Kondom Terbalik Saat Mau Dipakai, Bolehkah Digunakan Ulang?

Bisa karena biasa. Ini merupakan pepatah yang tepat untuk menggambarkan tantangan dalam menggunakan kondom dengan baik dan benar. Kondom dikemas dalam keadaan tergulung. Akibatnya, orang yang belum terbiasa menggunakannya mungkin mengalami kesulitan ketika memasang kondom. Salah satunya adalah memakai kondom secara terbalik. Saat ini terjadi, kondom yang terbalik akan sulit ditarik ke bawah karena bagian yang masih tergulung menghadap ke dalam. Alhasil, gulungan tersebut tidak membuka. Apabila hal ini terjadi pada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Penelitian menunjukkan bahwa hampir 30% pengguna kondom yang melakukan kesalahan ini membalik kondom dan menggunakannya kembali (Crosby, Milhausen, Sanders, et al., 2014). Padahal, tindakan ini sebenarnya tidak boleh dilakukan karena berisiko menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan dan menyebarkan infeksi menular seksual (IMS). Berikut penjelasannya.

Kondom biasanya dipakai sebelum berhubungan seks, saat penis sudah dalam keadaan tegang atau ereksi. Dalam kondisi ini, penis laki-laki mengeluarkan cairan pra-ejakulasi. Cairan pra-ejakulasi ada yang memiliki kandungan sperma dan ada yang tidak (Hill, 2019). Selain itu, cairan pra-ejakulasi dikeluarkan melalui lubang yang sama dengan sperma, yaitu saluran kencing atau yang dikenal sebagai uretra. Karena keluar dari lubang yang sama, cairan pra-ejakulasi bisa membawa sisa sperma bekas ejakulasi sebelumnya yang masih tertinggal di saluran uretra (Scaccia, 2018, Healthline). Misalnya, cairan pra-ejakulasi yang keluar ketika berhubungan seks di malam hari bisa saja membawa sisa sperma bekas ejakulasi sehabis masturbasi di siang hari tadi. Jika sperma yang terkandung dalam cairan pra-ejakulasi adalah sisa sperma bekas ejakulasi sebelumnya, apakah sperma tersebut masih hidup? Ternyata bisa saja demikian. Penelitian menemukan bahwa 37% sperma dalam cairan pra-ejakulasi ditemukan dalam keadaan masih sehat serta bisa bergerak dengan aktif (Killick, Leary, et al., 2010).

Lantas apa hubungannya dengan kondom yang terbalik? Meskipun arah kondom sudah diperbaiki, ketika Anda atau pasangan Anda memakai ulang kondom yang sama, kondom tersebut sudah terkena cairan pra-ejakulasi. Artinya, ada kemungkinan bahwa kondom telah terkontaminasi oleh sperma dan Anda tidak menyadarinya, sebab warna cairan pra-ejakulasi tidak putih seperti cairan mani, melainkan bening dan transparan. Akibatnya, ada risiko kehamilan yang lebih besar. Selain itu, terdapat pula risiko penularan IMS, sebab IMS pun bisa menyebar melalui cairan pra-ejakulasi.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Langkah terbaik adalah membuang kondom yang sudah sempat digunakan dengan terbalik, kemudian menggantinya dengan yang baru. Kalau Anda khawatir akan memasangnya dengan arah yang salah, gunakan jari Anda untuk memeriksa arah gulungan kondom terlebih dahulu. Periksa arahnya sedikit saja, namun jangan membuka keseluruhan gulungan kondom dengan jari Anda. Kalau sudah menemukan arah yang benar, pasang kondom pada penis. Pastikan bahwa Anda telah mencuci tangan dan memotong kuku sebelum melakukan hal ini.

Demikianlah alasan mengapa kondom yang terbalik sebaiknya tidak digunakan ulang. Dengan memperhatikan petunjuk tadi dan sering berlatih, mudah-mudahan Anda akan lebih terbiasa menggunakan kondom secara tepat dan konsisten. Selain itu, jika Anda ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp