Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Cara Menghitung Masa Subur

Merencanakan kehamilan sebenarnya mudah, bila mengetahui triknya. Kalau nggak mau repot pakai cara menghitung masa subur dengan rumus yang jelimet, bisa juga dengan menggunakan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi. Sekarang sudah ada Andalan Ovulation Test yang praktis dan cepat. 

Baca Juga: Kehamilan Tak Kunjung Datang? Saatnya Melakukan Tes Kesuburan

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indungnya. Setiap 14 hari sebelum menstruasi, satu buah sel telur akan dilepas. Kalau sel telur tersebut dibuahi oleh sperma, akan terjadi kehamilan. Bila tidak ada pembuahan, terjadilah menstruasi. Nah, di sekitar tanggal ovulasi, tubuh perempuan paling subur. Lendir di rahim sedang banyak-banyaknya, teksturnya luar biasa cair, dan bening. Kalau sperma masuk ke rahim yang kondisi lendirnya sedang seperti ini, sperma akan lebih mampu masuk lebih jauh dan bertahan (Westheimer & Lehu, 2019). Sebaliknya, setelah ovulasi, lendir rahim akan berubah secara dramatis menjadi lebih kental, tebal, dan lengket, sehingga sperma akan kesulitan menembus leher rahim menuju rahim. Inilah alasan mengapa jika ingin mempunyai anak, hubungan seks sebaiknya dilakukan di masa subur.

Masalahnya, nggak semua perempuan bisa memakai cara menghitung masa subur tradisional dengan menandai tanggal prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan dan menghitung mundur 14 hari. Banyak yang siklus menstruasinya tidak teratur, sehingga nggak bisa menggunakan cara yang tadi. Untuk itu, dibutuhkan bantuan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi.

Andalan Ovulation Test memiliki tingkat keakuratan hingga 99,9% sehingga hasilnya pasti tepat dan terpercaya. Cara menghitung masa subur dengan alat ini adalah dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin (air kencing). Soalnya, kadar hormon LH di dalam tubuh perempuan biasanya meningkat drastis menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pemakaian Andalan Ovulation Test pun sangat sederhana, tinggal mengeluarkan alat uji dari kemasan, menggunakan pipet yang telah disediakan untuk meneteskan urin ke dalam lubang sampel, dan menunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Kemudian, akan muncul dua garis berwarna merah muda. Jika garis Test Line (T) warnanya sama dengan garis Control Line (C) atau lebih gelap, maka kemungkinan besar ovulasi akan terjadi di 24-48 jam ke depan. Maka, bila sedang merencanakan kehamilan, waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah setelah 24 jam, namun sebelum 48 jam. Sebaliknya, bila hasilnya hanya satu garis merah muda saja, berarti tubuh sedang dalam masa yang kurang subur, dan bisa mencoba kembali setiap harinya selama beberapa hari kedepan.

Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Baca Juga: Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

Mudah, kan? Harganya juga sangat terjangkau yaitu Rp 20.000,- (Harga eceran yang disarankan), sehingga kamu bisa membeli lebih dari satu kalau mungkin ingin berjaga-jaga agar masa subur tak kelewatan. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya. Yuk, konsultasi dengan HaloDKT!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya