Menstruasi Tidak Teratur Sehabis Mengubah Pola Olahraga, Apakah Normal?

Menstruasi Tidak Teratur

Bulan lalu, kamu memutuskan untuk mengadopsi rutinitas baru dan mendaftarkan diri ke sebuah fasilitas olahraga tak jauh dari rumah. Saat sedang asik berlari di atas treadmill sambil mendengarkan musik upbeat yang sangat memacu semangat berolahraga, tahu-tahu menstruasi. Duh, sayangnya kamu sedang tidak siap untuk menghadapi tamu dadakan ini. Untung ada yang menjual pembalut tak jauh dari lokasi gym. Seharusnya jadwal menstruasimu dua minggu yang lalu, namun entah kenapa baru muncul hari ini. Kira-kira kenapa menstruasi tidak teratur begini, ya? Bisa jadi, perubahan pola olahragamu adalah penyebabnya.

  • Porsi olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan ketidak-teraturan menstruasi
    Menurut penelitian, aktivitas fisik yang terlalu berat bisa membuat menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali (Machmudah et al., 2017). Hal ini diperkirakan terjadi karena perubahan hormonal dalam tubuh ketika tubuh beradaptasi dengan pola olahraga. Ini merupakan sesuatu yang normal dan sering dialami oleh para atlet perempuan. Bila hal ini mengganggumu, ini bisa diatasi dengan menyesuaikan porsi olahraga agar agak lebih ringan. Kalau tidak mengganggu, teruskanlah menjalani olahraga yang kamu sukai tersebut dalam porsi yang membuatmu bahagia.

Baca Juga: Penyebab Kembung Saat Menstruasi

  • Tekanan fisik dan mental dalam olahraga yang kompetitif bisa memicu stres
    Sebagian olahraga menuntut performa yang lebih tinggi daripada olahraga lainnya, apalagi bila ada unsur kompetisi. Misalnya bila kamu sering mengikuti kompetisi renang, bela diri, gimnastik, atau lari maraton. Nah, segala tekanan untuk mengerahkan performa maksimal bisa memicu stres yang akhirnya memengaruhi siklus menstruasi (Senatore, Pisapia & Domenico, 2019). Ini sebetulnya wajar, namun bila tekanan yang kamu rasakan terlalu memberatkanmu, diskusikanlah dengan pelatih olahraga, teman satu tim, atau konselor profesional. Siapa tahu ada strategi yang bisa diterapkan untuk membuat kamu lebih tenang dan rileks, serta membuat sesi latihan terasa lebih mudah.

  • Olahraga dengan porsi yang proporsional justru membuat menstruasi semakin teratur
    Apakah perempuan usia subur sebaiknya tidak berolahraga? Tidak juga. Bila dilakukan secara proporsional, olahraga malah bisa membantu perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur. Olahraga secara rutin bisa meningkatkan keteraturan pola menstruasi, memperbaiki masalah ovulasi, serta meningkatkan kemungkinan untuk mencapai kehamilan (Benham, Yamamoto, et al., 2018). Bagi kamu yang mengalami PCOS, olahraga bisa membantu meningkatkan kesuburanmu. Sering nyeri menstruasi? Aerobik selama 30 menit 3 kali sehari dapat mengurangi gejala nyeri menstruasi, lho (Dehnavi, Jafarnejad & Kamali, 2018). Selain itu, olahraga juga tetap dibutuhkan demi menjaga kesehatan secara umum, sehingga tubuh tetap kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Jadi, pilihlah jenis olahraga yang membuat kamu nyaman dan sesuaikan saja porsinya agar tidak berlebihan.

Baca Juga: Kapan Kembali Menstruasi Setelah Melahirkan?

Itulah sekilas pembahasaan mengenai olahraga dan dampaknya terhadap siklus menstruasi. Agar tak perlu panik ketika menstruasi sedang tidak teratur, pastikan kamu selalu menyediakan produk-produk menstruasi seperti pembalut, tampon, menstrual cup, atau celana dalam menstruasi di tempat yang mudah kamu akses kapan saja. Membawa pakaian ekstra untuk berjaga-jaga bila darah menstruasi ‘tembus’ sehabis berolahraga juga bisa membuat kamu lebih nyaman. Selain itu, jika kamu ingin berkonsultasi lebih lanjut soal menstruasi dan kesuburan, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya