Ladies and Gents, Abaikan saja Lima Mitos tentang Masturbasi Ini

Mitos tentang masturbasi

Mitos tentang masturbasi selalu menarik. Tapi jangan langsung percaya ya, karena banyak yang tidak benar.

Masturbasi bikin lutut kopong, mata buta, sampai menyebabkan disfungsi ereksi. Banyak sekali memang mitos tentang masturbasi yang berseliweran, dan kadang bikin kita galau: benar gak sih? Kamu gak perlu khawatir, karena sebagian besar mitos itu hanyalah mitos belaka, tidak ada dasar ilmiahnya.

Baca Juga: Adiksi Masturbasi, Apa Saja Indikasinya?

Seperti kamu tahu, masturbasi adalah aktivitas seksual yang sehat dan normal. Tidak ada batasan seberapa sering masturbasi boleh dilakukan. Hanya saja kalau terlalu sering, memang bisa mengganggu kehidupanmu sehari-hari, seperti yang bisa kamu baca di sini: Apa Resikonya kalau Terlalu Sering Masturbasi?. Tapi selama kamu tidak berlebihan melakukannya, bisa dibilang tidak ada risiko apapun.

Lima Mitos tentang Masturbasi

Mitos seputar masturbasi memang tidak ada matinya. Sangat mungkin, mitos-mitos ini beredar untuk menakut-nakuti anak muda, agar tidak amsturbasi. Bagaimanapun, aktivitas menyenangkan diri sendiri ini masih dianggap tabu di masyarakat. Dari sekian banyak mitos tentang masturbasi, setidaknya ada 5 yang paling populer. Yuk simak penjelasannya.

  1. Masturbasi bikin lutut kopong
    Tidak ada hubungannya antara masturbasi dengan lutut kopong, ini murni hanya mitos. Tapi, ada yang bilang lututnya sakit habis masturbasi? Satu-satunya kemungkinan, nyeri muncul karena terpengaruh dari kontraksi otot yang kuat di area panggul saat ejakulasi. Namun sebenarnya, area genital dan lutut ada dalam sistem tubuh berbeda. Dan, nyeri ini muncul akibat ejakulasi, yang berarti bisa juga muncul saat berhubungan dengan pasangan, bukan hanya ketika masturbasi.
  2. Mata buta gara-gara masturbasi
    Lagi-lagi, ini hanya mitos yang tidak masuk akal. Mitos seperti ini muncul di masa lampau, ketika hubungan seks dipercaya semata sebagai aktivitas untuk mendapatkan keturunan. Karena masturbasi dilakukan untuk kesenangan atau rekreasi, maka diciptakanlah mitos-mitos agar orang tidak melakukannya. Mitos aneh lainnya tentang masturbasi: tumbuh rambut di telapak tangan, TB (tuberkulosis), gangguan mental, hingga kematian.
  3. Awas, impoten
    Ini termasuk mitos tentang masturbasi yang paling umum. Tapi tak usah khawatir, ini hanya isapan jempol. Malah sebenarnya, masturbasi bisa membantu mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi (DE) yang disebabkan oleh gangguan psikologis, seperti stres dan kecemasan. Masturbasi membantu kamu berlatih mempertahankan ereksi, serta membuatmu lebih nyaman dan PD dengan diri sendiri, sehingga pelan-pelan kamu bisa mempertahankan ereksi saat berhubungan dengan pasangan.

  4. Perempuan yang hobi masturbasi sulit orgasme
    Ladies, jangan khawatir karena pendapat ini tidak benar. Memang kalau kamu terlalu sering masturbasi, kamu terbiasa dengan sentuhan jari sendiri atau sex toy yang kamu gunakan, sehingga mungkin lebih sulit mencapai orgasme ketika berhubungan dengan pasangan. Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Selama dilakukan sewajarnya, masturbasi gak akan mengganggu fungsi seksual dan hubungan intim dengan pasangan.
  5. Masturbasi menyebabkan kemandulan
    Masturbasi tidak akan bikin kamu mandul, dan tidak membuat penis atau klitoris kamu menyusut dan rusak. Banyak sekali penyebab kemandulan (infertilitas), dan masturbasi tidak termasuk di antaranya. Yang penting, jaga kebersihan organ genital, agar terhindar dari infeksi yang bisa mengganggu kesuburan. Buat kaum Hawa, kamu bisa menggunakan pembersih kewanitaan Andalan Feminine Hygiene, yang berbahan asam susu untuk memelihara keseimbangan mikroflora vagina.

Baca Juga: Kecanduan Masturbasi? Begini Cara Mengurangi Masturbasi

Masih punya pertanyaan seputar masturbasi dan kesehatan seksual? Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya