Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Banyak orang yang percaya bahwa jika laki-laki bermasturbasi sebelum melakukan hubungan seks dengan pasangannya, maka hal tersebut akan membuat seks tahan lama. Ternyata, ini bukan sekadar mitos. Faktanya, masturbasi bisa membantu seseorang membangun kontrol atau kendali seksual serta mengurangi sensitivitas penis agar ejakulasi bisa ditunda. Berikut penjelasan ilmiah di baliknya.

Agar seks tahan lama, seseorang membutuhkan kontrol seksual yang besar. Kendali seksual bukanlah kemampuan bawaan, melainkan sebuah skill yang harus dipelajari. Salah satu cara mengasah kendali seksual adalah dengan melalui masturbasi (Thomas, 2018, Psychology Today).

Terdapat teknik ‘stop & squeeze’, yaitu melatih ketahanan dengan masturbasi hingga mendekati klimaks. Masturbasi dihentikan tepat sebelum klimaks dengan menggenggam bagian ujung penis hingga sensasi hilang (Holland, 2019, Healthline). Teknik ini bisa diulang 2-3 kali sebelum ejakulasi untuk membangun kendali seksual agar seks bisa tahan lebih lama.

Baca juga : Ingin Seks Tahan Lama? Ini 5 Strategi yang Bisa Diterapkan

Setelah ejakulasi, laki-laki pada umumnya memiliki waktu jeda sebelum bisa mengalami orgasme berikutnya. Di masa ini, penis melembek dan menjadi sangat sensitif, sehingga bisa terasa nyeri atau ngilu apabila menerima rangsangan seksual lagi. Hal ini terjadi karena tubuh laki-laki mengeluarkan hormon prolaktin yang memblokir sensasi kenikmatan seksual setelah orgasme. Lamanya masa jedatiap orang berbeda-beda. Laki-laki yang lebih muda cenderung memiliki masa jeda yang lebih singkat, yaitu hanya beberapa menit saja, sementara laki-laki yang sudah berusia lebih lanjut bisa membutuhkan 12-24 jam sebelum bisa ereksi dan ejakulasi lagi (Johnson, 2019, Medical News Today).

Masa jeda inilah yang terkadang dimanfaatkan untuk berhubungan seks. Misalnya, jika masa jeda seseorang adalah 3 jam dan ia berniat berhubungan seks pukul 10 malam, maka ia sebaiknya masturbasi kurang lebih pukul setengan 8 malam. Jadi, penis sudah cukup ‘pulih’ untuk bisa berhubungan seks lagi, namun sensasi kenikmatan seksual masih sedikit terblokir oleh hormon. Alhasil, orang tersebut bisa tahan lebih lama sebelum orgasme kedua.

Baca juga : Mencapai Orgasme dengan Kondom yang Enak, Ini Triknya!

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk masturbasi demi membuat seks tahan lama. Pertama, teknik ini kurang cocok bagi laki-laki yang kesulitan mencapai ereksi, sebab jika sudah ereksi sekali di saat masturbasi, penis bisa saja tidak ereksi lagi di saat hubungan seks. Kedua, masturbasi harus tetap dianggap sebagai pelengkap kehidupan seksual Anda, bukan pengganti waktu berhubungan intim. Ketagihan masturbasi bisa bersifat mengganggu apabila hal tersebut mengurangi kedekatan emosional Anda dengan pasangan. Terakhir, jika Anda ingin mencoba mempraktekkan trik ini, usahakan untuk terlebih dahulu mengenali pola masa jeda Anda. Jangan memaksakan diri jika memang penis masih terasa ngilu agar penis tidak lecet atau terluka.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai masturbasi sebagai teknik untuk membuat seks tahan lama. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan kondom dengan climax delay lubricant, pelumas khusus yang bisa membantu menunda ejakulasi, misalnya dengan produk Fiesta Delay, Supreme Performax, atau Sutra OK. Jika Anda masih memiliki pertanyaan, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Anda bisa bebas bertanya, sebab semua hal yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Ingin Seks Tahan Lama? Ini 5 Strategi yang Bisa Diterapkan

Untuk bisa ‘tahan lama’ di tempat tidur memang tidak selalu mudah. Bagi beberapa laki-laki, orgasme terkadang datang lebih dulu sebelum pasangan mencapainya. Jika ini terjadi pada Anda, tidak perlu panik, malu, ataupun merasa bersalah. Anda bisa menyiapkan diri agar ke depannya aktivitas seksual bisa bertahan lebih lama. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan, antara lain sebagai berikut.

  • Melatih pikiran
    Di bidang psikologi, terdapat sebuah teknik yang disebut dengan cognitive behavioural therapy (CBT). CBT berfokus pada kontrol pikiran. Ternyata selain bisa mengatasi masalah-masalah psikologis, CBT juga bisa membantu meningkatkan performa seksual (Abdo, 2013). Laki-laki yang mengalami ejakulasi dini seringkali kesulitan berfokus pada sensasi-sensasi yang mereka rasakan, fokus secara berlebihan pada tubuh dan reaksi fisiologis pasangan, kurang menyadari teknik-teknik manajemen tubuh, susah merilekskan badan, dan dihantui oleh kecemasan akan kegagalan. Terapi CBT bisa berfokus pada cara-cara mengarahkan pikiran untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
  • Menggunakan kondom dan/atau pelumas dengan climax delay lubricant
    Beberapa jenis kondom mengandung sejenis cairan yang bisa membantu laki-laki memaksimalkan performa dengan menunda ejakulasi. Di Indonesia, misalnya, sejumlah varian kondom yang menawarkan fitur ini antara lain: Kondom Sutra OK, Fiesta Delay, dan Supreme Performax.
  • Menyunat penis
    Menurut sebuah penelitian, praktik sunat atau memotong sebagian dari kulit kulup bisa membantu memaksimalkan performa seksual (Namavar & Robati, 2011). Akan tetapi, hal ini masih diperdebatkan, sebab beberapa penelitian lainnya menyatakan tidak ada perbedaan performa seksual antara laki-laki dengan penis yang disunat dengan yang penisnya tidak disunat (Tian Liu, Wang, et al., 2013; Yang, Wang, Bai & Han, 2017).
  • Berolah raga dan menjaga berat badan
    Menurut hasil penelitian, laki-laki dengan Body Mass Index (BMI) tubuh yang lebih tinggi cenderung bertahan lebih lama di tempat tidur daripada laki-laki dengan BMI yang lebih rendah. Akan tetapi ini bukan berarti bahwa Anda harus makan sebanyak-banyaknya, sebab kelebihan berat badan serta obesitas juga bisa menurunkan stamina dalam hubungan seks (Gökçe & Ekmekcioglu, 2010). Kuncinya adalah menjaga agar BMI tetap seimbang.
  • Menggunakan obat-obatan dari dokter
    Sejumlah obat-obatan seperti dapoxetine, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dan salep khusus diketahui bisa membantu gejala-gejala ejakulasi dini (McMahon, 2015). Akan tetapi, untuk menggunakannya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Membeli obat sembarangan di toko-toko ‘pil biru’ ilegal bisa berbahaya bagi Anda.

Baca juga : Masturbasi Membuat Seks Tahan Lama, Mitos atau Fakta?

Selain mencari cara untuk menunda ejakulasi, Anda juga bisa meningkatkan kualitas kehidupan seksual Anda bersama pasangan dengan cara sebagai berikut.

  • Membantu pasangan dengan rangsangan seksual lainnya.
    Hanya karena Anda sudah terlanjur orgasme, bukan berarti aktivitas seksual harus berhenti secara mendadak. Anda masih bisa membantu pasangan melalui ciuman, sentuhan di area klitoris, stimulasi payudara, dan cara-cara lainnya. Ingat bahwa kenikmatan seksual tidak hanya dihasilkan dari penetrasi vagina oleh penis saja. Ada banyak sekali zona-zona erogenous yang bisa distimulasi.
  • Menggunakan sex toys untuk merangsang pasangan agar seks bisa tetap berlanjut.
    Memilih sex toys bersama pasangan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, sex toys pun bisa menambah variasi dan keseruan dalam hubungan seks. Mendukung pasangan untuk mengeksplor dirinya melalui masturbasi juga bisa menjadi pilihan.

Baca juga : Mencapai Orgasme dengan Kondom yang Enak, Ini Triknya!

Pada intinya, tidak perlu cemas mengenai ketahanan Anda di tempat tidur, sebab ada banyak jalan untuk memaksimalkan kepuasan seksual pasangan. Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa berkonsultasi ke Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Anda bisa curhat dengan bebas, sebab semua yang disampaikan terjamin kerahasiaannya.