Cari Tahu Faktanya, Risiko Disfungsi Ereksi pada Pria yang Terinfeksi Covid-19

Disfungsi Ereksi dan Covid

Para pria, ini alasan kuat untuk segera mendapat vaksin Covid-19, agar terhindar dari disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi alias ketidakmampuan penis untuk ereksi atau mempertahankan ereksinya merupakan momok bagi kaum pria. Kondisi ini bisa disebabkan karena berbagai sebab, salah satunya infeksi Covid-19.

Baca Juga: Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Tanda Long Covid-19

Beberapa bulan lalu, sekelompok ilmuwan dari Italia mengajukan hipotesis bahwa ada kaitan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi. Mereka menduga penyebabnya adalah kerusakan pembuluh darah.

Baru pada Maret lalu dugaan itu terbukti. Disfungsi ereksi beresiko lima kali lebih besar pada pria yang terinfeksi Covid-19.

Dalam penelitian itu terungkap, infeksi Covid-19 terkait erat dengan disfungsi ereksi dibandingkan dengan faktor usia, indeks massa tubuh, atau kesehatan mental, faktor-faktor yang selama ini menjadi pemicu.

“Pria yang sudah sembuh dari Covid-19 dalam penelitian ini kami ikuti dan dilakukan banyak pengujian, MRI, serta tes-tes untuk mengevaluasi efek setelah sembuh dari pneumonia yang terkait Covid-19,” kata profesor endokrinologi dan kesehatan seksual dari Universitas Roma, Emmanuele Jannini.

Dia mengatakan, gangguan ereksi itu disebabkan karena kerusakan endotel atau lapisan dalam pembuluh darah arteri, nadi, dan kapiler.

Fungsi endotel ini mengontrol aliran darah dengan melepaskan senyawa yang bisa membuat pembuluh darah mengkerut atau melebar. Salah satu dari senyawa itu adalah nitric oxide, yang akan melebarkan pembuluh darah.

Agar penis bisa mengeras, endotel pembuluh darah di dalam penis harus memproduksi nitric oxide yang cukup sehingga aliran darah dapat mengalir deras dan memenuhi penis. Ketika endotel rusak, maka kadar nitric oxide mungkin terlalu rendah. Akibatnya adalah impotensi.

“Penis adalah organ pertama yang secara klinis terpengaruh oleh kerusakan endotel karena jumlah pembuluh darah yang membawa darah. Sebaliknya, pembuluh darah jantung lebih besar. Jadi disfungsi ereksi lebih dulu dirasakan dibanding penyakit jantung,” katanya.

Itu sebabnya kita masih harus menjaga kesehatan sebaik-baiknya karena pandemi belum berakhir.

Lakukan langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19, seperti divaksin, memakai masker, serta sering mencuci tangan.

Ketahui juga faktor risiko lain yang juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi, misalnya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta kadar gula darah tinggi. Semua faktor risiko ini harus dikontrol agar kehidupan seksual tidak terganggu.

Baca Juga: Apakah Vaksin COVID-19 Mempengaruhi Faktor Kesuburan Laki-laki?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya