Metode KB Jangka Panjang yang Tidak Mengandung Hormon, Memangnya Ada?

Metode KB Jangka Panjang

Setiap orang tentunya punya pertimbangan sendiri ketika memilih kontrasepsi yang tepat. Ada yang nyaman-nyaman saja menggunakan kontrasepsi hormonal, ada juga yang punya pendapat berbeda. Bagi kamu yang ingin berkontrasepsi selama beberapa tahun, namun tak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal, IUD tembaga bisa menjadi alternatif metode KB yang sesuai.

IUD merupakan alat kontrasepsi mungil dari bahan plastik yang berbentuk seperti huruf T dan dipasang di dalam rahim (Dweck & Westen, 2017). Ada dua jenis IUD, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. IUD hormonal mencegah kehamilan dengan melepas hormon-hormon yang menebalkan lapisan lendir pada leher rahim agar lebih sulit dilalui oleh sperma, sementara IUD tembaga tak mengandung hormon sama sekali dan mencegah kehamilan dengan melepaskan ion-ion tembaga yang toksik terhadap sperma (Hill, 2019). Walaupun bisa membunuh sperma, IUD tembaga tetap aman bagi tubuh.

Baca Juga: Mengenal Cara Kerja KB Hormonal

Pemasangan metode KB yang satu ini di dalam rahim biasanya dilakukan dengan bantuan dokter atau bidan. Ada alat khusus menyerupai tabung tipis yang digunakan untuk memasukkannya. Prosesnya singkat, tak menyakitkan, dan tak membutuhkan operasi sama sekali. Kamu bisa langsung beraktivitas kembali sesaat setelah pemasangan IUD tembaga selesai.

Sekali pasang, IUD tembaga bisa melindungi penggunanya dari risiko kehamilan hingga 10 tahun lamanya. Meskipun begitu, jika ingin dilepas lebih dini sebelum masa perlindungannya berakhir, bisa juga. Tinggal mendatangi dokter atau bidan untuk meminta IUD dilepas saja. Setelah IUD dilepas, kesuburan akan segera kembali dan pasangan bisa langsung memulai program kehamilan. Berikut beberapa jenis IUD dan masa waktu perlindungannya.

  • IUD Andalan TCu 380A dengan masa perlindungan hingga 10 tahun
  • IUD Andalan Cu 375 Sleek untuk rahim pendek, masa perlindungan hingga 5 tahun
  • IUD Andalan Silverline Cu 380 Ag dengan inti perak dan masa perlindungan 5 tahun

  • IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag dengan inti perak dan masa perlindungan 3 tahun

Orang seringkali punya kekhawatiran bahwa IUD bisa bergeser di dalam rahim karena anggapan yang keliru soal ukuran rahim yang besar. Kenyataannya, ukuran rahim ketika tidak sedang mengandung sangat kecil. Rata-rata panjangnya hanya 7,5 cm, dengan lebar 5 cm dan ketebalan dinding 2,5 cm (Hill, 2019). Oleh karena itu, IUD yang ukurannya kecil pun tidak akan bisa berpindah-pindah sembarangan.

Lalu apakah IUD akan terasa bila berhubungan seks? Tenang saja, aktivitas seksual tidak akan terganggu dengan metode KB ini. IUD terpasang di rahim, bukan di dalam vagina. Meski ada benang yang terikat di ujung IUD dan menjuntai ke serviks untuk memudahkan pemeriksaan, benang tersebut bisa dipotong pendek. Seks dalam posisi apapun akan tetap terasa nyaman, serta yang paling penting: bebas dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

Baca Juga: Ini Lima Pilihan Metode KB untuk Ibu Menyusui

Penasaran ingin mencoba menggunakan IUD tembaga sebagai metode KB? Kamu dan pasanganmu tinggal membuat janji dengan dokter atau bidan Andalan terdekat. Kalian bisa berdiskusi terlebih dahulu serta mengajukan pertanyaan apapun terkait IUD tembaga sebelum mulai berkontrasepsi. Selain itu, jika kamu ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya