Seks Aman Ketika Hamil, Begini Triknya

Terlepas dari latar belakang budaya, ada banyak kekhawatiran yang berlebihan seputar kehamilan. Mulai dari pola makan, porsi aktivitas sehari-hari, hingga boleh tidaknya berhubungan seks. Sebagian punya landasan ilmiah di baliknya, sementara sisanya hanyalah mitos. Berikut penjelasan mengenai seks aman ketika hamil dan trik-triknya.

Pada dasarnya, seks saat hamil aman dan boleh dilakukan kapanpun selama 9 bulan perempuan mengandung bayi, kecuali jika memang Anda memiliki kondisi medis tertentu sehingga diberikan larangan untuk berhubungan seks oleh dokter. Kalau tidak ada larangan, tidak masalah. Bayi terlindungi dalam sebuah kantong berisi cairan di dalam rahim serta terlindungi oleh serviks alias leher rahim yang tertutup (Oster, 2018). Hubungan seks tidak akan mengganggu posisi bayi, sehingga Anda dan pasangan Anda bebas melakukannya bila mood yang tepat hadir.

Permasalahannya, kadang-kadang mood untuk berhubungan seks bisa berkurang ketika perempuan sedang menjalani kehamilan. Selain ketidaknyamanan dari segi mood atau perasaan, akan ada juga masa-masa di mana perubahan bentuk tubuh menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik sehingga keinginan untuk berhubungan intim jadi menurun (Dweck & Westen, 2017). Jika keinginannya memang tidak ada, sebaiknya jangan dipaksakan, sebab seks harus selalu dilakukan secara konsensual di mana kedua pihak sama-sama menginginkannya.

Bila memang mood untuk berhubungan seks muncul, berikut beberapa trik yang bisa diterapkan agar seks tetap aman walaupun dilakukan ketika sedang hamil:

  • Usahakan menyediakan waktu yang cukup untuk foreplay, agar tubuh bisa mengeluarkan cairan pelumas alaminya. Cairan ini akan membuat seks jadi lebih nyaman (Hill, 2019). Bila vagina cenderung kering, Anda dan pasangan bisa menggunakan pelumas tambahan. Beberapa produk pelumas populer di Indonesia misalnya Sutra Lubricant Gel, Fiesta Intimate Natural Lubricant, dan Fiesta Intimate Strawberry Lubricant. Pelumas tambahan bisa mengurangi risiko luka akibat gesekan penis dan vagina, sehingga seks lebih aman.
  • Hindari posisi missionary di mana perempuan yang sedang hamil telentang di tempat tidur dan pasangan laki-laki berada di depan atau di atasnya (Oster, 2018).
  • Cobalah bereksperimen secara kreatif dengan posisi side by side, doggy style, atau spooning. Idealnya, pasangan laki-laki berada di samping atau di belakang perempuan yang sedang hamil (Dweck & Westen, 2017).  
  • Gunakan kondom dengan kualitas terpercaya seperti Sutra, Fiesta, atau Supreme untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS). Selain melindungi diri sendiri dan pasangan, Anda juga melindungi calon bayi dari ancaman IMS.
  • Jangan langsung panik apabila ada sedikit darah yang keluar. Leher rahim biasanya menjadi agak sensitif di masa kehamilan, sehingga mudah terluka apabila terkena dorongan dari penis. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan (Oster, 2018).
  • Pada trimester ketiga, hasrat seksual menurun drastis, namun hasrat untuk mendapatkan kedekatan emosional meningkat. Pertimbangkan untuk melakukan tindakan lain untuk menunjukkan kasih sayang dan keintiman, misalnya dengan memperbanyak berpelukan, berciuman, atau saling mengelus tubuh (Dweck & Westen, 2017).
  • Tetap berkomunikasi dengan jujur. Hentikan tindakan seksual apabila Anda atau pasangan Anda merasa tidak nyaman.

Baca juga: Seks Tahan Lama dengan Lidah Buaya, Ini Penjelasannya

Demikianlah tips-tips seks aman ketika hamil. Jika Anda ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp