Ternyata Keputihan Sering Terjadi di Masa Pandemi

Keputihan sering terjadi

Seruan untuk di rumah aja selama pandemi memang efektif meminimalisir risiko penularan virus COVID 19. Tetapi berisiko memicu keputihan, benarkah? Simak penjelasannya berikut ini.

Aktivitas rumahan yang kini mendominasi sebagian besar penduduk bumi, mau tidak mau mengubah lifestyle.

Baca Juga: Tips Bagi Orangtua Membahas Topik Keputihan pada Remaja Putri

Semua orang jadi lebih peduli pada kesehatan diri, mulai dari pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, berjemur dan banyak lagi.

Namun, kebiasaan baik tersebut seringkali diiringi dengan mengabaikan kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan vagina.

Memang COVID 19 tidak berdampak langsung pada vagina, namun kebiasaan buruk mengabaikan kesehatan vagina selama berada di rumah saja, jelas sangat merugikan.

Berikut dampak tidak langsung dari kebiasaan baru di masa pandemi yang ikut andil memicu terjadinya keputihan:

  • Pakaian olahraga
  • Rutinitas olahraga yang kini lebih sering dilakukan di dalam rumah, membuat orang cenderung menunda mengganti pakaian setelah berolahraga. Padahal pakaian terutama celana ketat seperti legging jika dipakai dalam waktu lama berpotensi mengiritasi area sekitar vagina dan memicu tumbuhnya bacterial vaginosis.

  • Aktivitas seks lebih sering
  • Menghabiskan waktu seharian bersama pasangan lebih dari satu tahun ini, membuat banyak orang meningkatkan frekuensi aktivitas seksualnya. Padahal, salah satu “efek samping” dari hubungan intim adalah munculnya keputihan pada saat dan setelah berhubungan. Karena itu untuk mencegah infeksi bakteri di vagina, setelah berhubungan segera membasuhnya dengan air bersih.

  • Konsumsi gula meningkat
  • Memanjakan diri dengan mengonsumsi makanan dan minuman kekinian yang tinggi gula boleh-boleh saja, asal jangan berlebihan. Sebab asupan gula berlebih tidak hanya berdampak buruk pada metabolisme tubuh, melainkan juga pada kesehatan vagina secara tidak langsung. Gula dan pemanis tambahan menjadi sumber makanan pada bakteri di jaringan tubuh termasuk di vagina. Salah satu pemicu keputihan adalah meningkatnya kadar bakteri di vagina.

Nah, buat kamu yang tidak ingin mengalami keputihan berlebihan selama di rumah aja, kamu wajib memperhatikan tiga poin tersebut. Jangan sampai upaya kita mencegah infeksi COVID 19 justru mengundang keputihan abnormal lebih sering datang.

Baca Juga: Ladies, Ini Ciri-ciri Keputihan Abnormal

Jika kamu mengalami keputihan yang mengganggu, kamu bisa berkonsultasi dengan para pakar, caranya kamu bisa menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya