Apakah ARV Bisa Menyembuhkan HIV?

arv-bisa-menyembuhkan-hiv

Orang dengan HIV/AIDS dapat hidup sehat dan produktif jika disiplin mengkonsumsi obat ARV (antiretroviral).

Diperkirakan 35 juta orang di dunia saat ini terinfeksi HIV/AIDS, termasuk 3 juta anak-anak. Penyakit ini bisa dikendalikan dengan kombinasi beberapa obat ARV sehingga sering disebut terapi ARV.

Baca Juga: Mengapa Kita Perlu Konseling Sebelum Tes HIV

Ada beberapa jenis obat yang menargetkan aspek berbeda dalam siklus hidup HIV dan terkadang diperlukan kombinasi obat-obatan.

Menurut pedoman WHO, ART sebaiknya dimulai sebelum CD4 turun di bawah 350, bila kita hamil, kita alami TB aktif, kita membutuhkan terapi untuk virus hepatitis B (HBV), atau kita mempunyai gejala penyakit terkait HIV yang sedang atau berat.

Walau demikian diperlukan konsultasi dengan dokter mengenai keputusan untuk mengkonsumsi obat ini.

Memperlambat perjalanan penyakit

Pada dasarnya ARV bekerja untuk mencegah virusnya menggandakan diri dan memperlambat pertumbuhan virus. Jika waktu perutmbuhannya dilambatkan, begitu juga penyakit HIV.

Meski demikian obat ARV tidak dapat menyembuhkan HIV. Hal ini terjadi karena kemampuan HIV untuk menyembunyikan instruksinya di dalam sel dimana obat tidak dapat mencapainya.

Selama siklus hidup HIV, HIV menggabungkan dirinya ke dalam DNA sel inangnya.

Terapi antiretroviral dapat menghentikan virus baru yang mungkin dihasilkan dari menginfeksi sel baru, tetapi tidak dapat menghilangkan DNA virus dari genom sel inang.

Sebagian besar sel inang akan terbunuh oleh infeksi atau akhirnya mati karena usia tua, tetapi sejumlah kecil sel tampak hidup untuk waktu yang sangat lama di dalam tubuh. Seringkali, DNA virus dapat diaktifkan, dan sel mulai memproduksi virus baru. Inilah sebabnya mengapa kepatuhan minum obat sangat penting. Menghentikan pengobatan, bahkan untuk waktu yang singkat, dapat mengakibatkan sel-sel baru terinfeksi HIV.

Para peneliti sedang bekerja keras untuk menemukan obat yang benar untuk HIV yang benar-benar dapat membasmi virus dari orang yang terinfeksi.

Arahan saat ini termasuk menemukan cara untuk mengaktifkan sel yang menyimpan DNA virus, memaksa mereka “ke tempat terbuka” di mana mereka kemudian dapat ditargetkan oleh obat antiretroviral.

Para peneliti juga mencari cara untuk menggunakan alat genetik untuk menghapus DNA virus dari DNA sel.

Baca Juga: Sering Disamakan, Ternyata Ini Perbedaan HIV dan AIDS

Buat kamu yang ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar problem kesehatan seksual, IMS, maupun HIV secara daring di masa pandemi ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya