Tak Hanya untuk Sehari-hari, IUD Tembaga Juga Bisa Jadi Kontrasepsi Darurat

Dikenal sebagai alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa awet digunakan bertahun-tahun, nggak banyak yang tahu bahwa IUD tembaga juga bisa dijadikan alat kontrasepsi darurat. Bila dipasang hingga maksimal 5 hari setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman, IUD tembaga 99,9% efektif dalam mencegah kehamilan (Lilja, Chin, Benson, et al., 2021). Caranya pun mudah. Berikut sekilas pembahasannya.

IUD tembaga adalah alat kontrasepsi yang berukuran mungil, berbentuk seperti huruf T, dan dimasukkan ke dalam rahim (Dweck & Westen, 2017). Pemasangannya biasanya dilakukan oleh dokter atau bidan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Prosesnya pun singkat dan tidak membutuhkan operasi.

Ada beberapa jenis IUD tembaga. IUD Andalan TCu 380A, misalnya, mengandung 380 mm2 tembaga pada permukaannya. Tembaga tersebut tidak melepas hormon, namun bersifat melemahkan sperma, sehingga sperma tidak bisa membuahi sel telur dan menyebabkan kehamilan. Sekali pasang, IUD Andalan TCu 380A bisa melindungi pemakainya dari risiko kehamilan hingga 10 tahun.

Berbeda dengan IUD Andalan TCu 380A, IUD Andalan Cu 375 Sleek punya masa perlindungan selama 5 tahun. Keduanya sama-sama mengandung tembaga, namun IUD yang ini didesain untuk perempuan dengan rahim yang lebih pendek. Jadi, sebelum pemasangan IUD, dokter atau bidan biasanya akan menyesuaikan ukuran IUD dengan ketinggian rahim, agar IUD tembaga nyaman dipakai dan bisa bekerja dengan efektif.

Selain kedua model IUD tembaga tadi, ada juga IUD tembaga dengan kandungan inti yang terbuat dari perak. Fungsinya untuk memaksimalkan efektivitas kontrasepsi. Misalnya, IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag yang bisa mencegah kehamilan selama 3 tahun, serta IUD Andalan Silverline Cu 380 Ag yang dapat menjadi pengaman selama 5 tahun.

Nah, selain bisa menjadi kontrasepsi reguler, IUD tembaga juga bisa dipakai sebagai kontrasepsi darurat. Dalam situasi apa saja pemakaiannya? Beberapa contoh kasus di mana seseorang membutuhkan kontrasepsi darurat misalnya sebagai berikut.

  • Jika kondom lepas atau robek akibat kesalahan pemakaian atau sudah kadaluarsa
  • Ketika lupa minum pil KB harian
  • Ketika lupa jadwal suntik KB bulanan / 3 bulanan
  • Implan KB sudah lebih dari 4 tahun, lupa dilepas dan diganti dengan yang baru
  • Setelah terjadi pemerkosaan di mana cairan sperma masuk ke dalam vagina

Baca juga: Menstruasi Lebih Deras dengan IUD Tembaga, Apakah Normal?

Kalaupun ternyata hanya digunakan sebagai kontrasepsi darurat dan penggunanya tidak butuh perlindungan dari kehamilan untuk jangka waktu yang panjang, IUD tembaga bisa dilepas kembali kapan pun dengan bantuan dokter atau bidan. Jadi, tak masalah bila ingin melepas IUD sebelum masa perlindungannya berakhir. Tinggal membuat janji dengan tenaga medis terlatih saja.

Meskipun begitu, perlu diperhatikan bahwa kontrasepsi darurat bukanlah alat aborsi, sehingga IUD tembaga tidak akan bisa mencegah kehamilan bila kehamilan sudah terlanjur terjadi. Pencegahan kehamilan hanya bisa dilakukan bila sel telur belum dibuahi sperma dan menempel di dinding rahim.

Itulah sekilas pembahasan mengenai peran IUD sebagai alat kontrasepsi darurat. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat