Tips Bagi Orangtua Membahas Topik Keputihan pada Remaja Putri

tips-orangtua-membahas-keputihan

Perubahan fisik dan emosi yang dialami remaja di usia pubertas, termasuk terjadinya keputihan dan menstruasi bisa sangat membingungkan. Orangtua bisa membantu remaja putri melalui momen tersebut.

Orangtua seharusnya menjadi tempat yang tepat bagi anak remaja untuk mencurahkan kecemasan, kebingungan, dan juga mendapatkan dukungan.

Baca Juga: Kenali Infeksi Bakteri Penyebab Keputihan

Keputihan adalah topik yang dapat Anda bahas bersama “si abege” untuk membantunya memahami apa yang sedang terjadi.

Sebelum remaja putri mendapatkan menstruasi pertamanya, dia mungkin akan melihat noda kuning atau putih di celana dalamnya. Ini adalah cairan – cairan yang membasahi dan membersihkan vagina dan pertanda baik bahwa dia akan segera mendapatkan menstruasi pertamanya.

Anak perempuan biasanya mulai menstruasi antara usia 10 dan 16 tahun. Kebanyakan anak perempuan mulai ketika mereka berusia sekitar 12 tahun. Karena setiap orang berkembang pada tingkat yang berbeda, tidak ada patokan usia yang benar atau dimulainya menstruasi.

Jika Anda belum memulai menstruasi pada saat Anda berusia 16 tahun, kunjungi dokter Anda untuk pemeriksaan.

Keputihan adalah bagian dari persiapan tubuh

Terkadang remaja dan ibunya menganggap keluarnya cairan itu adalah infeksi jamur dan mengobatinya dengan obat yang dijual bebas. Tindakan itu dapat menyebabkan lebih banyak iritasi.

Jika seorang remaja putri mulai mengalami keputihan, ajarkan untuk lebih menjaga kebersihan organ intim dengan selalu membilas dengan air untuk menjaga area sebersih mungkin.

Meskipun mungkin memalukan baginya untuk membicarakannya, yakinkan dia bahwa keputihan merupakan proses normal dan sebenarnya pertanda tubuhnya bekerja dengan baik.

Keputihan membuat vagina tidak mengering dan juga dapat membantu melindungi dari hal-hal seperti infeksi jamur.

Anda juga dapat menjelaskan bahwa keputihan adalah cara alami tubuh menjaga kebersihan organ kewanitaan dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali baunya tidak sedap atau warna atau konsistensinya berubah drastis (jika demikian, jangan ragu untuk pergi ke dokter).

Jumlah dan konsistensi keputihan yang sehat akan bervariasi sepanjang siklus menstruasinya dan terkadang dapat membuatnya merasa kurang nyaman dari biasanya karena terasa basah.

Memakai produk seperti pembalut tipis atau sering mengganti pakaian dalam bisa dipertimbangkan untuk membantunya merasa bersih dan segar.

Memahami jenis keputihan yang tidak normal

Ajarkan juga ke anak tentang jenis keputihan yang tidak normal dan perlu diwaspadai:

  • Keputihan karena infeksi jamur
    Ini akan terlihat tebal, putih, dan menggumpal. Vulva mungkin terlihat sangat merah dan kasar.
  • Keputihan karena bacterial vaginosis (BV)
    BV terjadi ketika salah satu bakteri mendominasi. Bacterial vaginosis bukan infeksi menular seksual. Keputihan akan berwarna keabu-abuan, terasa perih, dan berbau agak amis.
  • Gonorea
    Infeksi menular seksual gonore tidak selalu menghasilkan cairan, tetapi ketika itu terjadi, bentuknya akan menjadi berat dan berwarna abu-abu, kuning, atau hijau.
  • Trikomoniasis
    Ini akan muncul sebagai lendir yang berat, abu-abu, terkadang berbusa, dan menjengkelkan

Jangan ditunda membicarakannya

Sayangnya kebanyakan orang tua menunda membicarakan topik ini dan menunggu anaknya pubertas.

Banyak orang tua menunda membahas soal pubertas karena merasa tidak nyaman. Padahal, menunggu sampai nyaman dengan topik tersebut bisa menjadi kesalahan yang fatal, sebab kebanyakan orang tua mungkin tidak akan pernah merasa benar-benar nyaman membicarakannya.

Topik ini memang rumit untuk dihadapi semua orang. Tapi, cobalah untuk menyampaikannya dengan tenang dan percaya diri, meskipun di dalam hati Anda mungkin merasa gugup menyampaikannya.

Baca Juga: Keputihan dan Siklus Menstruasi Bulanan

Idealnya diskusi tentang topik ini dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan mereka. Cara penyampaiannya bisa disesuaikan dengan usia anak. Misalnya pada anak usia 7 tahun tentu bahasanya berbeda dengan anak usia 5 tahun.

Kamu juga bisa berkonsultasi tentang kesehatan reproduksi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya