Benarkah Masturbasi Menyebabkan Jerawat?

Ada banyak kesalahpahaman tentang masturbasi. Kurangnya penelitian tentang efek jangka panjangnya dapat berkontribusi pada beberapa kesalahpahaman ini. Salah satu kesalahpahaman tentang masturbasi adalah kaitannya dengan tumbuhnya jerawat. Benarkan masturbasi menyebabkan jerawat?

Baca Juga: Lima Tips Agar Masturbasi Lebih Menyenangkan

Jerawat adalah mitos umum jika bicara masturbasi. Banyak yang meyakini bahwa masturbasi menyebabkan jerawat. Yuk, kita gali fakta sebenarnya.

Darimana Awal Mitos Masturbasi Menyebabkan Jerawat?

Jerawat dan masturbasi banyak terjadi di masa pubertas, dan inilah satu-satunya hubungan nyata di antara keduanya. Perubahan hormonal terjadi selama masa pubertas. Perubahan hormonal ini menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak minyak, yang dapat berkontribusi pada munculnya jerawat.

Di masa pubertas juga banyak remaja mulai masturbasi, yang ternyata juga memiliki efek pada kadar hormone, meskipun tidak signifikan.

Karena jerawat dan masturbasi cenderung terjadi pada waktu yang bersamaan, ini bisa menjelaskan kesalahpahaman umum bahwa masturbasi menyebabkan jerawat. Namun, keduanya bukanlah sebab akibat.

Meskipun masturbasi dapat menyebabkan perubahan kadar hormon, perubahan ini minimal. Kadar testosteron meningkat selama masturbasi dan kembali normal setelah ejakulasi. Efeknya bersifat sementara dan tampaknya tidak memiliki implikasi kesehatan jangka panjang.

Sebuah studi mengamati perubahan hormonal setelah masturbasi dan hasilnya menunjukkan bahwa setiap perubahan hormonal setelah masturbasi bersifat sementara dan minimal. Baru sedikit penelitian tentang efek jangka panjang masturbasi pada perubahan kadar hormon.

Penyebab jerawat

Jerawat adalah kondisi kulit yang menyebabkan munculnya komedo baik putih atau hitam, dan bisa juga disertai peradangan.

Pori-pori di bawah kulit terhubung ke kelenjar yang menghasilkan sebum, yang merupakan zat yang mengandung minyak. Kelenjar ini dapat tersumbat oleh penumpukan sebum, kulit mati, atau kotoran lainnya. Bakteri yang datang dapat menyebabkan peradangan. Inilah yang dianggap sebagai jerawat yang sebenarnya.

Jerawat dapat berkembang di mana saja di tubuh, tidak hanya di wajah dan dapat berkembang pada usia berapa pun, dengan puncaknya biasanya di masa pubertas.

Penyebab pasti tumbuhnya jerawat tidak jelas, tetapi kemungkinan berhubungan dengan
perubahan hormonal, penggunaan skincare yang tidak tepat, pengaruh obat-obatan,
penggunaan kosmetik, atau faktor genetika. Jarang membersihkan muka bukan penyebab jerawat, tetapi dapat memperburuk jerawat.

Jadi, tidak benar masturbasi membuat wajah berjerawat. Jika kamu kebetulan suka masturbasi dan memiliki jerawat, itu hanya kebetulan. Namun, jika kamu terganggu dengan keduanya, datang ke terapis atau dokter kulit untuk mengatasi jerawat.

Meskipun jarang memiliki implikasi kesehatan yang serius, jerawat yang meluas bisa menurunkan rasa percaya diri. Apalagi jika jerawat tidak membaik setelah 4 hingga 6 minggu dengan perawatan sendiri, pertimbangkan untuk menemui dokter.

Untuk masalah masturbasi, jika kamu merasa sudah berlebihan, kamu sebaiknya mendatangi terapis. Masturbasi dianggap berlebihan jika sudah sampai pada tahap dapat mengganggu fungsi dan kualitas hidup sehari-hari.

Ada banyak cara mengurangi keinginan masturbasi. Salah satunya berolahraga. Bagi banyak orang, masturbasi berfungsi sebagai bentuk pengaturan emosi agar merasa lebih rileks. Ini karena saat orgasme tubuh akan melepaskan endorfin. Olahraga adalah aktivitas yang juga memicu pelepasan endorfin.

Baca Juga: Sering Masturbasi Menyebabkan Libido Tinggi

Jika kamu masih ragu mendatangi terapis, atau malu mengungkapkan masalahmu, Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp. Di sini kamu bisa mendapatkan solusi berbagai masalah kesehatan seksual atau penjelasan tentang seks yang aman.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya