Mengenal Gejala HIV Sesuai Perjalanan Penyakitnya

Mengenal gejala HIV

Perjalanan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sampai menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) memiliki waktu bertahun-tahun. Selama masa ini, bisa saja gejala HIV tidak dikenali, sampai akhirnya timbul gejala AIDS yang merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.

Di dunia medis, dikenal beberapa tahapan penyakit infeksi HIV. Di masing-masing tahapan infeksi HIV ini, gejalanya berbeda-beda. Yuk, kenali tahapan atau perjalanan penyakit akibat infeksi HIV ini dan gejala HIV yang mungkin timbul!

Baca Juga: Bisakah Tertular HIV karena Berciuman?

Tahap awal HIV

Tahap pertama infeksi dikenal sebagai infeksi HIV akut atau primer. Tahap ini sering juga disebut sindrom retroviral akut. Selama tahap ini, kebanyakan orang mengalami gejala mirip flu yang mungkin sulit dibedakan.

Beberapa gejala HIV di tahap awal, yang bisa muncul 2-4 minggu setelah terinfeksi adalah:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Ruam
  • Keringat di malam hari
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ulkus mulut atau sariawan

Fase laten klinis HIV

Fase selanjutnya adalah fase laten klinis. Virus justru menjadi kurang aktif, meskipun masih ada di dalam tubuh. Selama tahap ini, orang dengan HIV tidak mengalami gejala, dan infeksi virus berkembang pada tingkat yang sangat rendah.
Periode latensi ini dapat berlangsung selama satu dekade atau lebih. Banyak orang tidak menunjukkan gejala HIV selama periode 10 tahun ini. Inilah sebabnya, banyak pasien yang akhirnya baru terdeteksi di fase akhir atau sudah berkembang menjadi AIDS.

Fase terakhir HIV

Fase ini sering juga disebut stadium 3. Selama fase ini, sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah dan rentan terhadap infeksi oportunistik. Setelah HIV berkembang ke tahap 3, gejala yang terkait dengan infeksi mungkin menjadi sangat jelas. Gejala-gejala ini dapat mencakup:

  • Infeksi di kulit
  • Sariawan yang berat
  • Diare berkpenjangan
  • Infeksi di saluran perncernaan seperti TB
  • Demam terus menerus
  • Gejala yang terkait dengan gangguan kognitif.

Segera lalukan tes HIV jika Kamu mengalami gejala infeksi akut, terlabih jika Kamu adalah kelompok yang berisiko. Karena di masa awal ini HIV sangat menular, Kamu harus menerapkan keamanan agar tidak menularkan ke orang lain. Misalnya berhubungan seks dengan aman menggunakan kondom.

Baca Juga: Apakah ARV Bisa Menyembuhkan HIV?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

kondom sobek

5 Penyebab Utama Kondom Sobek

Penyebab utama kondom bisa sampai sobek ketika dipakai adalah karena cara pemakaiannya yang salah. Jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya, kondom adalah yang paling praktis

Read More »
kondom

Ketika Kondom Kedaluwarsa Lebih Cepat

Kondom kedaluwarsa jika tetap dipakai justru berbahaya untuk kesehatan. Kondom bisa berfungsi dengan optimal jika digunakan sebelum melewati tanggal kadaluarsanya. Tapi kebanyakan orang berpikir, definisi

Read More »