Nyeri Menstruasi Itu Normal, tapi Kapan Perlu ke Dokter?

Nyeri menstruasi ke dokter

Nyeri menstruasi tak kunjung hilang meski sudah minum obat, nyeri menjalar ke punggung/kaki, atau kram disertai demam. Ini adalah tanda bahwa kamu perlu ke dokter.

Ladies, tahukah kamu, nyeri menstruasi atau dismenore ternyata merupakan masalah kandungan yang paling banyak dialami perempuan. Diperkirakan, 16,8 – 81% perempuan mengalaminya. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Baca Juga: Dorongan Makan Kompulsif Saat Menstruasi, Ini Penyebabnya

Nyeri menstruasi memang sangat tidak nyaman ya. Aktivitas sehari-hari jadi terganggu, interaksi sosial kita pun bisa ikut terpengaruh. Sebagian perempuan bahkan sampai harus absen kuliah atau bekerja, karena nyeri yang tak tertahankan. Jadi kalau kamu mengalami hal ini, tidak perlu merasa lemah atau minder ya.

Penyebab nyeri menstruasi bisa bermacam-macam. Pada dismenore primer, nyeri muncul akibat kontraksi abnormal pada rahim, yang dipengaruhi oleh ketidakseimbangan kimiawi tubuh. Misalnya prostaglandin, zat yang efeknya seperti hormon, dan berperan dalam kontraksi rahim.

Ada dismenore primer, berarti ada yang sekunder? Yes. Dismenore sekunder disebabkan oleh penyakit lain. Misalnya endometriosis, radang panggul, kehamilan di luar kandungan, atau infeksi/tumor di rongga panggul.

Kapan Perlu ke Dokter ketika Nyeri Menstruasi?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi nyeri menstruasi. Antara lain minum obat pereda nyeri, cukup beristirahat, kompres perut dengan air hangat, serta melakukan relaksasi seperti latihan napas atau yoga ringan. Obat pereda nyeri yang bisa kamu gunakan: parasetamol, ibuprofen, dan naproxen. Suplemen tertentu juga bisa membantu meredakan keluhan dismenore, misalnya vitamin E, B, B6, omega-3, magnesium, dan zat besi.

Sudah mencoba hal-hal di atas, tapi nyeri menstruasi tidak hilang juga. Hmm ada baiknya kamu ke dokter. Tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa kamu sebaiknya ke dokter, yaitu:

  • Menstruasi yang kamu alami makin berat, dan kram perut makin parah dalam 2-3 bulan terakhir.
  • Kamu mengalami nyeri menstruasi, padahal biasanya tidak.
  • Nyeri tidak berkurang meski sudah minum obat.
  • Nyeri menyebar ke bagian lain, misalnya punggung atau kaki.
  • Kram mendadak makin parah.
  • Usia kamu >25 tahun ketika pertama kali merasakan kram berat.
  • Kram disertai dengan demam.

Tanda-tanda ini sebaiknya tidak kamu abaikan ya, karena bisa jadi ada masalah serius yang menyebabkan nyeri menstruasi. Kamu perlu konsultasi ke dokter; bukan cuma untuk mendapat obat, tapi juga mencari tahu apa penyebab dismenore yang kamu alami. Dengan demikian kamu bisa mendapat penanganan yang tepat, tak sekadar obat untuk mengatasi nyeri dan kram.

Baca Juga: Benarkah Diet Bebas Gluten Bisa Meredakan Nyeri Menstruasi?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya