Mengurangi Risiko Kematian Ibu dengan Program Keluarga Berencana

Resiko kematian ibu KB

Berdasarkan data terbaru WHO tahun 2017, sebanyak 810 perempuan di berbagai negara meninggal dunia setiap harinya akibat proses kehamilan dan melahirkan. Dari angka rata-rata tersebut, 94% terjadi di negara berkembang. Situasi ini sangat disayangkan, sebab sebenarnya terdapat banyak cara untuk mengurangi risiko kematian ibu. Salah satunya adalah melalui program Keluarga Berencana (KB).

Baca Juga: Tips Merespon Komentar Nyinyir atas Keputusan Kamu Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Berikut beberapa alasan mengapa program Keluarga Berencana (KB) bisa mengurangi risiko kematian ibu.

  • Perempuan usia muda yang secara fisik dan psikologis belum siap untuk hamil bisa menunda kehamilannya terlebih dahulu
    Faktanya, perempuan yang hamil di usia belasan tahun memiliki risiko kematian, terkena penyakit, dan gangguan kesehatan mental yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berusia 20 tahun ke atas (Neal, Mahendra, Bose, et al., 2016; Wong, Twynstra, et al., 2020). Oleh karena itu, kehamilan di usia yang terlalu muda sebaiknya dihindari. Dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB), Anda bisa menunda kehamilan hingga usia yang lebih ideal untuk punya anak. Selain itu, program Keluarga Berencana juga turut mengurangi angka kematian ibu akibat aborsi yang tidak aman.
    Mengurangi Risiko Kematian Ibu dengan Program Keluarga Berencana
  • Pasangan muda punya waktu untuk bekerja dan menabung hingga lebih mampu membiayai layanan kesehatan berkualitas dan mencukupi kebutuhan nutrisi optimal pendukung kehamilan
    Persiapan dari mulai kehamilan hingga persalinan tentunya tidak murah dan akan memakan biaya yang cukup besar. Mulai dari biaya pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit, kelas persiapan kehamilan, makanan dan minuman sehat, vitamin penunjang kehamilan, hingga persalinan itu sendiri. Setelah melahirkan pun, Anda masih perlu melakukan banyak kunjungan ke dokter. Oleh karena itu, pasangan muda terkadang perlu waktu untuk bekerja dan menabung terlebih dahulu hingga kondisi finansial lebih stabil. Di sinilah letak peran program Keluarga Berencana (KB).
    Mengurangi Risiko Kematian Ibu dengan Program Keluarga Berencana
  • Perempuan dengan kondisi medis tertentu yang apabila hamil nyawanya terancam bisa mencegah kehamilan
    Perempuan dewasa di usia akhir 30-an hingga akhir 40-an yang masih berpotensi hamil namun bisa membahayakan nyawa dapat mencegah kehamilan dengan program Keluarga Berencana (KB). Demikian juga dengan perempuan-perempuan lain yang secara medis karena kondisi tertentu memiliki risiko kematian yang lebih tinggi apabila hamil, misalnya perempuan dengan penyakit jantung, kelainan darah, diabetes, dan sebagainya. Bukan berarti tidak boleh memiliki anak sama sekali, namun mengadopsi anak bisa menjadi alternatif yang lebih aman daripada memaksakan diri untuk punya anak secara biologis.
    Mengurangi Risiko Kematian Ibu dengan Program Keluarga Berencana

Baca Juga: Ingin Suntik KB Namun Takut Disuntik? Ini 6 Strategi untuk Mengalahkan Ketakutan Anda

Itulah beberapa cara program Keluarga Berencana (KB) membantu mengurangi risiko kematian ibu. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya