Keputihan, Si Pengganggu Area Kewanitaan

Keputihan pengganggu area kewanitaan

Tahukah kamu, keputihan merupakan salah satu alasan paling banyak seorang perempuan mendatangi dokter spesialis kandungan?

Memiliki area kewanitaan yang terawat dan tetap sehat harus menjadi prioritas setiap kaum Hawa. Pasalnya inilah daerah vital yang berkaitan dengan aktivitas seksual maupun reproduksi.

Baca Juga: Tips Bagi Orangtua Membahas Topik Keputihan pada Remaja Putri

Keputihan menjadi salah satu problem paling umum di daerah intim. Istilahnya memang sudah sangat akrab di telingan, kendati masih ada saja yang mengabaikannya.

Padahal keputihan itu sendiri, selain ada yang bersifat fisiologis atau normal, ada pula yang patologis atau tanda adanya suatu penyakit serius.

Bahkan menurut pada ginekolog, banyak pasien yang datang lantaran problem keputihan yang dialami tak kunjung selesai.

Keputihan Normal dan Abnormal

Penyebab keputihan bisa karena infeksi maupun non-infeksi. Leher rahim secara normal mengeluarkan cairan berwarna bening, bersih, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan. Keputihan yang normal umumnya terjadi menjelang masa subur.

Tanda keputihan normal:

  • ditemukan pada keadaan normal sesaat sesudah ovulasi
  • cairan tidak berlebihan
  • tidak berbau busuk dan tidak disertai gatal, nyeri atau rasa terbakar di bibir kemaluan.

Tanda keputihan tidak normal:

  • disertai rasa gatal
  • berbau busuk
  • berwarna kemerahan
  • disertai rasa panas dan nyeri

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, waspadalah karena keputihan yang terjadi merupakan pertanda infeksi vagina. Infeksi vagina dapat disebabkan oleh jamur (kandida), bakteri yang berbahaya, atau parasit trikomoniasis.

Infeksi di vagina, dapat berlanjut sampai ke saluran indung telur dan menyebabkan sumbatan. Keputihan juga berkaitan dengan infeksi menular seksual atau karena keganasan.

Sedangkan penyebab keputihan non infeksi, antara lain benda asing di vagina, polip serviks, reaksi alergi atau karena persoalan hygiene yang tidak baik di area kewanitaan, menopause maupun kanker.

Ada saat dimana kebersihan organ intim wanita perlu mendapatkan perhatian ekstra saat haid. Pada saat ini perawatan kebersihan harus lebih intensif.

Keputihan tidak normal, baik karena infeksi maupun non infeksi bermula dari area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya.

Pemicu awal munculnya keputihan adalah kondisi organ intim yang lembab, sehingga menjadi media yang baik untuk tumbuhnya jamur. Membersihkan area intim sebaiknya tidak menggunakan sabun karena bersifat basa. Lebih baik dengan air biasa atau menggunakan cairan khusus pembersih vagina dengan pH yang sesuai.

Gunakan cairan khusus untuk mencegah keputihan abnormal dan menjaga organ intim tetap dalam kondisi aman dan nyaman. Untuk membersihkan area kewanitaan, kamu bisa menggunakan Andalan Feminine Care, pembersih kewanitaan berbahan alami yang sudah teruji klinis dan halal.

Baca Juga: Adakah Makanan yang Bisa Pengaruhi Keputihan dan Aroma Miss V?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya