Sunat Tidak Terbukti Mencegah Ejakulasi Dini

Sunat ejakulasi dini

Preputium atau kulup pada penis adalah jaringan sensitif dan organ seksual primer pria. Sunat atau sirkumsisi akan menghilangkan jaringan ini. Sunat terbukti mencegah berbagai penyakit pada penis dan penularan virus seperti HPV dan HIV. Namun, apakah sunat bisa mencegah ejakulasi dini?

Orang beranggapan, prosedur menghilangkan kulup yang menutupi kepala penis akan mengurangi sensitivitas penis. Hal ini akan berdampak pada kemungkinan menunda ejakulasi.

Baca Juga: Tisu Magic Mencegah Ejakulasi Dini?‎

Hipersensitivitas penis dianggap sebagai salah satu penyebab ejakulasi dini. Namun penting untuk dicatat bahwa hubungan antara hipersensitivitas penis dan ejakulasi dini ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Faktanya, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa hipersensitivitas penis bukanlah faktor yang berkontribusi pada ejakulasi ini. Justru faktor somatik dan kognitif merupakan kontributor penting terjadinya ejakulasi dini.

The International Society of Sexual Medicine mendefinisikan ejakulasi dini sebagai disfungsi seksual pria yang ditandai dengan ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi dalam waktu sekitar 1  menit setelah penetrasi vagina. Artinya ada ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina. Hal ini berdampak negatif seperti frustasi, dan/atau penghindaran hubungan seksual.

Sejumlah faktor psikologis dan biologis saling mempengaruhi ejakulasi dini. Faktor-faktor seperti usia, frekuensi aktivitas seksual baru-baru ini, pasangan seksual dan situasi memainkan peran penting dalam penilaian klinis ejakulasi dini.

Saat mendiagnosis ejakulasi dini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan secara rinci dan riwayat seksual untuk memastikan penyebab ejakulasi dini.

Seberapa berat ejakulasi dini bisa dinilai dengan Intravaginal Ejaculatory Latency Time (IELT) yaitu waktu antara penetrasi vagina dan ejakulasi selama hubungan seksual. Semakin singkat waktunya, tentu semakin berat masalahnya.

Data normatif menunjukkan bahwa pria dengan IELT yang konsisten kurang dari 1 menit menderita ejakulasi dini. Penyebab disfungsi ejakulasi nampaknya berkaitan dengan gangguan saraf dan psikologis. Jadi, sebagian besar kasus ejakulasi dini tergantung pada kondisi neurotransmitter di otak dan hormone. Masalah sensitivitas penis berperan kecil pada ejakulasi dini.

Jadi, kembali ke argumen apakah prosedur sunat bisa mencegah ejakulasi dini, perlu dibuktikan dengan penelitian. Faktanya sebuah tinjauan penelitian yang melibatkan lebih dari 20.000 pria dari 12 studi berbeda mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan statistik yang signifikan dalam ejakulasi dini antara pria yang disunat dan tidak disunat.

Baca Juga: 9 Trik dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar ejakulasi dini, Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya