Penyebab Ejakulasi Dini karena Faktor Psikologis

penyebab-ejakulasi-dini

Ejakulasi dini memang disebabkan oleh faktor fisik tetapi dalam banyak kasus, ada penyebab psikologis di baliknya. Beberapa pria mengalami ejakulasi dini karena kedua faktor.

Banyak orang mengira bahwa rasa cemas karena khawatir tak bisa memuaskan pasangan, frustrasi dan kurangnya kepercayaan diri menyebabkan ejakulasi dini, tetapi sebenarnya ini juga adalah efek dari kondisi ini.

Baca Juga: Gagal Ejakulasi Maupun Ejakulasi Dini, Sama-sama Bikin Frustrasi!‎

Walau begitu, rendahnya kepercayaan diri hingga kecemasan itu sering berkembang pada pria yang mengalami ejakulasi dini berkepanjangan.

Apa penyebabnya? Hal ini sering disebabkan oleh penderita terjebak dalam lingkaran setan kecemasan, masalah ejakulasi, frustasi dan rasa bersalah yang tidak pernah berakhir.

Tentu hal itu mempengaruhi hubungan pernikahan dan dalam beberapa kasus, bisa berakhir dengan perpisahan. Bahkan pernikahan yang bahagia pun bisa hancur karena masalah ini dibiarkan berlarut-larut.

Faktor-faktor psikologis penyebab ejakulasi dini

Pola asuh yang kuno dan ketat

Ini mengacu pada situasi di mana seorang pria dididik untuk melihat hubungan seksual sebagai tindakan memalukan yang hanya boleh dilakukan karena alasan agama, misalnya menghasilkan keturunan.

Dalam kasus-kasus ekstrim, pria mungkin diajarkan untuk memandang hubungan seksual sebagai aktivitas yang berdosa yang harus dihindari.

Tak mengherankan jika para pria yang dibesarkan dengan cara ini akan melihat hubungan seks dengan ketakutan.

Ejakulasi dini juga kerap ditemui pada remaja pria atau dewasa muda yang khawatir tertular penyakit menular seksual (PMS). Ketakutan umum lainnya adalah menyebabkan kehamilan.

Tak punya pengalaman seksual

Kurangnya pengalaman seksual, terutama pada pria muda adalah faktor lain yang kerap jadi penyebab klimaks cepat terjadi.

Banyak pria muda menganggap kemampuan mereka di tempat tidur akan menegaskan kejantanan mereka. Tidak mampu memuaskan pasangan dianggap sebagai penghinaan terhadap maskulinitas dan rasa identitas.

Pengalaman awal

Pengalaman seksual awal seorang pria sering kali mempengaruhi perilaku seksualnya di kemudian hari. Jadi, jika ia telah melakukan hubungan seks dengan cara tertentu maka hal ini kemungkinan akan mempengaruhi perilakunya di masa depan.

Contohnya adalah ingin cepat ejakulasi untuk menghindari ketahuan sering masturbasi atau takut ketahuan berhubungan seks.

Yang terjadi adalah seorang pria terburu-buru melakukan hubungan seksual untuk mencapai klimaks dan menyelesaikan tindakan, tapi justru berdampak negatif. Hal ini menyebabkan ia terkondisi untuk melakukan seks dengan cara ini yang mengakibatkan ejakulasi dini.

Jika sudah kebiasaan, akan sulit mengubahnya.

Pada kasus tertentu, hal ini ada pengaruh genetik. Beberapa pria menemukan bahwa ayah mereka berperilaku dengan cara yang sama.

Punya pengalaman traumatik

Jika seorang pria pernah mengalami kejadian traumatis dalam hidupnya seringkali ini dapat menyebabkan masalah seksual seperti ejakulasi dini.

Dalam beberapa situasi dapat mengakibatkan masalah seksual permanen atau bahkan perilaku sosial yang tidak pantas.

Peristiwa traumatis misalnya tertangkap basah melakukan masturbasi hingga pelecehan seksual saat masih anak-anak. Peristiwa lain yang sama seriusnya adalah pemerkosaan laki-laki.

Penyebab lain adalah kecemasan. Jika kamu gugup sebelum berhubungan seks maka kemungkinan besar kamu akan mengalami ejakulasi terlalu cepat.

Stres kronik

Dalam kadar tertentu stres bisa berfek baik untuk membantu kita fokus pada tugas atau meningkatkan kinerja. Tetapi ketika kamu mengalami stres yang berkepanjangan atau ekstrem, berbagai masalah muncul.

Dalam kesehatan seksual, stres kronis ini menyebabkan penurunan libido dan kesulitan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi). Hal ini juga dapat menyebabkan ejakulasi dini.

Depresi

Gangguan ini dialami sekitar 1 dari 10 orang dan merupakan kondisi jangka panjang yang serius. Depresi dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari mood yang buruk, pola tidur yang terganggu, kurangnya motivasi dan penurunan gairah seks dan juga ereksi.

Ada masalah dalam hubungan

Ejakulasi dini juga sering terkait dengan adanya masalah dalam hubungan antara pasangan.

Komunikasi yang buruk, ketegangan, atau kebencian yang membara, semuanya dapat mempengaruhi keintiman seksual. Jika salah satu stres atau tidak bahagia maka ini akan mengurangi kemampuan mereka untuk menikmati seks atau untuk mencapai klimaks.

Baca Juga: Berikan Dukungan Jika Suami Alami Ejakulasi Dini

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar ejakulasi dini dan permasalahan seputar kesehatan seksual reproduksi lainnya, kamu bisa menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Jangan khawatir, kerahasiaan terjamin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya