Keputihan di Masa Kehamilan, Kapan Perlu Waspada?

Keputihan di masa kehamilan

Keputihan, selama tidak mengganggu merupakan kondisi normal yang dihadapi kaum Hawa. Tak perlu risau, toh keputihan merupakan proses alamiah tubuh membersihkan area kewanitaan.

Namun, bagi sebagian wanita yang sedang hamil, keputihan yang terjadi di masa mengandung ini, seringkali membuatnya cemas. Terlebih bila keputihan yang dialaminya termasuk keputihan yang tak biasa karena terjadi perubahan warna, tekstur, frekuensi, maupun volumenya.

Baca Juga: Mengobati Keputihan Saat Hamil

Nah, berikut beberapa hal yang perlu kamu pahami seputar keputihan yang terjadi saat kehamilan.

  1. Keputihan sebagai tanda awal kehamilan
    Salah satu tanda awal kehamilan adalah munculnya keputihan. Umumnya berlanjut sepanjang kehamilan itu sendiri. Biasanya jumlah keputihan saat hamil memang cenderung lebih banyak dari kondisi biasa. Hal ini tak lepas dari meningkatnya kadar estrogen dan aliran darah ke vagina, sehingga cairan yang keluar berupa keputihan semakin banyak dari biasanya. Meningkatnya volume keputihan mulai terjadi sejak satu hingga dua minggu setelah pembuahan.
  2. Volume keputihan meningkat jelang kehamilan
    Pada trimester keempat kehamilan, terutama menjelang proses kehamilan, jumlah keputihan meningkat dari masa awal kehamilan. Secara tekstur juga lebih kental dari biasanya bahkan ada garis-garis darah. Ini merupakan tanda-tanda awal kehamilan, jadi tidak perlu khawatir berlebihan.
  3. Segera konsultasi jika keputihan tidak normal
    Ada sejumlah indikasi keputihan yang terjadi di luar batas normal dan menjadi alarm terjadinya infeksi. Jika ini terjadi pada ibu hamil, segera konsultasikan ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat agar tidak mengganggu kehamilan. Di antara tanda keputihan abnormal pada ibu hamil terjadinya: perubahan warna menjadi kuning, hijau atau abu-abu, bau menyengat, dan disertai kemerahan atau gatal, terjadi pembekakan vagina.
  4. Waspadai infeksi jamur
    Selama masa kehamilan risiko infeksi jamur sering terjadi. Dokter umumnya akan merekomendasikan krim atau obat anti jamur yang bisa dikonsumsi. Untuk menghindari infeksi jamur sebaiknya kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat, gunakan celana dalam berbahan katun, keringkan vagina setelah mandi, buang air, dan berolahraga. Cara lainnya tambahkan yogurt dan makanan berfermentasi lainnya guna meningkatkan bakteri sehat dalam tubuh.
  5. Waspada komplikasi kehamilan
    Infeksi yang terjadi melalui keputihan abnormal pada ibu hamil, perlu dicurigai sebagai komplikasi kehamilan yang berdampak pada janin dalam kandungan. Karena itu, jangan tunda jika terjadi keputihan abnormal untuk segera menghubungi dokter kandungan sekalipun di luar jadwal kontrol kehamilan rutin. Agar segera diterapi dengan benar. Pahami dan ingat kapan terjadinya perubahan keputihan yang abnormal agar dokter bisa menganalisis sejauh mana keputihan tersebut berisiko pada kehamilan.

Baca Juga: Kenali Keputihan yang Normal Saat Hamil

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya