5 Risiko yang Mengintai dari Berhubungan Seks saat Menstruasi

Seks saat menstruasi

Meski sepertinya tidak pantas, sebenarnya berhubungan seks saat menstruasi boleh-boleh saja. Namun pahami dulu risiko yang mungkin terjadi.

Dalam banyak agama, berhubungan seks saat menstruasi dilarang. Secara kultural pun dianggap tabu, menjijikkan, ‘gila’, atau tidak senonoh. Namun sebenarnya, menurut dunia medis modern, hal tersebut bukanlah hal yang tidak wajar, dan sebenarnya boleh dilakukan.

Baca Juga: Menstruasi Datang Nyeri Perut Mengadang

Kamu dan/atau pasangan mungkin termasuk orang yang menganggap bahwa berhubungan seksual saat menstruasi itu tidak pantas, dan ‘kotor’. Sah-sah saja berpendapat demikian. Toh meski secara medis tidak masalah, tetap ada risiko yang mengintai.

5 Risiko Berhubungan Seks saat Menstruasi

Bila kamu mencari di mesin pencari mengenai berhubungan seks saat menstruasi, kamu akan menemukan banyak artikel yang membahas manfaat dari hal ini. Bersenggama di kala haid memang ditengarai memiliki beberapa manfaat. Antara lain mengurangi nyeri dan kram perut, serta memperbaiki mood karena orgasme memicu ‘ledakan’ endorfin yang memunculkan perasaan bahagia.

Namun sebelum kamu memutuskan untuk mencoba berhubungan seks saat menstruasi, ada baiknya pahami dulu beberapa risiko yang mungkin terjadi. Apa saja ya? Yuk kita simak.

  1. Infeksi menular seksual

    Risiko terjadinya infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, klamidia, dan gonore meningkat bila kamu berhubungan seks saat menstruasi. Transmisi patogen penyebab penyakit-penyakit tersebut jadi lebih mudah terjadi, baik dari laki-laki ke perempuan maupun sebaliknya. Alasannya antara lain, saat menstruasi barrier pelindung berupa cervical mucous plug hilang, dan ‘pintu’ leher rahim (serviks) melebar. Selain itu pH vagina menjadi lebih basa, padahal pH asam merupakan salah satu pertahanan alami vagina. Dan jangan lupa, virus HIV bisa terdapat dalam darah menstruasi, sehingga risiko penularan makin tinggi lagi. Apalagi kalau tidak pakai kondom.

  2. Endometriosis

    Bersenggama saat menstruasi bisa membuat darah haid berbalik lagi ke atas (back flow). Hal ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya endometriosis, di mana jaringan endometrial tubuh di luar rongga rahim. Selain menimbulkan nyeri hebat saat haid, endometriosis juga bisa mengganggu kesuburan.

  3. Infeksi jamur

    Berhubungan seks saat menstruasi tak hanya meningkatkan risiko terhadap IMS, tapi juga infeksi lain, misalnya infeksi jamur dan bakteri. Pada vagina memang terdapat mikroflora normal, termasuk jamur dan bakteri. Kadar pH vagina yang asam (3,5 – 4,5) memelihara keseimbangan mikroflora. Saat haid, pH vagina meningkat karena darah haid yang bersifat basa. Hal ini bisa memicu terjadinya ketidakseimbangan mikroflora vagina. Akibatnya, bisa timbul infeksi oleh jamur atau bakteri.

    Bersenggama saat haid makin meningkatkan risiko ini, atau memperburuk gejalanya. Gawatnya, infeksi jamur bisa pula menyebar ke pasanganmu, menyebabkan peradangan pada kepala penis, yang disebut balanitis.
    Untuk menghindari infeksi jamur atau bakteri, jaga selalu kebersihan area vagina. Pembersih kewanitaan seperti Andalan Feminine Care bisa kamu gunakan. Pembersih ini bekerja dengan memelihara keseimbangan mikroflora vagina.

  4. Infeksi saluran kemih

    Risiko infeksi saluran kemih (ISK) pun meningkat. Saat bersenggama, bakteri lebih mudah berpindah dari vagina ke saluran pipis, dan bisa naik hingga ke kandung kemih. Pada dasarnya, perempuan memang berisiko mengalami ISK bila terlalu sering berhubungan (kapans aja), tidak harus hanya ketika haid. Dengan kondisi vagina lebih rentan mengalami infeksi saat menstruasi, maka bersenggama di waktu ini bisa meningkatkan risiko kamu mengalami ISK.

  5. Vagina lecet dan teriritasi

    Ada pendapat bahwa berhubungan seks saat menstruasi lebih nikmat karena darah haid turut berperan sebagai pelumas. Namun pendapat lain menyanggahnya. Justru, darah haid membuat vagina lebih kesat, dan bukannya membuat vagina jadi lebih licin karena sifat darah sangat berbeda dengan lendir. Dengan kondisi kesat, vagina jadi lebih mudah lecet akibat gesekan saat bersenggama. Selain itu, darah haid yang menggumpal juga bisa melukai dinding vagina, membuatnya lecet dan teriritasi.

Baca Juga: Warna Darah Menstruasi bisa Menunjukkan Kesehatanmu, Yuk Kenali

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya