Seberapa Banyak Keputihan yang Dianggap Normal?

keputihan

Jangan ragu untuk memeriksa keputihan yang dialami. Sebab, keputihan seperti petunjuk yang diberikan tubuh.

Keputihan terkadang dapat memberi tahu apa yang terjadi di bawah sana, termasuk jika kamu memiliki potensi masalah kesehatan yang harus diperiksa dokter.

Tapi berapa banyak cairan keputihan yang normal? Tidak ada jawaban yang mudah di sini, meski volume keputihan tetap dapat mengisyaratkan beberapa hal tentang kesehatan kamu.

Keputihan mungkin tampak misterius dari mana datangnya, tetapi sebenarnya lendir itu hanya campuran sel dan cairan dari vagina dan lendir dari leher rahim.

Baca Juga: Waspada, Keputihan Bisa Disebabkan karena Pakai Celana Ketat

Menurut Mayo Clinic, keluarnya cairan ini punya tujuan yang baik, yakni sebagai cara vagina membersihkan dirinya sendiri, membuatnya tetap lembab, dan melindungi dirinya dari infeksi dan iritasi.

Tidak ada jumlah debit yang dianggap “normal” untuk semua orang. Intinya adalah mempelajari seberapa normal bagi masing-masing individu.

Jangan khawatir jika sepertinya kamu memiliki keputihan yang jauh lebih banyak atau lebih sedikit daripada orang lain.

Sama seperti keringat, ada orang yang keringatnya banyak, ada yang biasa-biasa saja, bahkan susah berkeringat. Jadi, tiap orang berbeda.

Dokter pun tidak bisa menentukan keputihan yang dianggap banyak atau sedikit. Kita sendirilah yang harus memantau biasanya seberapa banyak.

Siklus menstruasi

Pahami pula bahwa definisi keputihan normal berubah-ubah sepanjang bulan, dipengaruhi oleh siklus haid.

Setelah menstruasi selesai, tak berarti tubuh tidak mengeluarkan cairan apapun sebab ada cairan yang berasal dari jaringan vagina sendiri. Namun lebih sedikit daripada yang di waktu lain.

Menjelang siklus haid, tubuh pun mulai bersiap untuk ovulasi, kadar estrogen meningkat, dan cairan keputihan lebih banyak. Keputihan itu bisa berwarna putih, kuning, atau tampak keruh, dan mungkin terasa lengket.

Tingkat estrogen terus meningkat saat mendekati ovulasi, dan keputihan mungkin menjadi sangat tipis dan licin karena tubuh mengeluarkan lebih banyak lendir serviks.

Lendir ini ada untuk membantu sperma melakukan perjalanan ke leher rahim sehingga lebih mudah terjadi pembuahan.

Jika tidak hamil setelah melepaskan sel telur selama ovulasi, kadar estrogen akan berkurang, sehingga jumlah lendir serviks pun sedikit.

Keputihan kamu mungkin menjadi lebih tebal dan lebih keruh lagi, kemudian ada beberapa hari yang “bersih”. Setelah menstruasi tiba, siklus pun dimulai lagi.

Penggunaan kontrasepsi

Penggunaan kontrasepsi juga berpengaruh pada keputihan. Jika kamu menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen, kamu mungkin tak terlalu melihat perbedaan cairan keputihan sepanjang bulan.

Bahkan jika kontrasepsi hormonal kamu tidak mengandung estrogen, hormon progesteron di dalamnya tetap mempengaruhi keputihan.

Progestin yang ditemukan dalam metode kontrasepsi pil KB kombinasi, pil mini, IUD hormonal, dan suntikan, membuat lendir serviks lebih kental untuk memperlambat pergerakan sperma. Dengan begitu keputihan kamu tidak terlalu licin.

Ketika kita hamil, kadar estrogen terus meningkat sehingga keputihan terasa lebih basah dan licin selama kehamilan.

Kehamilan juga akan meningkatkan volume darah dan itu bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan dari biasanya.

Kondisi keputihan yang wajib diwaspadai

Intinya, jumlah cairan keputihan akan bervariasi tergantung pada banyak hal. Namun, jika kamu merasa cairan keputihan lebih banyak dari biasanya tanpa alasan yang jelas, mungkin perlu diperiksakan ke dokter.

Kondisi keputihan yang wajib diwaspadai adalah keputihan yang disertai dengan beberapa gejala lain seperti ada rasa terbakar saat buang air kecil, atau terasa nyeri ketika berhubungan seksual.

Berhati-hati juga jika ada darah pada cairan keputihan padahal tidak sedang menstruasi. Gejala ini bisa juga disebabkan karena ada polip di rahim, kanker serviks, atau flek karena menggunakan kontrasepsi. Untuk memastikannya tetap harus diperiksa oleh dokter.

Baca Juga: Sejauh Mana Stres Menyebabkan Keputihan?

Jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya