Bukan Sekadar Desain Kemasan, Ini Pengaruh Merokok Terhadap Kesuburan Laki-laki

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2018, 1 dari setiap 4 orang penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas adalah perokok. Meskipun pemerintah sudah mewajibkan setiap perusahaan rokok untuk mencantumkan risiko penyakit yang bisa terjadi pada keterangan dan desain gambar kemasan produk rokok, banyak orang yang memilih untuk mengabaikannya. Padahal, risiko yang ada benar-benar nyata. Salah satunya adalah ancaman yang bisa muncul terhadap kesuburan laki-laki.
Berikut beberapa dampak merokok terhadap kesuburan sperma.

  • Jumlah sperma lebih sedikit
    Kalau Anda berpikir bahwa seluruh cairan mani yang keluar adalah sperma, Anda salah besar. Faktanya, cairan mani terdiri dari kombinasi sperma, cairan prostat, protein, lemak, serta cairan pelumas (Ferguson, 2019, Healthline). Artinya, bisa saja seorang laki-laki mengeluarkan cairan mani tanpa kandungan sperma sama sekali. Kebiasaan merokok adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan rendahnya jumlah sperma dalam cairan mani (Kovac, Khanna, & Lipschultz, 2015).

  • Bentuk sperma tidak normal
    Sperma biasanya memiliki bentuk menyerupai kecebong. Ada bagian kepala yang relatif lonjong, leher, serta ekor. Nah, ketika sperma bentuknya tidak normal, bisa saja sperma berekor dua, kepala sperma terbelah, atau terdapat benjolan di leher sperma. Inilah yang disebut sperma dengan morfologi (bentuk) abnormal. Sperma dengan morfologi abnormal seringkali ditemukan pada perokok, di mana kepala, leher, dan ekor sperma bentuknya tidak wajar (Budhun, Janoo, et al., 2019). Ini bisa berdampak buruk terhadap kesuburan laki-laki.

  • Kemampuan berenang sperma buruk
    Kemampuan berenang sperma, atau yang lebih dikenal dengan motilitas sperma, merupakan sesuatu yang penting, sebab sperma laki-laki yang masuk ke dalam vagina harus bisa menghampiri sel telur agar bisa terjadi pembuahan dan perempuan bisa hamil. Ketika seorang laki-laki punya kebiasaan merokok, motilitas spermanya akan cenderung lebih rendah (Kovac, Khanna, & Lipschultz, 2015). Artinya, persentase sperma yang bisa berenang dengan baik lebih sedikit. Hal ini bisa menjadi kendala yang cukup serius ketika pasangan berusaha memiliki anak.

  • DNA dalam sperma rusak
    Setiap sperma mengandung DNA. DNA adalah penentu dari perkembangan sel. Ibaratnya rancangan dari sebuah bangunan, segala informasi dan kode perencanaan masa depan dari sebuah sel terkandung dalam DNA. Inilah mengapa DNA sangat penting. Dibandingkan dengan seseorang yang tidak merokok, perokok memiliki lebih banyak kerusakan DNA dalam spermanya (Mostafa, 2010). Hal ini bisa mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur, menyebabkan masalah dalam perkembangan sel telur yang telah dibuahi, serta meningkatkan risiko terjadinya keguguran apabila terjadi kehamilan.

Baca juga : Wah, Ternyata Ini 6 Hormon Menakjubkan di Balik Kesuburan Laki-laki dan Perempuan

Begitulah dampak merokok terhadap kesuburan laki-laki. Dengan informasi yang diberikan, Anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk melindungi organ reproduksi Anda serta orang-orang terdekat Anda. Jika Anda masih ragu atau memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp