6 Hoax yang Sering Anda Dengar Mengenai Kontrasepsi Darurat

kontrasepsi darurat

Terbatasnya akses informasi mengenai kesehatan reproduksi seringkali menyebabkan kesalah-pahaman di kalangan masyarakat awam, terutama ketika membahas mengenai alat kontrasepsi. Salah satu dampaknya adalah banyaknya hoax yang beredar mengenai kontrasepsi darurat. Berikut beberapa hoax populer mengenai kontrasepsi darurat dan penjelasan di baliknya.

  • “Postpil adalah satu-satunya kontrasepsi darurat.”
    Faktanya, ada dua jenis kontrasepsi yang bisa digunakan dalam situasi darurat, yaitu Postpil dan IUD tembaga. IUD tembaga dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan mengeluarkan ion-ion yang bersifat toksik bagi sperma. Efektivitasnya luar biasa tinggi, dengan tingkat kegagalan hanya 0,1% (Trussel et al., 2018).

  • “Postpil adalah pil aborsi.”
    ni juga merupakan mitos yang banyak beredar. Padahal, Postpil bukan merupakan pil aborsi, sebab Postpil tidak bisa membatalkan kehamilan yang telah terlanjur terjadi (Dweck & Westen, 2017). Postpil hanya bisa mencegah kehamilan sebelum terjadi.

  • “Orang yang menggunakan kontrasepsi darurat pasti sering bergonta-ganti pasangan.”
    Kenyataannya, kontrasepsi darurat digunakan oleh orang-orang dari beragam latar belakang. Mulai dari seseorang yang lupa minum pil KB, pasangan yang mengalami kebocoran kondom, hingga korban pelecehan seksual pun menggunakan kontrasepsi darurat. Jadi, jangan serta-merta berasumsi negatif jika Anda mendengar bahwa salah seorang kenalan Anda meminum Postpil. 

  •  “Postpil sebaiknya diminum sehari setelah berhubungan seks tanpa pengaman.”
    Ini adalah kesalah-pahaman yang terjadi karena istilah ‘morning-after pill’ yang sering digunakan sebagai nama lain Postpil, sehingga banyak orang yang berpikir bahwa waktu meminum Postpil yang benar adalah pada pagi hari setelah malamnya berhubungan seks. Padahal, Postpil harus diminum sesegera mungkin setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman, dengan batas waktu maksimal 5 hari. Penelitian yang dilakukan oleh Rodrigues, Grou, dan Joly menemukan bahwa jika diminum <72 jam setelah berhubungan seks, Postpil memiliki tingkat efektivitas sebesar 87-90%, namun jika diminum 72-120 jam setelah hubungan seks, efektivitasnya 72-87%. Meskipun keduanya sama-sama tinggi, bisa dilihat bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan jika Anda menunda waktu minum pil. Kesimpulannya, semakin cepat diminum, semakin tinggi efektivitas Postpil.

  • “Apabila berhubungan seks lagi setelah minum Postpil, tidak akan terjadi kehamilan.”
    Postpil hanya melindungi Anda dari risiko kehamilan akibat hubungan seks yang sudah terjadi, namun jika Anda melakukan hubungan seks lagi setelah meminum Postpil, risiko kehamilan tetap ada. Contohnya, jika Anda minum Postpil 3 hari setelah berhubungan seks, kemudian di hari ke-4 Anda melakukan hubungan seks lagi, maka di hari ke-6 hingga 8 Anda tidak punya perlindungan sama sekali, padahal sperma bisa bertahan hidup di dalam tubuh selama 5 hari (Hill, 2019).

  • “Postpil bisa digunakan sebagai metode KB reguler.”
    Postpil aman digunakan sebagai alternatif dalam keadaan darurat, namun Postpil tidak didesain untuk dikonsumsi secara reguler karena dosisnya lebih tinggi. Andalan Postpil, misalnya, memiliki kandungan 0,75 mg Levonorgestrel (hormon progestin). Satu strip terdiri dari 2 butir pil yang harus diminum sekaligus dalam keadaan darurat. Untuk konsumsi reguler, tersedia pil KB, misalnya pil KB Andalan yang mengandung 0,15 mg Levonorgestrel dan 0,03 mg Etinilestradiol. Satu strip berisi 28 butir yang memang dibuat untuk diminum setiap hari.

Baca juga : Bebas Panik dengan Kontrasepsi Darurat, Begini Pemakaiannya

Itulah 6 hoax yang mungkin sudah sering Anda temukan ketika berbicara mengenai kontrasepsi darurat. Jika Anda masih bingung atau memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp