Yuk Cek Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Menstrual Cup

Kelebihan kekurangan menstrual cup

Selain ramah lingkungan, menstrual cup lebih ekonomis karena bisa menampung darah menstruasi lebih banyak.

Mengganti pembalut haid sekali pakai menjadi menstrual cup, belakangan tengah menarik perhatian banyak perempuan Indonesia. Alasan yang membuat para perempuan Indonesia beralih ke menstrual cup adalah karena ramah lingkungan dan juga ekonomis. Ini karena daya tampung menstrual cup lebih banyak dibanding pembalut sekali pakai atau bahkan tampon. Satu menstrual cup akan tetap aman dipakai sampai 12 jam.

Baca Juga: Berapa Lamakah Masa Pakai Menstrual Cup?

Informasi itu tentu membuat kamu semakin tertarik untuk beralih ke menstrual cup. Sebelum memutuskan memakai menstrual cup, ada baiknya kamu mengumpulkan beragam informasi seputar produk sanitasi yang satu ini. Seperti memahami apa saja kelebihan serta kekurangan dari menstrual cup, sehingga ketika kamu memutuskan untuk memakainya sudah paham bagaimana mengatasi kendalanya.

Mari kita mulai dari mengetahui apa saja yang menjadi kelebihan dari menstrual cup.

  1. Ramah lingkungan dan ekonomis

    Tahukah kamu kalau produk sanitasi kewanitaan, sebagian besar mengandung plastik. Ini artinya limbahnya sulit sekali untuk diurai. Lalu bayangkanlah ada berapa banyak limbah pembalut atau tampon yang dihasilkan tapi tidak bisa terurai sehingga menyebabkan pencemaran air dan tanah.
    Ini berbeda dengan menstrual cup yang materialnya yang terbuat dari lateks dan untuk berkali-kali penggunaan. Artinya menstrual cup minim limbah. Dan karena bisa dipakai berkali-kali maka menstrual cup tidak hanya minim limbah tapi juga bisa menghemat pengeluaran. Bisa jadi kamu hanya butuh 2-3 menstrual cup, sedangkan pembalut haid sekali pakai dan tampon diperlukan lebih banyak karena idealnya harus menggantinya setiap empat jam sekali.

  2. Menstrual cup lebih aman

    Karena fungsinya adalah menampung dari menstruasi, bukan menyerap seperti pembalut sekali pakai atau tampon, maka sanitasi yang satu ini lebih minim mengakibatkan infeksi jamur.

  3. Menampung lebih banyak darah menstruasi

    Daya tampungnya bisa sampai dua ons, sedangkan tampon diperkirakan hanya mampu menampung sekitar satu ons. Dan tidak seperti pembalut haid sekali pakai, kamu perlu menggantinya setiap 3-4 jam sekali, menstrual cup tetap aman dipakai selama 12 jam.

  4. Tidak menimbulkan bau tidak sedap selama menstruasi

    Jika menggunakan pembalut haid, ada kalanya pasti kamu merasa timbul aroma tidak sedap saat pembalut penuh. Pada penggunaan menstrual cup, ini tidak terjadi karena bersifat kedap udara sehingga tidak akan berbau.

Adapun kekurangan dari menstrual cup adalah:

  1. Perlu ekstra hati-hati ketika mengeluarkan menstrual cup dari dalam vagina

    Untuk mengatasi hal ini adalah latihan memasang dan mengeluarkannya beberapa kali sebelum menstruasi. Latihan ini untuk membuat kamu mengerti tekniknya serta menemukan posisi yang nyaman untuk mengeluarkan menstrual cup. Ingat, kamu bisa karena terbiasa. Jadi jangan canggung dan teruslah berlatih.

  2. Bisa menimbulkan reaksi alergi

    Karena itu sangat penting membaca label kemasan menstrual cup kamu. Bukan hanya untuk mengetahui bagaimana cara pemakaiannya, tapi juga agar kamu tahu materialnya menstrual cup-nya terbuat dari apa. Sebagian besar menstrual cup menggunakan lateks atau silikon sebagai material utama. Cari tahulah apakah kamu memiliki riwayat alergi terhadap material yang digunakan, dengan demikian risiko terjadinya alergi bisa dihindari.

  3. Bisa menyebabkan iritasi vagina

    Sebenarnya kata kunci penggunaan menstrual cup adalah higienitas alias selalu bersih. Yang harus selalu bersih bukan hanya menstrual cup-nya tapi juga tangan kamu.
    Jadi pastikan sebelum dipakai, menstrual cup sudah dibersihkan. Adapun alternatif membersihkannya bisa menggunakan cairan pembersih kewanitaan seperti Andalan Feminine Care Fresh Intimate Wash. Kelebihannya adalah mengandung probiotik alami dan anti bakteri. Bagi kamu yang penggunaan pertama kali, rendamlah menstrual cup ke dalam cairan pembersih kewanitan untuk memberikan manfaat anti bakteri.

  4. Bisa menimbulkan iritasi kulit di area organ kewanitaan

    Lagi-lagi ini bisa terjadi kalau kamu tidak membersihkan serta menyimpan menstrual cup dengan benar. Dan ada baiknya untuk mengoleskan sedikit pelumas di bibir menstrual cup agar tidak menggores kulit ketika memasukkannya ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang berbahan dasar air seperti Fiesta Intimate Lubricant yang mengandung aloe vera dan vitamin E. Kandungan tambahan ini berfungsi menjaga kelembaban organ kewanitaan kamu.

Baca Juga: Cara Keluarkan Menstrual Cup yang Nyangkut

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya