KB Tradisional vs KB Modern, Mana yang Lebih Efektif?

KB tradisional vs modern

Tingkat efektivitas KB modern mencapai 99% sedangkan KB tradisional hanya 90%.

Jika kamu dan suami sepakat untuk merencanakan kehamilan demi membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera, maka memilih metode KB menjadi sangat krusial. Karena salah memilih metode KB, bisa-bisa justru membuat kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan alias ‘kebobolan’.

Baca Juga: Menyingkap Mitos Seputar KB Modern

Maka untuk membantu kamu dan suami tetap on track, yuk kenalan dengan metode KB tradisional dan KB modern. Sehingga kamu dapat informasi yang benar serta memilih dengan tepat. Sebenarnya apa sih bedanya KB tradisional dengan KB modern? Mari kita bahas satu per satu.

KB Tradisional

Adalah metode mencegah kehamilan dengan cara alami tanpa ada intervensi dari luar. Adapun jenis dari metode KB ini adalah:

  1. Senggama putus: Coitus interuptus atau senggama putus yang dilakukan dengan cara menarik penis keluar dari vagina saat akan ejakulasi. Ejakulasi di luar vagina ini bertujuan agar cairan semen yang membawa sel sperma tidak masuk ke dalam vagina dan membuahi sel telur. Adapun tingkat keberhasilannya bisa mencapai 98% jika penis ditarik tepat waktu dari dalam vagina. Faktanya sering kali penis sudah ejakulasi di dalam vagina, baru suami menariknya.
  2. Metode kalender: Ini sebenarnya metode KB dengan menghitung masa subur perempuan. Adapun masa subur perempuan biasanya terjadi pada hari ke 8 sampai 19 hari pada siklus menstruasi 26-32 hari. Ada baiknya untuk mengamati siklus menstruasi selama enam bulan agar kamu bisa menghitung masa subur dengan tepat. Berapa tingkat keberhasilannya? World Health Organization (WHO) menyebutkan 91%, Hanya saja ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi tingkat ovulasi, seperti tingkat stres yang bisa memundurkan masa subur kamu.

KB Modern

Metode KB ini mencegah kehamilan dengan bantuan atau adanya intervensi dari luar. Adapun beberapa jenisnya adalah:

  1. Kondom: KB ini terdiri dari dua jenis yaitu kondom laki-laki dan perempuan. Tingkat efektivitasnya pada kondom laki-laki mencapai 99%, plus pada kondom laki-laki selain berfungsi sebagai mencegah kehamilan juga untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual. Sedangkan pada kondom perempuan, efektivitasnya adalah sebesar 98%.
  2. Pil KB: Ini adalah jenis KB hormonal. Adapun pil KB ada yang mengandung dua jenis hormon yaitu estrogen dan progesterone dan ada yang hanya mengandung hormon progesteron. KB jenis ini memiliki tingkat keberhasilan mencegah terjadinya kehamilan 99% jika dikonsumsi secara teratur.
  3. KB Suntik: Sama seperti pil KB, KB hormonal ini juga ada yang terdiri hanya hormon progesteron dan hormon kombinasi (progesteron dan estrogen). Misalnya saja Suntikan Harmonis Andalan yang mengandung hormon progesteron dengan pilihan masa perlindungan 1 bulan dan 3 bulan. KB suntik memiliki tingkat efektivitas hingga 99%.
  4. KB Implan: Masyarakat Indonesia lebih sering menyebut KB implan sebagai KB susuk. KB jenis ini berbentuk batang kecil yang lentur dan diletakkan di bawah kulit pada lengan atas. Adapun setiap batangnya mengandung hormon progesterone yang akan membuat sperma kesulitan untuk menembus masuk karena lendir serviks mengental. Alhasil pembuahan pun tidak terjadi. Tingkat efektivitas KB implan adalah 99%.
  5. KB IUD: KB ini berbentuk T dan dimasukkan ke dalam rahim. Adapun tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan sampai 99% dan terdiri atas dua jenis yaitu IUD hormonal dan non hormonal. IUD hormonal mengandung progesterone, sedangkan yang non hormonal adalah berupa komponen tembaga yang berfungsi mengacaukan kerja sel sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Yang paling disukai perempuan dari KB IUD atau spiral ini adalah masa perlindungannya yang panjang yaitu 4-8 tahun.
  6. Kontrasepsi Darurat / Postpil: Yang berbentuk pil dan efektif mencegah setelah bercinta tanpa proteksi. Adapun kandungan dari pil KB ini adalah hormon progestin yang membuat sperma tidak dapat membuahi sel telur. Tingkat efektivitasnya mencapai 99% jika diminum kurang dari 5 hari atau 120 jam setelah berhubungan. Banyak orang salah persepsi dengan menyebut pil ini adalah pil aborsi. Faktanya pil ini hanya bekerja mencegah terjadinya kehamilan bukan menghentikan kehamilan apabila sudah terjadi. Itu mengapa ada batas maksimal dalam mengkonsumsinya.

Baca Juga: Pil KB 21 Hari dan 28 Hari, Apa Bedanya Ya?

Jika dilihat dari sisi kepraktisan dan tingkat efektivitas, tentu KB modern lebih efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya