Seks Oral Tanpa Kondom, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Reproduksi

Bila dilakukan dengan cara yang tepat, seks oral bisa menjadi suatu pengalaman positif yang meningkatkan kedekatan dan kemesraan Anda dengan pasangan. Meskipun begitu, ketika Anda melupakan pentingnya faktor keamanan, aktivitas seksual yang satu ini bisa berakhir dengan suram. Berikut sekilas pembahasan mengenai risiko seks oral tanpa kondom bagi kesehatan reproduksi.

Selama ini, salah satu miskonsepsi yang cukup sering beredar adalah bahwa infeksi menular seksual (IMS) hanya menyebar melalui hubungan seks vaginal. Seks oral dianggap lebih aman dan tidak membutuhkan upaya pencegahan penyebaran IMS yang sama. Padahal, kenyataannya beberapa jenis IMS juga bisa menyebar melalui seks oral. Beberapa di antaranya yaitu (Dweck & Westen, 2017; Villines, 2018, Medical News Today):

  • Gonorrhea / Kencing Nanah
  • Klamidia
  • Herpes
  • HPV / Kutil Kelamin
  • Sifilis / Raja Singa

Kalau ejakulasi di luar, apakah seks oral jadi aman bagi kesehatan reproduksi? Tidak juga. Permasalahannya bukan hanya soal interaksi dengan sperma, namun dengan apa yang disebut sebagai cairan membran mukus. Ketika membran mukus dari dua orang yang berbeda saling bersentuhan, IMS bisa menyebar. Sama halnya ketika membran mukus terkena sperma atau darah dari pasangan yang positif IMS. Selain pada penis dan vagina, membran mukus yang perlu diperhatikan adalah yang terletak di anus, mata, dan mulut (Perez, 2018). Inilah alasan mengapa seks oral tetap berisiko meskipun ejakulasi terjadi di luar.

Apapun jenis seks oral yang Anda praktekkan, baik fellatio ataupun cunnilingus, gunakanlah kondom untuk mencegah IMS dan melindungi kesehatan reproduksi. Kondom laki-laki tersedia dalam berbagai jenis dan sangat mudah diperoleh. Kondom perempuan agak lebih langka, namun ini bukan alasan untuk tidak menggunakan pengaman. Jika Anda kesulitan menemukan kondom perempuan, Anda bisa menggunakan dental dam atau menggunting kondom laki-laki agar lebih lebar dan rata untuk ditaruh di permukaan vulva atau vagina perempuan. Pastikan juga bahwa Anda selalu mengganti kondom dengan yang baru untuk setiap tindakan seksual yang berbeda. Misalnya, jika Anda menggunakan kondom untuk seks vaginal, kemudian hendak melakukan seks oral, gantilah kondom yang sudah dipakai dengan yang baru agar risiko IMS berkurang.

Tidak seperti di zaman dulu di mana penggunaan kondom mengurangi kenikmatan seksual, kondom-kondom modern sudah memiliki desain yang jauh lebih baik dan tidak lagi berbau lateks. Anda justru bisa bereksperimen dengan berbagai fitur kondom yang menarik, misalnya dengan memakai kondom bertekstur atau kondom beraroma. Beberapa contoh kondom bertekstur dengan kualitas prima misalnya kondom Supreme Sensation, Fiesta Max Dotted, dan Sutra Gerigi. Sementara itu, untuk kondom beraroma, Anda bisa memilih rangkaian produk Fiesta beraroma buah-buahan, seperti Fiesta Strawberry, Grape, Banana, dan Durian. Tekstur yang merangsang dan aroma kondom yang manis akan membuat seks oral lebih menyenangkan bagi Anda dan pasangan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai risiko seks oral bagi kesehatan reproduksi dan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat pengalaman seks oral menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp