Empat Fakta Infeksi Menular Seksual Pada Ibu Hamil

Fakta infeksi menular seksual

Salah satu cara mencegah terjadinya infeksi menular seksual pada ibu hamil adalah dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seksual.

Infeksi menular seksual atau IMS adalah penyakit yang perlu penanganan segera, apalagi jika saat terinfeksi kamu sedang hamil. Yup pada prinsipnya ibu hamil tetap berisiko tertular infeksi menular seksual, bahkan pada beberapa jenisnya ada yang bisa menularkan ke janin yang ada dalam rahim. Karena itu penting bagi ibu hamil untuk mengetahui segala sesuatunya tentang infeksi menular seksual.
Baca Juga: Infeksi Menular Seksual Bikin Sulit Hamil

  1. Perlukah melakukan tes IMS saat hamil?

    Biasanya tes IMS dilakukan di awal-awal kehamilan, tujuannya untuk menanganinya dengan segera jika memang terinfeksi. Karena penanganan IMS yang terlambat pada ibu hamil bisa sangat berisiko pada bayi yang ada di dalam janin. Apalagi pada beberapa jenis IMS sering kali tidak menunjukkan gejala jadi penting untuk melakukan skrining di awal kehamilan.

    Tapi apakah skrining ini hanya dilakukan sekali sepanjang hamil? Para ahli berpendapat memberikan proteksi maksimal pada janin dan ibu adalah prioritas sepanjang masa kehamilan sampai persalinan. Karena itu meski di awal kehamilan hasil tes menunjukkan adanya penyakit IMS, kamu sebaiknya tetap melakukan tes tersebut sekali lagi di trimester kedua. Sehingga saat persalinan semua kondisi, baik ibu dan bayi, dinyatakan dalam keadaan sehat tanpa ada indikasi infeksi yang menyertai.

  2. Bagaimanakah IMS bisa memengaruhi pembentukan janin di dalam rahim?

    Penyebab IMS mulai dari virus, bakteri, sampai parasit. Penyebab-penyebab infeksi ini bisa ditularkan melalui air mani, darah, cairan vagina, sampai cairan tubuh lainnya. Inilah mengapa IMS juga bisa mengenai janin yang ada di dalam rahim ibu. Jika di masa pertumbuhannya di dalam rahim, ibu mengalami IMS maka janin berisiko mengalami beragam efek. Apakah saja itu? Sangat beragam, tergantung pada jenis IMS-nya. Pada ibu hamil yang mengalami hepatitis B, potensi penularan pada janin mencapai 40%. Ini membuat janin bisa mengalami gangguan hati karena merupakan carrier hepatitis B yang kondisi fatalnya adalah kematian. Kabar baiknya, biasanya vaksinasi hepatitis B merupakan yang wajib di awal kelahiran untuk memastikan bayi selalu terproteksi.

    Pada IMS Chlamydia, risiko tertingginya adalah menyebabkan prematur pada bayi dan berat badan lahir rendah. IMS jenis ini bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya saat melahirkan secara per vaginam. Adapun penanganannya adalah dengan terapi obat antibiotik. Pada penyakti sifilis, ibu hamil yang mengalami ini bisa berisiko mengalami kelahiran prematur, kematian janin tiba-tiba, hingga kematian. Bayi yang lahir dengan infeksi ini sangat berisiko untuk mengalami beragam penyakit.

  3. Begini cara mencegah terjadinya IMS pada ibu hamil.

    Saran yang pertama adalah berhubungan seksual lah hanya dengan pasangan kamu alias tidak gonta-ganti pasangan. Lalu gunakan kondom setiap kali bercinta. Untuk menambah gairah, kamu dan pasangan bisa memilih kondom Fiesta Ultra Thin yang lateksnya sangat tipis sehingga sensasinya terasa alami saat berhubungan seksual. Kondom adalah kontrasepsi yang juga terbukti secara klinis bisa mencegah terjadinya penularan IMS hingga 98%! Bonusnya berhubungan seksual menggunakan kondom saat hamil bisa mencegah terjadinya kontraksi dini.

  4. Ibu hamil yang tertular IMS apakah bisa sembuh?

    Bisa! Karena itu sangat penting untuk menemukan IMS sedini mungkin agar bisa segera ditangani dengan terapi obat antibiotik. Hal yang penting juga untuk diketahui para ibu hamil yang terinfeksi penyakit ini adalah mengonsumsi semua obat yang diberikan hingga tuntas. Meski gejala sudah berkurang, kamu akan tetap diminta menghabiskan obat sesuai resep yang diberikan dokter. Karena begitulah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan dari ibu ke janin.

Baca Juga: Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual Pada Perempuan

Jika kamu ingin mencari tahu lebih detail lagi tentang cara pencegahan dan penanganan IMS, Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya