Sejauh Mana Stres Menyebabkan Keputihan?

stres-penyebab-keputihan

Stres adalah teman sehari-hari masyarakat modern. Hanya saja masing-masing orang memiliki kemampuan berbeda dalam mengelola stres. Dampak stres berkepanjangan mungkin kamu sudah tahu, akan menyebabkan masalah pada kesehatan fisik mulai dari masalah di lambung, darah tinggi, hingga kelelahan akibat sulit tidur. Tapi apakah kamu sudah tahu bahwa stres menyebabkan keputihan?

Baca Juga: Obat-obatan Yang Bisa Menyebabkan Keputihan

Ya, memang benar. Ternyata, hampir tidak ada organ tubuh yang aman dari stres, atau lebih spesifik aman dari hormon kortisol (hormon stres). Menghadapi stres agar cepat mereda seakan belum cukup, wanita yang mengalami stres juga harus menghadapi efeknya pada organ intim.

Mengapa Stres Menyebabkan Keputihan?

Organ intim wanita memang sangat rentan, dan kondisi kesehatannya akan dipengaruhi banyak hal, misalnya penyakit kronis seperti diabetes, kebersihan yang kurang, kehamilan, dan kadar hormon tubuh.

Para wanita mungkin sudah paham, bahwa stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi atau menyebabkan gejala PMS yang berat. Ternyata, stres juga berdampak kondisi vagina wanita. Berikut ini penjelasannya kaitan antara stres dan kondisi organ intim, termasuk keputihan:

  1. Volume cairan cairan lebih banyak
    Keputihan normal adalah sebagai mekanisme tubuh membersihkan dan melindungi vagina. Proses pembersihan vagina ditandai dengan keluarnya cairan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi warna, bau, atau jumlah cairan vagina. Ovulasi, kehamilan, hingga infeksi semuanya mempengaruhi tampilan cairan vagina. Begitu juga stres. Jadi, jika Kamu mengalami keputihan yang lebih berat dari biasanya, kemungkinan karena stres.
  2. Stres menyebabkan kekeringan dan/atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks.
    Saat kamu stres, hal yang ingin kamu hindari mungkin hubungan intim. Jadi, masuk akal jika tubuh pun akan mengikutinya. Kondisi stres di pikiran kamu membuat kadar hormon akan mulai bergeser di mana hormon kortisol meningkat dan testosteron turun. Testosteron adalah hormon untuk mendatangkan libido.

    Selain itu, tubuh juga tidak akan mengirimkan cukup darah ke area vagina yang berguna untuk meningkatkan kelembaban, sehingga vagina cenderung keringan dan/atau membuat ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

  3. Stres memicu ketidakseimbangan pH.
    Ada beberapa hal yang mengganggu keseimbangan pH di vagina. Untuk menjaga tingkat pH yang sehat, sistem kekebalan tubuh membantu mengatur beberapa jenis bakteri sehat yang berbeda yang hidup berdampingan di vagina dengan harmonis. Stres akan merusak keseimbangan ini.

    Stres sangat berkaitan dengan penurunan kekebalan tubuh, dan juga mempengaruhi tingkat pH vagina. Kondisi ini membuat kamu mengalami peningkatan risiko infeksi jamur dan/atau vaginosis bakterial.

    Penting sekali untuk mengetahui bahwa stres bisa mempengaruhi kondisi organ intim dan menyebabkan keputihan, baik yang disebabkan infeksi jamur maupun bakteri.

Stres mempengaruhi kesehatan kamu mulai ujung kepala hingga ujung kaki. Jika kamu mengalami keputihan yang tidak bisa dijelaskan sebabnya, coba pikirkan jangan-jangan kamu tengah stres berat.

Baca Juga: Ini Bedanya Keputihan Karena Jamur dengan Bakteri

Kalau kamu memiliki masalah seputar keputihan dan kesehatan organ intim, Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya