan standar mutu internasional (ISO 4074). Terbuat dari bahan lateks berkualitas tinggi, kondom ini terasa lembut ketika digunakan. Alhasil, segala aktivitas di ranjang bisa dilakukan dengan nyaman.

Kondom Terbaik untuk Pasangan yang Mudah Panik Soal Risiko Kehamilan

Tak hanya itu, salah satu fitur utama yang membuatnya menjadi kondom terbaik adalah adanya kandungan pelumas ekstra untuk menambah gairah dan perlidungan maksimal. Bagaimana pelumas bisa membantu memberikan perlindungan ekstra? Menurut penelitian, efektivitas kondom bergantung pada banyak faktor: kemauan pasangan untuk menggunakannya sebelum berhubungan seks, apakah kondom tersebut dipakai terus hingga hubungan seks selesai, dan apakah ada pelumas yang digunakan bersama dengan kondom untuk mencegah robeknya kondom (Cornelisse, Wright, et al., 2019). Nah, dengan adanya pelumas ekstra di dalam Kondom Fiesta Ultra Safe, kemungkinan kondom terlepas, robek, atau bocor akibat gesekan berkurang jauh. Dengan kondom terbaik seperti Fiesta Ultra Safe, pasangan pun bisa jadi lebih tenang tanpa perlu takut soal risiko kehamilan. 

Selain itu, dengan pelumas yang lebih banyak, hubungan intim juga akan terasa lebih nikmat dan bebas dari rasa sakit. Inilah alasan mengapa penggunaan pelumas disarankan bagi perempuan yang vaginanya cenderung kering (Dweck & Westen, 2017). Nah, kehadiran kondom Fiesta Ultra Safe membantu mengatasi masalah ini.

Baca juga: Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

Itulah kondom terbaik untuk pasangan yang mudah panik soal risiko kehamilan. Dengan keyakinan bahwa hubungan seks akan aman dan nyaman, kepanikan pasangan tidak akan menjadi isu lagi. Bonus lainnya, risiko penyebaran infeksi menular seksual (IMS) juga akan menurun seiring dengan penggunaan kondom yang tepat dan konsisten. Jadi, chlamydia, gonorrhoea, hepatitis B, HIV, dan sejumlah IMS lainnya tidak akan mengusik momen intimmu dan pasanganmu. Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya, termasuk identitas kamu.

Dua Alat yang Kamu Butuhkan Sebelum Memulai Program Hamil

Setelah beberapa tahun menikah dan berkontrasepsi, akhirnya kamu dan pasanganmu memutuskan bahwa kalian sudah betul-betul siap untuk berkeluarga. Kira-kira apa saja yang dibutuhkan, ya? Coba deh, cek dua alat ini…

  • Andalan Ovulation Test

    Dua Alat yang Kamu Butuhkan Sebelum Memulai Program Hamil

    Meskipun ada pasangan yang bisa langsung berhasil di percobaan pertama, kenyataannya untuk bisa hamil tidak semudah itu. Kamu butuh pengetahuan yang mantap mengenai momen paling pas untuk berhubungan intim. Agar bisa terjadi kehamilan, sperma perlu membuahi sel telur. Pembuahan tersebut harus terjadi di waktu yang tepat, yaitu ketika lendir di rahim sedang banyak-banyaknya, teksturnya luar biasa cair, dan bening. Dengan rahim yang kondisinya subur begini, sperma akan lebih mampu masuk lebih jauh dan bertahan (Westheimer & Lehu, 2019). Nah, masa paling subur tadi biasanya terjadi di sekitar momen ovulasi, yaitu saat sel telur dilepas oleh indungnya. Kalau hubungan seks dilakukan di momen kurang subur, yakni ketika lendir rahim sedang kental, tebal, dan lengket, sperma akan tertahan di perjalanan dan bisa gagal mencapai sel telur.

    Bagaimana cara untuk mengetahui kapan tubuh perempuan sedang berada di masa subur? Salah satu trik yang cukup mudah adalah dengan menggunakan alat uji ovulasi. Misalnya, dengan Andalan Ovulation Test.

    Andalan Ovulation Test bekerja dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin (air kencing) perempuan. Tingkat keakuratannya mencapai 99,9%. LH merupakan salah satu hormon di dalam tubuh perempuan yang biasanya akan meningkat drastis kadarnya menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Nah, dengan Andalan Ovulation Test, kamu bisa mengetahui apakah 24-48 jam ke depan merupakan waktu yang terbaik untuk berhubungan seks atau tidak. Praktis, kan?

  • Andalan Pregnancy Test Kit

    Dua Alat yang Kamu Butuhkan Sebelum Memulai Program Hamil

    Setelah menemukan momen paling jitu untuk berhubungan intim, langkah penting berikutnya adalah mencari tahu apakah strategi tersebut sudah berhasil. Menurut Dr. Virginia Beckett, pakar kesehatan reproduksi ternama di Inggris, ada banyak tanda-tanda dari kehamilan. Beberapa di antaranya misalnya seperti telat datang bulan, mudah lelah, merasa mual, payudara membesar dan sensitif, serta keram perut.

    Kalau tanda-tanda ini sudah muncul, maka kamu membutuhkan alat tes kehamilan, Misalnya, Andalan Pregnancy Kit. Andalan Pregnancy Kit bekerja dengan mengukur kadar hormon human chorionic gonadotrophin (HCG) di urin perempuan. Biasanya, sekitar seminggu setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sperma, hasil pembuahan yang disebut dengan blastosit akan mengeluarkan HCG. Kadar HCG paling tinggi di pagi hari, jadi ini merupakan waktu yang baik untuk menggunakan alat tes kehamilan. Meskipun begitu, nggak perlu khawatir juga kalau kamu hanya sempat melakukannya di lain waktu, sebab alat tes kehamilan dengan sensitivitas yang tinggi tetap akan bisa berfungsi dengan baik (Regan, 2019). Dengan tingkat keakuratan 99,9%, kualitas Andalan Pregnancy Kit tak perlu dipertanyakan lagi. Kamu tinggal mencelupkan alatnya ke dalam wadah berisi urin dan mengikuti petunjuk sederhana untuk membaca hasilnya sebelum 5 menit.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Itulah dua alat yang kamu butuhkan sebelum memulai program hamil. Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

Sudah terlambat 2 bulan, namun yang ditunggu-tunggu tidak juga tiba. Ketika akhirnya menstruasi kembali, sang ‘tamu bulanan’ seakan punya mood yang berubah-ubah. Terkadang ia keluar dengan lancar, terkadang pembalut putih bersih tanpa cairan apapun yang menempel. Terdengar familiar? Siklus menstruasi tidak teratur merupakan salah satu gejala dari PCOS. Apa itu PCOS dan seperti apa ciri-cirinya?

Menurut Repropedia, kamus khusus kesehatan reproduksi, PCOS atau polycystic ovary syndrome merupakan gangguan hormon yang banyak menyerang perempuan usia subur. Istilah ‘PCOS’ muncul untuk menggambarkan banyaknya kista di permukaan luar indung telur bila diperiksa dengan menggunakan teknologi ultrasound. Kista-kista ini terbentuk akibat kelebihan hormon androgen. PCOS bisa mengakibatkan gagalnya pelepasan sel telur dari indungnya, sehingga dampaknya mengganggu kesuburan.

Beberapa gejala PCOS antara lain (Dweck & Westen, 2017):

  • Menstruasi tidak teratur. Artinya, jadwalnya bisa meleset. Volumenya bisa tiba-tiba banyak, tiba-tiba sedikit. Durasinya bisa bervariasi. Bahkan, ada kalanya tidak menstruasi sama sekali.
    Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

  • Gangguan kesuburan. Karena sel telur gagal dilepas, sperma tidak bisa melakukan pembuahan, sehingga tidak terjadi kehamilan.
    Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

  • Munculnya jerawat. Akibat hormon yang tidak terkontrol, jerawat pun berkerumun di wajah.
    Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

  • Tumbuhnya bulu yang berlebihan di bagian-bagian yang biasanya hanya berbulu pada tubuh laki-laki, seperti di bibir atas, dagu, payudara, bawah perut, dan paha dalam.
    Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

  • Tubuh orang dengan PCOS seringkali kesulitan mengontrol produksi insulin, sehingga orang-orang dengan PCOS biasanya kelebihan berat badan.
    Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

PCOS tidak bisa disembuhkan secara permanen, namun bisa dikontrol agar gejalanya berkurang (Khadilkar, 2019). Penderita PCOS disarankan menjalani konseling rutin dengan dokter, pakar fisiologis, dan ahli nutrisi demi mengadopsi pola hidup sehat yang sesuai dengan kondisi PCOS. Selain itu, mengingat bahwa PCOS membutuhkan manajemen jangka panjang, ada baiknya juga berkonsultasi dengan psikolog untuk membantu menyusun goal yang ingin dicapai terkait PCOS (Ko, Teede & Moran, 2017).

Dengan perubahan pola hidup yang tepat, penderita PCOS bisa mengurangi gejala menstruasi yang tidak teratur serta meningkatkan kemungkinan untuk bisa melanjutkan keturunan. Meskipun begitu, prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama, sehingga kamu akan membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang terdekat. Bila kamu hidup dengan PCOS, mintalah bantuan keluarga, pasangan, atau teman-temanmu untuk terus memberikan motivasi serta menemani secara bergantian pada setiap sesi konseling dengan para pakar.

Baca juga: Menstruasi Tidak Teratur Ketika Traveling, Apakah Normal?

Itulah sekilas penjelasan mengenai menstruasi yang tidak teratur dan 4 gejala PCOS lainnya. Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan serta identitas kamu akan dijamin kerahasiaannya.

Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Bolehkah Dilanjutkan Ketika Sudah Berhenti Menyusui?

Seorang Ibu selalu berupaya memberikan yang terbaik. Mulai dari detik buah hatinya berada di dalam kandungan hingga ia lahir dan tumbuh besar, Ibu berusaha memastikan anaknya memiliki segala yang ia butuhkan untuk sehat dan bahagia. Termasuk juga, dengan menjaga jarak kelahiran agar perhatian eksklusif orangtua bisa terus dimiliki si kecil di masa-masa paling penting dari perkembangannya. Nah, dengan berkontrasepsi, kehamilan bisa dicegah terlebih dulu hingga waktu yang lebih ideal. Salah satu hal yang sering jadi pertanyaan para Ibu, kalau sebelumnya sempat menggunakan kontrasepsi untuk Ibu menyusui, bolehkah kontrasepsi tersebut dilanjutkan setelah selesai menyusui?

Kontrasepsi untuk ibu menyusui ada banyak jenisnya, yaitu:

Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Bolehkah Dilanjutkan Ketika Sudah Berhenti Menyusui?

  1. Pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja / pil KB laktasi.
    Contohnya: pil KB Andalan Laktasi dengan kandungan 0,5 mg Linestreol (hormon progesteron)
  2. Suntikan KB 3 bulanan
    Contohnya: Suntikan KB Andalan 3 bulan 1 ml dan 3 ml dengan kandungan 150 mg Medroxyprogesterone (hormon progesteron)
  3. KB implan atau juga dikenal dengan istilah KB susuk
    Contohnya: Andalan Implan dengan kandungan 75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron)
  4. IUD tembaga yang tidak mengandung hormon
    Contohnya: IUD Andalan TCu 380A postpartum dengan 380 mm2 permukaan tembaga
  5. Kondom yang terbuat dari lateks dan juga tidak mengandung hormon
    Contohnya: Kondom Andalan, Kondom Sutra, Kondom Fiesta, dan Kondom Supreme.

Nah, menurut WHO (2019), pil KB laktasi, suntikan KB 3 bulanan, dan KB implan mencegah kehamilan dengan cara mencegah pelepasan sel telur dari indungnya serta menebalkan lendir di leher rahim agar sperma jadi lebih sulit masuk. IUD tembaga bekerja di dalam rahim dengan melepas ion-ion tembaga yang aman bagi tubuh, namun bersifat toksik bagi sperma. Sementara itu, kondom mencegah kehamilan dengan menjadi benteng yang menahan sperma agar tidak masuk ke vagina, berenang ke rahim, dan bertemu dengan sel telur.

Dari kelima alat kontrasepsi untuk ibu menyusui tadi, semuanya aman untuk dilanjutkan meskipun penggunanya sudah berhenti menyusui. Soalnya, perbedaan antara kontrasepsi untuk ibu menyusui dengan kontrasepsi untuk perempuan yang tidak menyusui hanya terletak pada kandungan hormonnya. Kontrasepsi untuk ibu menyusui tidak mengandung hormon estrogen (Pranajaya & Rudiyanti, 2017), sehingga biasanya hanya mengandung hormon progesteron saja atau tidak mengandung hormon sama sekali. Sementara itu, kontrasepsi untuk perempuan yang tidak menyusui boleh mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron, mengandung hormon progesteron saja, atau tidak mengandung hormon sama sekali. Jadi, tidak masalah jika kontrasepsi untuk ibu menyusui mau tetap dipakai terus setelah selesai menyusui, ya. Yang penting, masa perlindungannya memang belum berakhir. Kalau masa perlindungan kontrasepsi sudah berakhir namun kamu masih ingin menunda kehamilan, kontrasepsi tersebut perlu diperpanjang lagi.

Baca juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Salah Satu Trik Mempertahankan Romansa Setelah Punya Anak

Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan serta identitas kamu akan dijamin kerahasiaannya.

Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)

Munculnya keputihan tidak selalu memiliki makna yang sama. Ada kalanya keputihan merupakan sesuatu yang normal dan sehat, misalnya keputihan tanda kehamilan. Akan tetapi, terkadang keputihan juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan. Misalnya, ketika bacterial vaginosis (BV) sedang menyerang keseimbangan ekosistem bakteri di dalam vagina. Seperti apa keputihan tanda hamil dan bagaimana perbedaannya dengan keputihan akibat BV?

Secara medis, terdapat dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal dan keputihan patologis. Keputihan tanda hamil termasuk jenis keputihan yang normal. Cairan keputihan saat hamil mengandung bakteri baik lactobacillus doderlein yang diperlukan sebagai benteng untuk melindungi vagina dari serangan jamur dan bakteri buruk. Ciri-cirinya: tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016).

Sementara itu, keputihan patologis merupakan keputihan yang menandakan adanya gangguan penyakit. Contohnya, keputihan akibat BV. Ketika jumlah bakteri baik lactobacillus di dalam vagina berkurang, perkembangan bakteri buruk seperti gardnerella meningkat dengan pesat. Alhasil, muncullah keputihan yang tipis, berair, dan berbau amis dengan warna yang bisa bermacam-macam mulai dari kelabu, kekuning-kuningan, hingga kehijau-hijauan. Keputihan tanda BV biasanya tidak menyebabkan rasa gatal, namun tetap merupakan masalah yang perlu diatasi dengan berkunjung ke dokter, khususnya jika kamu hamil. Soalnya, perempuan hamil yang terkena BV memiliki risiko keguguran dan kelahiran prematur yang 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan hamil yang sehat (Hill, 2019). Meskipun begitu, tak perlu khawatir bila kamu mengalami gejala BV, sebab BV bisa diobati dengan menggunakan antibiotik.

Untuk mencegah BV, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)

  • Menghindari kebiasaan douching atau membersihkan bagian dalam lubang vagina. Faktanya, perempuan yang membersihkan bagian dalam vagina lebih sering terkena BV (Abebaw, Bekele & Mihret, 2017). Soalnya, bakteri baik yang mencegah BV turut mati ketika bagian dalam saluran vagina dibersihkan. Oleh karena itu, bila ingin membersihkan diri, bersihkan bagian luar alias vulva dengan air saja. Hindari menggunakan sabun mandi, deterjen, rempah-rempah, lulur, bubble bath, bath salt, ataupun wewangian. Jika ingin menggunakan pembersih, gunakan pembersih khusus yang aman dan memiliki tingkat pH yang sesuai dengan vulva, misalnya Andalan Feminine Care atau Andalan Intimate Wipes yang terbuat dari bahan-bahan alami dan telah teruji keamanannya.
    Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seks. BV memang bukan infeksi menular seksual, namun risiko BV cenderung meningkat bila seseorang aktif secara seksual (Muzny & Schwebke, 2016). Oleh karena itu, tetaplah mempraktikkan seks aman dan gunakan kondom setiap kali kamu akan menikmati momen intim bersama pasanganmu.
    Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)
  • Bila menggunakan pelumas, pilih pelumas berbahan dasar air yang sudah memenuhi standar mutu internasional ISO 4074. Misalnya, Fiesta Natural Intimate Lubricant dan Sutra Lubricant. Hindari menggunakan pelumas dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem bakteri baik vagina.
    Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)

Baca juga: Keputihan Tanda Hamil, Seperti Apa Ciri-cirinya?

Itulah perbedaan keputihan tanda hamil dengan keputihan akibat BV, serta beberapa trik yang bisa kamu terapkan untuk mencegah BV. Selain itu, kalau kamu masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Buat Pasangan Ketagihan dengan Kondom yang Enak, Tipis, dan Terasa Alami

Salah satu keluhan yang membuat orang malas menggunakan kondom adalah sensasi yang kurang alami ketika organ intim saling beradu. Lateks yang terlalu tebal mengganggu keintiman yang sakral dengan pasangan. Alhasil, orang mengabaikan kebutuhan akan seks yang aman demi kenikmatan bercinta. Sebenarnya, tak perlu ada yang dikorbankan. Keamanan dan kenyamanan bisa dipadu menjadi satu. Ada solusi mudah untuk masalah ini. Kamu bisa membuat pasanganmu ketagihan dengan kondom yang enak, tipis, dan terasa alami.

Kondom Fiesta Ultra Thin terbuat dari bahan lateks yang didesain sedemikian rupa dan lebih tipis, sehingga nyaris tak terasa ketika digunakan. Pengalaman memadu kasih dengan kondom yang tipis ini terasa seperti bersentuhan langsung dari kulit ke kulit. Tak mengherankan jika kondom jenis ultra-thin telah menjadi salah satu jenis kondom yang paling diinginkan (Burke et al., 2009).

Meskipun tipis, kondom Fiesta Ultra Thin sudah lolos uji elektronis dan telah memenuhi standar keamanan internasional, sehingga kualitasnya tetap terjamin. Mencegah kehamilan jadi jauh lebih mudah, nyaman, dan efektif. Tak perlu lagi mengandalkan metode ‘keluar di luar’ yang sangat rentan gagal dan sering berujung pada kehamilan yang tidak direncanakan.
Selain itu, kondom Fiesta Ultra Thin juga mengandung pelumas non-spermisida yang bisa membantu melindungi pemakainya dari lecet serta luka ketika memadu asmara. Dengan demikian, kamu dan pasanganmu bisa lebih bebas bereksperimen dengan pose-pose seksual baru yang menantang tanpa perlu khawatir. Saatnya mencari inspirasi dari Kamasutra! Tak akan ada kata jenuh ataupun bosan.

Tak hanya mencegah kehamilan, memakai kondom juga bisa membantu menurunkan risiko penyebaran infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, chlamydia, dan sifilis. Menurut pakar kesehatan reproduksi, kondom berbahan lateks memiliki kemampuan pencegahan IMS yang lebih baik daripada kondom berbahan membran natural seperti lambskin (Dweck & Westen, 2017). Oleh karena itu, pemakaian kondom berbahan lateks sangat disarankan.

Sebaliknya, tanpa kondom, risiko terkena IMS meningkat. Beberapa jenis IMS bisa membuat penis dan vagina jadi berbau kurang sedap serta terasa sakit, dua hal yang tentunya akan sangat mengganggu dan mengurangi kenikmatan bercinta. Belum lagi, dampak jangka panjangnya, di mana IMS bisa berpotensi mengurangi kesuburan bila tidak ditangani. Jauh lebih baik mencegah, kan?

Baca juga: Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

Itulah rahasia membuat pasangan ketagihan dengan kondom yang enak, tipis, dan terasa alami. Selain itu, bila kamu masih memiliki pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Olahraga dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Seperti Apa Kaitannya?

Di tengah kesibukan bekerja, olahraga sudah menjadi kebutuhan. Selain untuk mempertahankan agar kondisi tubuh tetap fit, olahraga juga memiliki fungsi rekreasi untuk membantu melepas penat. Tak mengherankan jika banyak kantor mulai menyediakan peralatan dan ruangan untuk berolahraga atau memanjakan karyawan dengan jatah berlangganan fasilitas gym. Di bidang kesehatan reproduksi, olahraga memiliki dua wajah. Ada yang mengatakan bahwa olahraga membantu kesuburan, ada juga yang menyebutkan bahwa olahraga justru berdampak negatif terhadap faktor kesuburan laki-laki. Kira-kira pernyataan mana yang benar? Berikut sekilas pembahasannya.

Olahraga bisa menjadi kawan, bila pula menjadi lawan. Kuncinya adalah mengetahui proporsi yang tepat. Sebagai contoh, olahraga rutin terbukti bisa memberi dampak positif terhadap faktor kesuburan laki-laki. Orang-orang yang berolahraga teratur beberapa kali seminggu memiliki masalah ereksi yang lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali, sementara itu, atlet ketahanan dengan rutinitas olahraga yang ekstrim cenderung mengalami inflamasi dan punya kadar hormon testosteron yang lebih rendah (Spitz, 2018).

Selain proporsi berolahraga, jenis olahraga juga bisa menentukan apakah olahraga tersebut akan mendukung atau justru memperburuk faktor kesuburan laki-laki. Jenis olahraga tertentu, seperti bersepeda, justru bisa menyakiti penis. Sebuah penelitian eksperimental menemukan bahwa bersepeda dengan intensitas rendah hingga tinggi selama 16 minggu mengurangi volume cairan semen, pergerakan sperma, bentuk sperma yang normal, kepadatan sperma, serta jumlah sperma (Behzad & Bakhtyar, 2015). Suhu tubuh di sekitar area testis cenderung meningkat selama bersepeda, sehingga jadi kurang mendukung produksi sperma. Bentuk sadel sepeda yang kurang ideal juga bisa menyebabkan saraf penis tergencet dan menimbulkan mati rasa (Spitz, 2018).

Meskipun proporsi dan jenis olahraga yang dipilih sudah benar, olahraga tersebut juga tidak akan bisa memberi dampak positif yang maksimal terhadap kesuburan jika gaya hidup secara umum masih negatif. Misalnya, jika masih banyak mengonsumsi alkohol, merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, dan makan makanan yang kurang bergizi (Leisegang & Dutta, 2020). Intinya, jika ingin punya kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan keturunan, pola hidup secara keseluruhan harus diubah menjadi positif. Tak bisa setengah-setengah.

Baca juga: Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Kalau masih kesulitan untuk punya anak meskipun sudah berkomitmen menerapkan gaya hidup yang sehat secara keseluruhan, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan reproduksi seperti dokter atau seksolog. Mungkin saja ada masalah lain yang ternyata mengganggu kesuburan. Selain itu, kamu pun juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Kamu bisa berkonsultasi dengan bebas, sebab segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Merencanakan kehamilan sebenarnya mudah, bila mengetahui triknya. Kalau nggak mau repot pakai cara menghitung masa subur dengan rumus yang jelimet, bisa juga dengan menggunakan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi. Sekarang sudah ada Andalan Ovulation Test yang praktis dan cepat. 

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indungnya. Setiap 14 hari sebelum menstruasi, satu buah sel telur akan dilepas. Kalau sel telur tersebut dibuahi oleh sperma, akan terjadi kehamilan. Bila tidak ada pembuahan, terjadilah menstruasi. Nah, di sekitar tanggal ovulasi, tubuh perempuan paling subur. Lendir di rahim sedang banyak-banyaknya, teksturnya luar biasa cair, dan bening. Kalau sperma masuk ke rahim yang kondisi lendirnya sedang seperti ini, sperma akan lebih mampu masuk lebih jauh dan bertahan (Westheimer & Lehu, 2019). Sebaliknya, setelah ovulasi, lendir rahim akan berubah secara dramatis menjadi lebih kental, tebal, dan lengket, sehingga sperma akan kesulitan menembus leher rahim menuju rahim. Inilah alasan mengapa jika ingin mempunyai anak, hubungan seks sebaiknya dilakukan di masa subur.

Masalahnya, nggak semua perempuan bisa memakai cara menghitung masa subur tradisional dengan menandai tanggal prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan dan menghitung mundur 14 hari. Banyak yang siklus menstruasinya tidak teratur, sehingga nggak bisa menggunakan cara yang tadi. Untuk itu, dibutuhkan bantuan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi.

Andalan Ovulation Test memiliki tingkat keakuratan hingga 99,9% sehingga hasilnya pasti tepat dan terpercaya. Cara menghitung masa subur dengan alat ini adalah dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin (air kencing). Soalnya, kadar hormon LH di dalam tubuh perempuan biasanya meningkat drastis menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pemakaian Andalan Ovulation Test pun sangat sederhana, tinggal mengeluarkan alat uji dari kemasan, menggunakan pipet yang telah disediakan untuk meneteskan urin ke dalam lubang sampel, dan menunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Kemudian, akan muncul dua garis berwarna merah muda. Jika garis Test Line (T) warnanya sama dengan garis Control Line (C) atau lebih gelap, maka kemungkinan besar ovulasi akan terjadi di 24-48 jam ke depan. Maka, bila sedang merencanakan kehamilan, waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah setelah 24 jam, namun sebelum 48 jam. Sebaliknya, bila hasilnya hanya satu garis merah muda saja, berarti tubuh sedang dalam masa yang kurang subur, dan bisa mencoba kembali setiap harinya selama beberapa hari kedepan.

Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Baca juga: Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

Mudah, kan? Harganya juga sangat terjangkau yaitu Rp 20.000,- (Harga eceran yang disarankan), sehingga kamu bisa membeli lebih dari satu kalau mungkin ingin berjaga-jaga agar masa subur tak kelewatan. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya. Yuk, konsultasi dengan HaloDKT!

Tak Hanya untuk Sehari-hari, IUD Tembaga Juga Bisa Jadi Kontrasepsi Darurat

Dikenal sebagai alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa awet digunakan bertahun-tahun, nggak banyak yang tahu bahwa IUD tembaga juga bisa dijadikan alat kontrasepsi darurat. Bila dipasang hingga maksimal 5 hari setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman, IUD tembaga 99,9% efektif dalam mencegah kehamilan (Lilja, Chin, Benson, et al., 2021). Caranya pun mudah. Berikut sekilas pembahasannya.

IUD tembaga adalah alat kontrasepsi yang berukuran mungil, berbentuk seperti huruf T, dan dimasukkan ke dalam rahim (Dweck & Westen, 2017). Pemasangannya biasanya dilakukan oleh dokter atau bidan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Prosesnya pun singkat dan tidak membutuhkan operasi.

Ada beberapa jenis IUD tembaga. IUD Andalan TCu 380A, misalnya, mengandung 380 mm2 tembaga pada permukaannya. Tembaga tersebut tidak melepas hormon, namun bersifat melemahkan sperma, sehingga sperma tidak bisa membuahi sel telur dan menyebabkan kehamilan. Sekali pasang, IUD Andalan TCu 380A bisa melindungi pemakainya dari risiko kehamilan hingga 10 tahun.

Berbeda dengan IUD Andalan TCu 380A, IUD Andalan Cu 375 Sleek punya masa perlindungan selama 5 tahun. Keduanya sama-sama mengandung tembaga, namun IUD yang ini didesain untuk perempuan dengan rahim yang lebih pendek. Jadi, sebelum pemasangan IUD, dokter atau bidan biasanya akan menyesuaikan ukuran IUD dengan ketinggian rahim, agar IUD tembaga nyaman dipakai dan bisa bekerja dengan efektif.

Selain kedua model IUD tembaga tadi, ada juga IUD tembaga dengan kandungan inti yang terbuat dari perak. Fungsinya untuk memaksimalkan efektivitas kontrasepsi. Misalnya, IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag yang bisa mencegah kehamilan selama 3 tahun, serta IUD Andalan Silverline Cu 380 Ag yang dapat menjadi pengaman selama 5 tahun.

Nah, selain bisa menjadi kontrasepsi reguler, IUD tembaga juga bisa dipakai sebagai kontrasepsi darurat. Dalam situasi apa saja pemakaiannya? Beberapa contoh kasus di mana seseorang membutuhkan kontrasepsi darurat misalnya sebagai berikut.

  • Jika kondom lepas atau robek akibat kesalahan pemakaian atau sudah kadaluarsa
  • Ketika lupa minum pil KB harian
  • Ketika lupa jadwal suntik KB bulanan / 3 bulanan
  • Implan KB sudah lebih dari 4 tahun, lupa dilepas dan diganti dengan yang baru
  • Setelah terjadi pemerkosaan di mana cairan sperma masuk ke dalam vagina

Baca juga: Menstruasi Lebih Deras dengan IUD Tembaga, Apakah Normal?

Kalaupun ternyata hanya digunakan sebagai kontrasepsi darurat dan penggunanya tidak butuh perlindungan dari kehamilan untuk jangka waktu yang panjang, IUD tembaga bisa dilepas kembali kapan pun dengan bantuan dokter atau bidan. Jadi, tak masalah bila ingin melepas IUD sebelum masa perlindungannya berakhir. Tinggal membuat janji dengan tenaga medis terlatih saja.

Meskipun begitu, perlu diperhatikan bahwa kontrasepsi darurat bukanlah alat aborsi, sehingga IUD tembaga tidak akan bisa mencegah kehamilan bila kehamilan sudah terlanjur terjadi. Pencegahan kehamilan hanya bisa dilakukan bila sel telur belum dibuahi sperma dan menempel di dinding rahim.

Itulah sekilas pembahasan mengenai peran IUD sebagai alat kontrasepsi darurat. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.