Ini Teknik Fingering yang Aman dan Menambah Kepuasan Bercinta

Anda yang sudah cukup berpengalaman di ranjang tentunya mengetahui pentingnya pemanasan alias foreplay. Selain untuk membangun momentum, foreplay juga mempersiapkan tubuh sebelum penis menyapa vagina secara langsung. Dengan adanya foreplay, vagina menjadi lebih basah. Aliran darah berpusat pada vagina dan klitoris (Dweck & Westen, 2017). Penis pun punya waktu untuk mengeluarkan cairan pra-ejakulasinya terlebih dahulu. Seks jadi lebih aman, nyaman, dan memuaskan. Salah satu strategi foreplay yang bisa Anda lakukan adalah bermain dengan jari atau yang disebut sebagai fingering.

Fingering biasanya dilakukan dengan memberikan rangsangan pada vagina melalui jari. Pada umumnya, fingering relatif aman. Meskipun begitu, Anda harus mengetahui trik-triknya terlebih dahulu. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar fingering bisa lebih aman dan menambah kepuasan bercinta:

  • Pastikan Anda sudah mendapatkan consent dari pasangan untuk melakukan fingering. Jangan langsung mengasumsikan pasangan Anda akan mau kalau Anda belum pernah mendiskusikannya.
  • Bila kuku Anda panjang atau pendek tetapi agak tajam, potong dan kikirlah kuku Anda demi mengurangi risiko melukai bagian dalam vagina.
  • Cuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum Anda melakukan fingering.
  • Risiko tertular infeksi menular seksual (IMS) melalui fingering mungkin relatif kecil, tapi tetap ada (Gotter, 2019, Healthline). Oleh karena itu gunakanlah kondom pada jari Anda. Kalau sulit menemukan kondom jari, Anda juga bisa memakai kondom laki-laki biasa.
  • Gunakan pelumas. Saat memilih pelumas, pastikan bahwa pelumas sesuai dengan kondom yang digunakan. Bila menggunakan kondom berbahan lateks, jangan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak. Pilihlah pelumas berbahan dasar air, misalnya Fiesta Intimate Natural Lubricant atau Fiesta Intimate Strawberry Lubricant. Perlu diperhatikan bahwa terkadang mengaplikasikan pelumas satu kali saja tidak cukup, Anda mungkin perlu menambahkannya lagi secara berkala (Dweck & Westen, 2017). Ikuti intuisi Anda.
  • Rangsang bagian luar dulu, tepatnya di area vulva. Jangan langsung memasukkan jari ke dalam vagina. Raba bagian-bagian vulva seperti mon pubis, labia, hingga klitoris. Berikan sentuhan yang menggoda khususnya di bagian klitoris. Klitoris memiliki sekitar 8.000 ujung saraf dan fungsi utamanya memang untuk memberikan kepuasan seksual (Hill, 2019). Manfaatkan kesempatan Anda.
  • Saat pasangan sudah siap, masukkan jari Anda ke dalam vagina. Tiap perempuan memiliki preferensi yang berbeda mengenai gerakan, tempo, dan jumlah jari yang mereka sukai, oleh karena itu cari tahu apa yang disukai pasangan Anda. Komunikasi memegang peranan penting di tahap ini. Perhatikan juga bahasa tubuh pasangan Anda dan jangan melanjutkan apapun yang Anda lakukan bila pasangan terlihat tidak nyaman.
  • Fingering tidak harus selalu berakhir dengan seks vaginal. Soalnya, selain bisa digunakan sebagai foreplay, fingering juga bisa dinikmati sebagai tindakan seksual yang berdiri sendiri. Ikuti saja mood Anda dan pasangan Anda.
  • Orgasme adalah bonus, namun jika tidak terjadi, tak perlu menyalahkan diri Anda. Masih ada waktu untuk belajar lagi. Yang terpenting adalah membangun kedekatan intim berdua.

Itulah sejumlah tips fingering yang aman dan bisa menambah kepuasan bercinta. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp