Spotting Bukan Berarti Tak Cocok dengan Pil KB, Ini Penjelasannya

Bagi Anda yang baru menggunakan pil KB, Anda mungkin pernah khawatir dengan munculnya bercak-bercak darah di luar jadwal menstruasi Anda. Ternyata, bercak-bercak darah yang juga dikenal sebagai spotting bisa muncul tanpa adanya gangguan kesehatan (Hill, 2019). Adanya spotting bukan berarti tubuh Anda tidak cocok dengan pil KB, sebab spotting merupakan efek samping yang normal saat tubuh pertama kali beradaptasi dengan masuknya hormon. Berikut penjelasannya.

Pil KB ada dua jenis, yaitu pil kombinasi dan pil KB Laktasi. Jika pil kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesteron, pil laktasi hanya mengandung progesteron saja. Keduanya sama-sama efektif untuk mencegah kehamilan.

Salah satu efek samping penggunaan pil KB adalah spotting. Spotting bisa terjadi hingga 3-6 bulan sejak Anda pertama kali meminum pil, ketika Anda berganti jenis pil, atau ketika dosis pil yang Anda konsumsi berubah (Santos-Longhurst, 2019, Healthline; Nall, 2018, Medical News Today). Setelah itu, spotting akan berakhir dengan sendirinya tanpa intervensi apapun.

Spotting tidak dialami oleh semua orang yang mengonsumsi pil KB, namun menurut penelitian sekitar 30-50% pengguna pil KB mengalaminya di awal pemakaian. Di bulan ketiga pemakaian, persentasenya menurun menjadi 10-30% (Villavicencio & Allen, 2016). Artinya, tubuh biasanya cukup cepat beradaptasi dengan hormon.

Jika jenis pil yang Anda gunakan adalah pil laktasi, spotting cenderung lebih sering terjadi apabila pil tidak diminum pada jam yang sama setiap harinya. Spotting juga bisa muncul di hari di mana Anda lupa meminum pil KB (Santos-Longhurst, 2019, Healthline). Ini merupakan efek samping yang normal dan tidak perlu Anda khawatirkan. Meskipun begitu, usahakan untuk selalu disiplin mengonsumsi pil KB pada jam yang sama setiap harinya untuk mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

Walaupun spotting akibat pemakaian kontrasepsi hormonal merupakan efek samping yang normal, ada kalanya spotting disebabkan oleh hal-hal lain yang lebih serius. Infeksi menular seksual (IMS), radang panggul, endometriosis, dan fibroid juga bisa menyebabkan spotting. Jika Anda mengalami hal-hal di bawah ini, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter (Nall, 2018; Medical News Today):

  • Spotting lebih dari seminggu setelah mengonsumsi pil KB lebih dari 6 bulan.
  • Volume darah yang keluar sangat banyak sehingga harus menggunakan pembalut dan menggantinya dalam 2 jam.
  • Spotting diikuti dengan rasa sesak di bagian dada, pusing, gangguan penglihatan, dan nyeri di bagian kaki

Baca juga: 6 Alasan Krusial Mencegah Kehamilan di Tengah COVID-19

Begitulah sekilas penjelasan mengenai spotting ketika mengonsumsi pil KB. Selain itu, jika Anda ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp