Cegah Hepatitis B dengan Melakukan Vaksinasi dan Memilih Kondom Terbaik

Cegah hepatitis dengan vaksin

Sekitar 240 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronis dan 75% di antaranya tinggal di Asia. Indonesia termasuk negara dengan risiko penyebaran hepatitis B tingkat menengah hingga tinggi (Yano, 2015). Hal ini sangat mengkhawatirkan, soalnya hepatitis B bisa berakibat fatal. Virus hepatitis B menyerang hati dan sering dijuluki sebagai ‘silent killer’ karena sebagian besar orang biasanya baru mengetahui mereka terinfeksi hepatitis B ketika mereka sudah memiliki komplikasi penyakit hati yang serius dan pengobatan sudah terlambat. Untuk mencegah hepatitis B, ada dua strategi yang bisa digunakan, yaitu vaksinasi dan pemilihan kondom terbaik.

Sebelum membahas mengenai langkah pencegahan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana hepatitis B bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Berikut beberapa cara penyebaran hepatitis B (Dweck & Westen, 2017).

Baca Juga: Kondom yang Enak dan Lembut Bagi Kamu yang Sering Lecet Sehabis ‘Olahraga’ Kasur

  • Kontak cairan saat berhubungan seks dengan orang yang memiliki hepatitis B
    Pertukaran cairan semen dan sperma, cairan yang keluar dari vagina, serta darah bisa menyebarkan hepatitis B. Meskipun virus hepatitis B juga bisa terkandung di dalam saliva, kontak terhadap saliva bukan jalur penyebaran hepatitis B, jadi tak perlu panik bila orang dengan hepatitis B bersin, batuk, atau menggunakan peralatan makan yang sama dengan kamu. Berciuman juga masih bisa dilakukan dengan aman.
  • Berbagi jarum, sikat gigi, dan alat cukur dengan orang yang memiliki hepatitis B
    Karena hepatitis B bisa menyebar melalui darah, berbagi jarum selalu memiliki risiko, baik itu jarum tato, akupunktur, suntik, ataupun tindik. Hal serupa juga berlaku bagi alat cukur dan sikat gigi. Soalnya, orang seringkali berdarah saat mencukur bulu di tubuh atau saat menyikat gigi.
  • Dari ibu ke anaknya ketika sedang hamil atau melahirkan
    Hepatitis B bisa menyebar ke janin dari ibu hamil yang terinfeksi, bisa juga menyebar melalui kontak cairan saat ibu melahirkan. Meskipun begitu, bukan berarti perempuan dengan hepatitis B tidak boleh punya anak sama sekali. Penyebaran hepatitis B dari ibu ke anak bisa dicegah dengan serangkaian penanganan medis yang tepat. Hal yang paling penting adalah konsultasi yang jujur dan terbuka dengan dokter.

Untuk mencegah penyebaran hepatitis B pada orang dewasa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Melakukan vaksinasi
    Menurut WHO, vaksinasi memiliki efektivitas 98-100% dalam mencegah hepatitis B. Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu dan pasanganmu telah divaksinasi. Kamu bisa mencari tahu mengenai program vaksin hepatitis B di rumah sakit terdekat.
  • Memilih kondom terbaik
    Dengan menggunakan kondom terbaik, kamu bisa mengurangi risiko adanya kontak cairan saat berhubungan seks. Kondom lateks yang berkualitas biasanya memiliki label ISO 4074, yang berarti kondom tersebut sudah lolos berbagai tes dan sesuai dengan standar mutu internasional. Beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk kondom berstandar internasional misalnya tekanan udara per volume, ada-tidaknya lubang, ada-tidaknya cacat produk yang kelihatan, kadar pelumas, penyegelan, dimensi produk, serta kemasan yang sudah sesuai ketentuan (Tremelling, All, Lleras, et al., 2019). Selain itu, kondom yang kamu pilih juga harus ada dalam database Kemenkes. Kondom Sutra, Andalan, Fiesta, dan Supreme sudah memenuhi standar-standar tadi dan bisa kamu beli dengan mudah di apotek, minimarket, atau secara online di sini.
  • Tidak menggunakan jarum, sikat gigi, maupun alat cukur yang tidak steril
    Hindari berbagi jarum, sikat gigi, dan alat cukur hanya karena kamu kenal dekat dengan seseorang dan orang tersebut terlihat sehat. Hepatitis B seringkali tidak menunjukkan gejala apapun di awal-awal. Daripada mengambil risiko, lebih baik membeli alat baru.

Baca Juga: Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Menggunakan Kondom

Dengan melakukan vaksinasi, memilih kondom terbaik untuk digunakan secara konsisten setiap kali berhubungan seks, serta tidak menggunakan jarum, sikat gigi, maupun alat cukur non-steril, mudah-mudahan kamu dan pasanganmu terlindungi dari hepatitis B. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya