Ketahui 7 Siklus Hidup HIV dalam Tubuh Manusia

siklus-hidup-hiv

Untuk mengembangkan obat HIV, para ilmuwan telah memahami apa saja siklus hidup virus ini.
Memahami siklus hidup HIV memungkinkan para ilmuwan untuk mengembangkan obat yang kita gunakan untuk mengobati penyakit.

Baca Juga: Gejala HIV di Kulit Akibat Efek Samping Obat Antiretroviral

Dari siklus hidup HIV itu dapat diidentifikasi bagaimana virus membuat salinan dirinya sendiri, yang pada gilirannya memungkinkan kita mengembangkan cara untuk memblokir (atau menghambat) proses itu.

  1. Pelekatan virus
    Begitu HIV memasuki tubuh (melalui kontak seksual, paparan darah, atau penularan dari ibu ke anak), ia mencari sel inang untuk bereproduksi. Tuan rumah dalam kasus ini adalah sel T CD4 yang digunakan untuk memberi sinyal pertahanan kekebalan.

    Untuk menginfeksi sel, HIV harus menempelkan dirinya melalui sistem tipe kunci-dan-kunci. Kuncinya adalah protein pada permukaan HIV yang menempel pada protein pelengkap pada sel CD4 seperti halnya kunci masuk ke dalam gembok. Inilah yang dikenal sebagai keterikatan virus.

  2. Mengikat dan melebur
    Setelah melekat pada sel, HIV menyuntikkan protein sendiri ke dalam cairan seluler (sitoplasma) dari sel-T. Hal ini menyebabkan peleburan (fusi) membran sel ke selubung luar virion HIV. Ini adalah tahap yang dikenal sebagai fusi virus. Setelah menyatu, virus bisa masuk ke sel.

  3. Virus melepas lapisan
    HIV menggunakan materi genetiknya (RNA) untuk bereproduksi dengan membajak mesin genetik sel inang. Dengan melakukan itu, ia dapat menghasilkan banyak salinan dari dirinya sendiri. Prosesnya, yang disebut virus uncoating, mengharuskan lapisan pelindung yang mengelilingi RNA dihancurkan.

  4. Transkripsi dan menerjemahkan
    Begitu berada di dalam sel, RNA untai tunggal HIV harus diubah menjadi DNA untai ganda. Ini menyelesaikan ini dengan bantuan enzim yang disebut reverse transcriptase. Proses ini memungkinkan virus mereplikasi diri.

  5. Penyatuan atau integrasi
    Agar HIV dapat membajak mesin genetik sel inang, ia harus mengintegrasikan DNA yang baru terbentuk ke dalam inti sel.

  6. Perakitan
    Setelah integrasi terjadi, HIV harus membuat blok pembangun protein yang digunakannya untuk merakit virus baru. Ia melakukannya dengan enzim protease, yang memotong protein menjadi potongan-potongan kecil dan kemudian merakit potongan-potongan itu menjadi virion HIV baru yang terbentuk sepenuhnya.

  7. Pematangan
    Setelah virion dirakit, mereka melewati tahap akhir dimana virion dewasa benar-benar bertunas dari sel inang yang terinfeksi. Setelah dilepaskan ke sirkulasi bebas, virion ini terus menginfeksi sel inang lain dan memulai siklus replikasi lagi.

Rentang hidup rata-rata sel inang penghasil virus pendek, sekitar dua hari. Setiap sel yang terinfeksi dapat menghasilkan rata-rata 250 virion HIV baru sebelum gagal dan mati.

Baca Juga: Gejala HIV Kapan Bisa Dikenali Setelah Terinfeksi?

Mengganggu setiap tahap siklus hidup dan tahap selanjutnya tidak dapat terjadi, maka virus tidak mungkin berkembang biak dan menyebar.

Masih punya pertanyaan seputar HIV dan kesehatan reproduksi? Kamu bisa langsung berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya