Benarkah Diet Bebas Gluten Bisa Meredakan Nyeri Menstruasi?

nyeri-menstruasi

Nyeri menstruasi dialami sebagian perempuan, dan ini menyebabkan penderitaan bulanan yang cukup menyiksa. Meskipun obat pereda nyeri atau perawatan hormonal bisa efektif, namun mengandalkan obat-obatan tentu memiliki efek samping tidak baik untuk tubuh. Apakah acar cara lain meredakan nyeri menstruasi?

Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan pola makan dengan mengurangi makanan yang mengandung gluten, bisa mengurangi nyeri menstruasi. Berikut penjelasan dan fakta yang sebenarnya!

Baca Juga: Lima Drama Saat Menstruasi Tiba

Penyebab Nyeri Menstruasi

Nyeri menstruasi sering digambarkan dengan kram di perut bagian bawah, seperti diremas-remas sehingga beberapa perempuan harus menggunakan pereda nyeri. Cara meredakan nyeri menstruasi dengan metode lain juga kerap dicoba, seperti menggunakan penghangat di sekitar perut, minum ramuan herbal, dan sebagainya.

Lebih dari 80% perempuan mengalami rasa sakit saat menstruasi, dan hampir 20% rasa sakitnya cukup berat sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Tak jarang mereka harus absen dari sekolah atau tempat kerja.

Nyeri haid umumnya berkurang seiring bertambahnya usia, dan banyak yang tidak lagi mengeluhkan nyeri menstruasi setelah memiliki anak. Sebagian besar perempuan tidak menganggap nyeri menstruasi harus dibawa ke dokter. Mereka cenderung bertahan dan mengobati diri sendiri.

Nyeri menstruasi berasal dari respons peradangan saat lapisan rahim terlepas.
Ketika sel-sel lapisan rahim diluruhkan, pembuluh darah di rahim pecah, itulah sebabnya menstruasi berwujud darah bersama sel-sel rahim yang terlepas.

Cara Meredakan Nyeri Menstruasi
Nyeri yang sedang bisa diobati dengan parasetamol. Jika itu tidak membantu, bisa beralih ke obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau asam mefenamat. Pada sebagian perempuan, obat-obatan akan bekerja dengan baik, tetapi itu bukan solusi jangka panjang.

Mengkonsumsi pereda nyeri terutama dari golongan NSAID untuk waktu yang lama dapat menyebabkan masalah lain seperti pendarahan lambung. Oleh karena itu, pendekatan dengan hormon yakni pemberian pil KB dapat menjadi alternatif cara meredakan nyeri menstruasi.

Diet rendah gluten juga diyakini bisa meredakan nyeri menstruasi. Ada sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa nyeri haid dipengaruhi oleh konsumsi gandum atau gluten dalam makanan.

Ada istilah diet tinggi inflamasi, yakni terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan, kafein, alkohol, dan daging. Diet ini harus dihindari karena dapat memperburuk rasa sakit dan nyeri selama menstruasi.

Beberapa ahli mengatakan pasien-pasien mereka mengeluhkan nyeri menstruasi bertambah buruk jika mengkonsumsi junk food atau makanan olahan. Tetapi dengan mengurangi gluten nyeri sedikit berkurang.

Sebuah studi menemukan bahwa diet vegan rendah lemak dapat mengurangi nyeri haid, namun ini hanya studi skala kecil. Perlu dibuktikan dengan studi yang lebih besar.

Beberapa peneliti telah mengamati hubungan antara gluten, gandum, dan peradangan, dan menyimpulkan bahwa diet rendah gluten menjadi alasan mengapa perubahan pola makan berhasil meredakan nyeri menstruasi.

Diet bebas gluten mungkin tidak berhasil untuk semua orang. Namun, mengurangi gandum atau gluten mungkin patut dicoba, karena rasa sakit adalah efek peradangan. Produk gandum adalah salah satu penyebab peradangan pada beberapa orang.

Baca Juga: Strategi Terbebas Nyeri Menstruasi

Satu-satunya saran ketika kamu selalu mengalami nyeri menstruasi adalah mendatangi tenaga kesehatan. Penyebab yang mendasari nyeri menstruasi harus disingkirkan sebelum seseorang mencoba segala pengobatan dan mengubah diet.

Kamu bisa juga berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp, untuk masalah menstruasi kamu.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya