Menstrual Cup bisa Dipakai Berolahraga, Nyaman dan Bebas Ribet

menstrual-cup-berolahraga

Ya, menstrual cup bisa dipakai berolahraga. Nyaman karena tak terasa mengganjal, dan bebas ‘bocor’.

Kamu bisa menemukan banyak sekali perempuan yang membagikan pengalaman mereka memakai menstrual cup ketika berolahraga, di berbagai forum diskusi di internet. Dari pengalaman mereka, kita dapat menyimpulkan bahwa menstrual cup bisa dipakai berolahraga. Malah sangat nyaman, anti bocor, dan anti ribet.

Baca Juga: Menjawab Pertanyaan Apakah Perawan boleh Memakai Menstrual Cup

Menstruasi harusnya memang bukan halangan untuk berolahraga seperti biasa. Malah, berolahraga bisa membantu mengurangi keluhan saat haid. Namun demikian, berolahraga saat haid terutama ketika sedang deras-derasnya, kadang kurang nyaman. Pembalut yang panjang dan tebal terasa mengganjal. Belum lagi perasaan was-was karena takut darah haid bocor dan tembus.

Menariknya, berdasarkan pengalaman perempuan yang sudah memakai menstrual cup, keluhan-keluhan tadi tidak lagi jadi masalah. Kita intip yuk, kenapa menstrual cup bisa dipakai berolahraga dengan nyaman.

3 Alasan Menstrual Cup bisa Dipakai Berolahraga

  1. Tidak bergeser
    Kamu bisa memakai menstrual cup untuk melakukan olahraga apapun, tanpa takut menstrual cup bergeser, terlipat, bocor, atau jatuh keluar dari vagina. Daya hisap yang terjadi antara menstrual cup dengan dinding vagina, membuat alat ini stabil berada di tempatnya, sekalipun kamu melakukan yoga, lari, senam, bersepeda, mengangkat beban, kickboxing, bahkan berkuda sekalipun. Berenang pun tidak masalah.

  2. Bekerja dengan menampung darah haid
    Pembalut atau tampon yang bekerja dengan menyerap darah haid. Ini akan membuat pembalut/tampon “mengembang” bila darah haid yang keluar cukup banyak, sehingga jadi kurang nyaman karena terasa mengganjal. Belum lagi keringat yang membuat area V lebih lembab, dan memicu pertumbuhan bakteri/jamur. Usai berolahraga, pembalut ikut basah karena keringat, dan bisa muncul bau yang kurang sedap akibat bakteri.

    Hal-hal tadi bisa dihindari dengan pemakaian menstrual cup karena alat ini bekerja dengan menampung darah haid. Darah haid yang tertampung tidak membuatnya mengembang. Darah di dalam menstrual cup juga tetap steril, karena tidak ada kontak dengan kulit dan keringat.

  3. Bisa dipakai hingga 12 jam
    Menstrual cup bisa dipakai berjam-jam, maksimal 12 jam. Jadi, sesi olahraga tidak akan terganggu untuk mengganti menstrual cup. Lari maraton, bahkan ikut triatlon sekalipun aman. Agar lebih nyaman, kamu bisa mengosongkan dulu isi menstrual cup tepat sebelum berolahraga, sehingga kamu yakin menstrual cup tidak akan penuh selagi kamu berolahraga.

Perhatikan Teksturnya

Kamu punya pengalaman menstrual cup bocor saat berolahraga? Kemungkinan besar karena kamu memakai menstrual cup dengan tekstur yang lunak. Secara umum, fleksibilitas menstrual cup dibedakan menjadi 5. Angka 1 berarti sangat lunak, dan makin tinggi angka, tekstur makin kaku.

Tekstur yang lunak memang lebih nyaman, tapi lebih mudah bergeser dan/atau terlipat saat kamu melakukan gerakan olahraga yang cukup menantang. Inilah yang membuat menstrual cup ‘bocor’. Ketika berolahraga, ada baiknya kamu mempertimbangkan tekstur yang lebih kaku, antara 3 ½ – 5.

Selain tekstur, kapasitas juga perlu jadi pertimbangan. Bila kamu berencana mengikuti marathon, atau olahraga lain dalam periode yang panjang, sebaiknya memilih yang kapasitasnya lebih besar.

Baca Juga: Ketika Menstrual Cup Berbau dan Bernoda, Apa yang Harus Dilakukan?

Buat kamu yang masih ragu apakah menstrual cup bisa dipakai berolahraga, semoga penjelasan ini bisa menjawab keraguanmu, dan membantumu mengambil keputusan. Bila kamu memerlukan konsultasi seputar menstruasi, kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT, dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya