Memilih KB Sesuai Usia

Memilih kb sesuai usia

Seiring bertambahnya usia, preferensi kamu dalam memilih KB harus disesuaikan dengan gaya hidup dan kondisi organ kesehatan.

Jika selama ini kamu hanya tahu kalau KB modern itu ada yang masa pakainya panjang dan masa pakai pendek, maka kamu harus menambah informasi terkait memilih KB sesuai usia. Karena seiring bertambahnya usia, preferensi kamu tentang KB modern menjadi sangat terbuka pada inovasi baru. Tak hanya itu, pemilihan KB juga sangat tergantung pada kondisi tubuh. Penting sekali untuk kamu membaca bagaimana memilih KB sesuai dengan usia.

Baca Juga: Amankah Gonta-Ganti KB?

Kondom aman untuk segala usia

Mengapa kondom aman untuk segala usia? Karena pemakaiannya yang praktis membuat KB kondom digemari di setiap usia. Apalagi kondom tidak hanya berfungsi mencegah kehamilan tapi juga mencegah terjadinya infeksi menular seksual (IMS). Ini mengapa kondom disebut sebagai kontrasepsi yang memberi perlindungan ganda di segala usia.

Kontrasepsi untuk ibu muda

Kamu yang berusia 20-30 tahun biasanya menjarakkan kelahiran anak 3-5 tahun dan dengan aktivitas yang segudang, pastinya kamu mencari kontrasepsi yang praktis. Maka kontrasepsi yang cocok untuk kamu adalah pil KB, KB implant dan KB suntik. Dan jika kamu ingin kembali hamil, maka bisa segera menghentikannya dan tidak akan mengganggu fertilitas. Disamping itu sekarang KB hormonal ada yang memberikan manfaat kesehatan seperti mencegah terjadinya jerawat, membuat kulit mulus dan glowing. Adalah pil KB Elzsa yang bisa mengabulkan keinginanmu untuk merencanakan kehamilan sambil merawat kecantikan kulit.

Kontrasepsi untuk ibu berusia 35-40 tahun

Umumnya pada rentang usia ini, anak-anak sudah beranjak remaja. Ini artinya kamu dan suami perlu fokus pada kebutuhan anak yang sedang pubertas dan butuh banyak perhatian dari orangtuanya. Maka penting untuk tetap ber KB pada masa ini. Adapun pilihan KB yang cocok untuk rentang usia ini adalah yang jangka panjang seperti KB IUD. Penggunaan IUD juga tidak akan mengganggu aktivitas bercinta dengan suami. Jadi misi menjaga kehangatan rumah tangga tetap bisa terwujudkan.

Kontrasepsi untuk ibu berusia 40 tahun ke atas

Banyak perempuan berpersepsi ketika memasuki usia 40 tahun maka waktunya berhenti ber KB karena akan memasuki masa menopause. Tapi setelah KB dilepas, justru “kebobolan” dan hamil di usia yang cukup matang. Hamil di usia 40 tahun ke atas lebih berisiko. Para dokter kandungan menyebutkan, ibu yang hamil di usia 40 tahun ke atas berisiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, atau bahkan penyakit tiroid. Ini semua bisa meningkatkan risiko keguguran, preeklamsia dan bayi lahir prematur.

Jadi janganlah berhenti ber KB jika kamu belum benar-benar memasuki masa menopause. Adapun pilihan KB yang ideal di usia ini adalah KB IUD atau pil KB. Malah beberapa penelitian menyebutkan jika kamu mulai merasakan gejala-gejala menopause, pil KB dengan kandungan hormon estrogen bisa membuat gejala-gejala jadi lebih ringan. Tapi pastikan kamu sudah konsultasi ke dokter, khususnya untuk kamu yang memiliki riwayat darah tinggi dan merokok, maka KB dengan kandungan estrogen bisa berisiko menyebabkan gangguan vaskuler.

Pada intinya, memilih KB yang tepat memang harus disesuaikan dengan kondisi fisik serta aktivitas kamu. Dan selalu konsultasi ke dokter kandungan setiap kali ingin mengganti metode KB, agar kamu benar-benar memakai KB yang aman untuk tubuh.

Baca Juga: Cegah Stunting dengan Ber-KB

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya