Muntah Sehabis Minum Pil Kontrasepsi Darurat, Gimana Solusinya?

kontrasepsi darurat

Pil kontrasepsi darurat bisa menjadi penyelamat pada situasi-situasi yang tidak terduga, entah ketika lupa minum pil KB, kelewatan jadwal suntik KB, ‘kebablasan’ berhubungan di tanggal subur, atau ketika kondom robek akibat kesalahan pemakaian. Dengan adanya pil kontrasepsi darurat, kehamilan masih bisa dicegah maksimal 5 hari setelah hubungan seks (Dweck & Westen, 2017). Meskipun begitu, tentunya jika diminum lebih cepat, efektivitasnya pun lebih baik. Pertanyaannya, bagaimana kalau sehabis minum pil muncul rasa mual yang disusul dengan muntah? Berikut sekilas penjelasannya.

Baca Juga: Tiga Alasan Mengapa Kamu Perlu Menyimpan Pil Kontrasepsi Darurat di Kotak P3K

Jika sebagian besar alat kontrasepsi lainnya mencegah kehamilan sebelum terjadinya hubungan seks, maka pil kontrasepsi darurat agak berbeda, sebab ia masih bisa mencegah kehamilan setelah hubungan seks (Westheimer & Lehu, 2019). Akan tetapi, untuk bisa bekerja dengan efektif, pil ini mengandung hormon progesteron dalam dosis yang lebih tinggi daripada kontrasepsi pada umumnya. Fungsinya adalah untuk menunda pelepasan sel telur dari indungnya, sehingga tidak terjadi pembuahan meskipun sperma sudah terlanjur masuk.

Salah satu efek samping yang bisa muncul sehabis minum pil ini adalah rasa mual. Nah, sebenarnya sih, rasa mual ini nggak berbahaya dan bukan merupakan tanda dari gangguan penyakit. Akan tetapi, bila sampai menyebabkan muntah, efektivitas pil kontrasepsi darurat bisa menurun. Apalagi, kalau muntahnya tak lama setelah pil baru diminum. Lalu, bagaimana solusinya? Menurut panduan dari Family Planning Handbook, hasil kolaborasi dari USAID, WHO, Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dan Johns Hopkins Center for Communication Programs (2018), ini beberapa hal yang bisa dilakukan bila kamu muntah sehabis minum pil kontrasepsi darurat.

  • Bila muntah baru terjadi lebih dari 2 jam setelah minum pil kontrasepsi darurat yang mengandung hormon progesteron, maka tak perlu melakukan apa-apa. Kemungkinan besar kandungan dalam pil sudah diserap oleh tubuh. Akan tetapi, Jika muntah terjadi sebelum 2 jam pasca minum pil kontrasepsi darurat, maka pil perlu diminum lagi.
  • Untuk mengurangi kemungkinan muntah lagi sehabis mengulang minum pil kontrasepsi darurat, boleh menggunakan obat-obatan anti mual yang mengandung 25–50 mg meclizine hydrochloride.
  • Apabila muntah terus-terusan, pil kontrasepsi darurat bisa digunakan dengan cara dimasukkan melalui vagina.

Nah, kalau kamu memiliki kendala mengikuti instruksi-instruksi tadi, tentunya akan lebih baik bila kamu segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Usahakan untuk tidak menunda-nunda. Soalnya, pil kontrasepsi darurat hanya bisa mencegah pembuahan dan tidak akan bisa membatalkan kehamilan bila kehamilan sudah terjadi.

Apakah ada alternatif lain kalau tidak bisa menggunakan pil kontrasepsi darurat? Ada! Kamu bisa menggunakan alat kontrasepsi yang disebut dengan IUD tembaga. IUD tembaga sama sekali tidak mengandung hormon. Cara kerjanya adalah dengan mengeluarkan ion-ion tembaga yang aman bagi tubuh namun toksik bagi sperma (Hill, 2019). Serupa dengan pil kontrasepsi darurat, IUD tembaga pun bisa mencegah kehamilan bila dipasang di rahim maksimal 5 hari setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman. Pemasangannya dilakukan oleh dokter atau bidan dengan menggunakan alat khusus. Prosesnya praktis, singkat, dan tidak membutuhkan operasi. Jadi, IUD tembaga pun bisa dijadikan pilihan kontrasepsi darurat, ya!

Baca Juga: Masih Ada Harapan, Ini Cara Bangkit dari Kekerasan Seksual dengan Kontrasepsi Darurat

Itulah solusi mencegah kehamilan bila kamu muntah sehabis minum pil kontrasepsi darurat. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya