9 Trik dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

ejakulasi-dini

Ejakulasi dini (Premature Ejaculation) dilaporkan mempengaruhi sekitar 20 hingga 30 persen pria. Kebanyakan pria enggan membicarakan masalah ini karena malu. Padahal ada banyak cara mengatasi ejakulasi dini.

Langkah pertama mengobati ejakulasi dini adalah berani membicarakan masalah ini kepada ahli yang kompeten: dokter atau psikolog. Kurang tepat jika diam-diam pria yang mengalami ejakulasi dini mengobati sendiri dengan pengobatan alternatif yang belum dibuktikan efikasinya. Masalah malah akan bertambah berat dan berlarut-larut.

Baca Juga: Jangan Lupakan Foreplay Agar Terhindar dari Ejakulasi Dini

Penyebab Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini tidak terbatas pada hubungan seksual.Masalah ini ternyata juga bisa terjadi saat pria melakukan masturbasi. Dikutip dari Mayo Clinic, sampai saat ini penyebab pasti ejakulasi dini masih belum diketahui. Para ahli pernah percaya hanya ada penyebab fisiologis, tetapi penelitian terbaru menunjukkan kondisinya lebih rumit dari itu, mengisyaratkan kemungkinan faktor biologis sebagai penyebabnya.

Penyebab fisiologis termasuk situasi di mana pria mungkin terburu-buru untuk mencapai klimaks untuk menutupi masalahnya, perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan untuk terburu-buru selesai berhubungan seksual, disfungsi ereksi, kecemasan, atau ada masalah hubungan dengan pasangan.

Penyebab biologis tidak kalah banyak. Mulai dari penurunan kadar testosteron atau neurotransmiter tertentu yang abnormal, adanya aktivitas refleks abnormal dari sistem ejakulasi, masalah tiroid, peradangan dan infeksi prostat atau uretra, atau akibat kerusakan saraf akibat pembedahan atau trauma.

9 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Berikut ini beberapa cara yang terbukti efektif mengatasi ejakulasi ini, tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya: masalah biologis atau fisiologis.

  1. Pikiran Pengalihan
    Ini adalah teknik paling sederhana mengatasi ejakulasi dini. Taktik pengalihan pikiran ke hal-hal yang non-erotis (berkonsentrasi pada pikiran selain ejakulasi) dapat mencegah ejakulasi dini.

    Saat berhubungan seks, cobalah memikirkan hobi, pertandingan sepakbola, bekerja, menghitung mundur, atau apapun yang bisa mengalihkan pikiran kamu dari rangsangan seksual. Langkah ini mudah, namun kurang efektif karena akan mengurangi kenikmatan dan keintiman seksual.

  2. Menurunkan Tempo
    Cara ini membutuhkan kesadaran akan sensasi segera sebelum ejakulasi. Begitu ejakulasi mulai akan terjadi, segera perlambat kecepatan dorongan panggul dan variasikan sudut dan kedalaman penetrasi sebelum ejakulasi terlanjur terjadi. Dengan memperlambat tempo, keinginan ejakulasi bisa ditunda.
  3. Metode paused-stop
    Jika memperlambat tempo tidak cukup mampu mencegah ejakulasi dini, kamu mungkin perlu menghentikan sementara dorongan panggul, namun tetap melakukan penetrasi. Pertahankan jeda sampai “urgensi” ejakulasi hilang. Setelah sensasi ejakulasi mereda, dorongan panggul dapat dilanjutkan.
  4. Teknik remas
    Saat ejakulasi akan segera terjadi, penis ditarik dan kepala penis ditekan sampai rasa ejakulasi berlalu, setelah itu hubungan seksual dilanjutkan. Meskipun efektif, hal itu membutuhkan interupsi seksual, rumit, dan menuntut pasangan yang sangat kooperatif.
  5. Latihan kontraksi otot dasar panggul
    Latihan kontraksi otot-otot dasar panggul adalah alternatif yang tidak terlalu rumit dibandingkan teknik remas. Metode latihan kontraksi otot dasar panggul dilakukan dengan memperlambat kecepatan hubungan, menghentikan dorongan panggul dan melakukan lakukan kontraksi otot panggul yang berkelanjutan. Ini adalah teknik “meremas” secara internal namun tujuannya sama, memperlama ejakulasi.
  6. Mengurangi sensitivitas
    Salah satu metode untuk mengurangi rangsangan di penis adalah menggunakan kondom tebal, atau kondom yang diberi pelumas anestesi lokal yang dapat membuat penis tidak peka. Contoh kondom yang bisa memperlama terjadinya ejakulasi adalah Kondom Sutra OK atau Fiesta Delay.
  7. Pil disfungsi ereksi
    Ejakulasi dini bisa ditangani dengan obat disfungsi ereksi, seperti Topgra (sildenafil sitrat). Obat ini efektif untuk mengatasi ejakulasi dini yang disebabkan disfungsi ereksi.
  8. Baca Juga: Sunat Tidak Terbukti Mencegah Ejakulasi Dini

  9. Antidepresan
    Obat-obatan antidepresan secara substansial dapat menunda ejakulasi. Biasanya diberikan di awal oleh dokter dengan dosis rendah, dan secara bertahap ditingkatkan dosisnya. Obat dapat digunakan secara situasional, beberapa jam sebelum hubungan seksual.
  10. Konseling
    Karena ejakulasi dapat bersifat psikologis, kemungkinan konseling dengan terapis seks akan bermanfaat. Konseling bisa dilakukan bersama metode lainnya. Jika belum menemukan terapis seks, Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya